• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1166 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2539 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2908 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5480 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2479 Kali

  • Home
  • Legislator
  • DPRD Pekanbaru

Pandangan Umum Fraksi DPRD Riau Soal Ranperda Pengelolaan Keuangan

Redaksi

Kamis, 10 Maret 2016 04:43:00 WIB
Cetak
Pandangan Umum Fraksi DPRD Riau Soal Ranperda Pengelolaan Keuangan
DPRD Provinsi Riau

DPRD Riau melakukan rapat paripurna dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Provinsi Riau tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Riau, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Riau, Senin (07/03/2016).

 

Rapat paripurna itu dipimpin Wakil Ketua DPRD Riau Noviwaldy Jusman didampingi Wakil Ketua Manahara Manurung. Hadir pula perwakilan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau yakni Plt Sekretaris Daerah Provinsi (Sekdaprov) Riau M Yafis, angota Dewan, unsur musyawarah pimpinan daerah (muspida) dan para undangan.

Noviwaldy dalam sidang menjelaskan, pada rapat paripurna hari Senin tanggal 29 Februari 2016, Plt Gubri melalui Plt Sekdaprov juga telah menyampaikan kepada DPRD Provinsi Riau dalam rapat paripurna penjelasan Raperda tentang Pokok-Pokok Pengelolaan
Keuangan Daerah Provinsi Riau. Oleh karena itu, pada rapat paripurna siang itu, masing-masing fraksi Dewan menyampaikan pandangan umum fraksinya terhadap Raperda dimaksud.

Juru bicara dari Fraksi Golkar adalah Sewitri, yang menjabat sebagai anggota Komisi C DPRD Riau dari Daerah Pemilihan (Dapil) Pelalawan. Sewitri menyampaikan; Pertama, mengenai tata kelola penyelenggaraan pemerintahan dalam bidang pengelolaan keuangan daerah Provinsi Riau khususnya pendapatan tetap. Diharapkan, Pemerintah Provinsi memperhatikan dan mengimplentasikan penyusunan berbasis kinerja, dengan berorientasi terhadap hasil. Seharusnya, Pemprov mempersiapkan indikator kinerja, agar hasil kerja pemerintah dapat diukur dan dievaluasi lebih jelas.

Kedua, inovasi dalam pengelolaan keuangan daerah dalam era transparansi dan akuntabel perlu ditindaklanjuti dengan menggunakan sistem informasi seperti e-Budgeting. Ketiga, terkait dengan dana hibah yang merupakan komponen belanja tidak langsung, dalam
pelaksanaannya mengalami permasalahan yakni pemberian dana hibah dapat diberikan kepada kelompok masyarakat yang harus berbadan hukum Indonesia. Berkenaan dengan hal tersebut, perlu dipertimbangkan pembahasan pemberian dana hibah dalam penyusunan draf Raperda tentang Pokok-pokok Pengelolaan Keuangan Daerah Provinsi Riau.

Foto: Pimpinan menyerahkan dokumen pandangan umum fraksi tentang Ranperda Pokok-pokok Keuangan Daerah kepada Kepala Daerah diwakili Plt Sekdaprov Riau, Kamis (07/03/2016)

 

 

 

 

 

 

Keempat, dalam pembahasan kebijakan umum Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan (APBDP) dan prioritas dan plafon anggaran sementara, DPRD Provinsi Riau harus memiliki kewenangan dan menentukan skala prioritas dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran-Prioritas dan Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS). Kelima, sistem akuntansi pemerintah daerah merupakan bagian penting dalam pengelolaan keuangan daerah. Untuk itu, pengaturan sistem akuntansi Pemerintahan Provinsi Riau perlu menyesuaikan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2010 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 64
Tahun 2013.

Keenam, keterlibatan masyarakat dan perencanaan keuangan daerah harus mendapat perhatian bersama. Musyawarah perencanaan pembangunan yang menjadi forum dalam menyerap aspirasi. "Ketujuh, intensifikasi badan usaha milik daerah (BUMD) Provinsi Riau perlu dilakukan dengan serius melihat persoalan BUMD yang belum memiliki kontribusi pada pendapatan daerah. Manajemen resiko dapat dijadikan strategi dalam pengembangan BUMD, agar pengelolaan BUMD dapat berjalan optimal, dengan mekanisme reward and punishment. Selanjutnya, perlu pengawasan yang intensif dari Pemprov Riau melalui SKPD terhadap pengelolaan BUMD tersebut," kata Sewitri.

Kemudian, penyampaian pandangan fraksi disusul dari Fraksi Demokrat oleh Nasril. Pertama, pemerintah disarankan dapat merekrut orang-orang yang berkompeten dalam pengelolaan keuangan daerah. Kedua, fraksi Demokrat meminta pemerintah daerah merumuskan ketentuan belanja hibah dan belanja bantuan sosial yang jelas dan tidak multitafsir dalam perencanaan dan pelaksanaannya, sehingga dapat dipertanggungjawabkan dalam penyusunan pelaporan keuangan daerah.

Ketiga, walaupun ada ketentuan tentang adanya dana bagi hasil, Fraksi Partai Demokrat meminta Pemda mengupayakan dan sungguh-sungguh memperoleh dana bagi hasil (DBH) yang adil dan selaras dengan UU 1945. Keempat, Fraksi Partai Demokrat menyarankan adanya harmonisasi dan sinkronisasi ketentuan penyelesaian kerugian daerah untuk mengelola perusahaan daerah yang diatur dalam Raperda.

"Kelima, Fraksi Partai Demokrat meminta Pemda menjelaskan kesiapan Provinsi Riau dalam melaksanakan standar akuntansi berbasis akrual untuk laporan keuangan tahun 2015. Terakhir, Fraksi Partai Demokrat meminta pasal 206 dihapus, karena dapat menimbulkan
penambahan ketentuan dari substansi yang telah dibahas bersama antara DPRD dan Pemda," kata Nasril.

Selanjutnya penyampaian dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) oleh Musyafak Asikin. Ia menyampaikan agar pasal 4 ayat 1 tidak menjadi slogan belaka, namun harus dicapai. Paradigma harus diubah. Diperlukan perencanaan tentang pengelolaan keuangan daerah
berbasis kinerja dan keluaran (outcome), bukan berbasis kepentingan golongan. "Fraksi PAN juga melihat kecenderungan dokumen RTJP atau RPJNB sering kali tidak dijadikan acuan, serta serius dalam menyusun RKA SKPD. Banyak usulan program dan kegiatan yang sifatnya copy paste dan tidak visioner. Terakhir, Fraksi PAN juga melihat bahwa peran inspektorat sebagai garda terdepan, jaminan tegaknya good governance (pemerintahan yang baik) belum efektif, bahkan boleh dibilang mandul," ujarnya.

Kemudian, dari Fraksi PDIP oleh Almainis. Disampaikannya, Fraksi PDIP mengharapkan agar dengan diterbitkannya Raperda ini, dapat diperbaiki kesalahan administrasi keuangan yang selama ini terjadi. Juga, dapat mengurangi penyimpangan penggunaan anggaran oleh oknum-oknum tertentu serta dapat meningkatkan penyerapan anggaran oleh SKPD yang ada di Provinsi Riau.

Kedua, Fraksi PDIP mengharapkan agar penyempurnaan pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah dari Peraturan Daerah Provinsi Riau No 4 Tahun 2008 selalu memperhatikan yang di atasnya. Yaitu, Undang-undang tentang keuangan negara, UU tentang perbendaharaan negara, pemeriksaan keuangan negara dan lain-lain. Ketiga, Fraksi PDIP memandang perlu adanya
kehati-hatian dari Pemprov Riau.

"Keempat, Fraksi PDIP memandang bahwa penempatan personel aparatur sipil negara di dalam Badan Pengelolaan Daerah dan Aset Provinsi harus betul-betul memperhatikan kapabilitas, integritas, dedukasi dan loyalitas kepada bangsa dan negara, agar kesatuan NKRI dapat selalu kuat sampai akhir masa," kata Almainis sambil menutup penyampaian pidatonya dengan pantun.

Setelah seluruh fraksi menyampaikan pandangannya terhadap Raperda. Naskah yang disampaikan dari fraksi itu diserahkan oleh pimpinan sidang kepada Plt Gubernur Riau. Dengan telah diserahkannya naskah Pandangan Umum Fraksi-fraksi tadi, maka berakhirlah segala rangkaian rapat paripurna Dewan pada siang itu.**(Advetorial)



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Legislator

Ketua DPRD Inhu Rehabilitasi Ruang Guru TK Islam Gerbang Sari di Momen Hari Guru Nasional

Rabu, 26 November 2025 - 23:52:06 WIB

PELITARIAU, Inhu – Suasana haru dan penuh sukacita terasa di Taman Kanak kanak.

Legislator

DPRD Inhu Komitmen Realisasikan Tuntutan 20 Persen Lahan Kemitraan Desa Sungai Lala

Sabtu, 11 Oktober 2025 - 16:48:03 WIB

PELITARIAU, Inhu – Tuntutan masyarakat Desa Sungai Lala Kecamatan Sungai Lala .

Legislator

Hak Karyawan Harus Jadi Prioritas di Tengah Penyitaan Kebun Sawit di Inhu Oleh Satgas PKH

Senin, 15 September 2025 - 12:26:07 WIB

PELITARIAU, Inhu – Penyitaan sejumlah areal perkebunan kelapa sawit oleh Satua.

Legislator

DPRD Inhu Desak Pemkab Bentuk Satgas Inventarisasi Barang Daerah

Senin, 08 September 2025 - 17:51:51 WIB

PELITARIAU, Inhu – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, didesak se.

Legislator

Dodi SPBU Serahkan Bantuan Pendidikan Rayyan Arkan Dika di Panggung JMSI Riau Award 2025

Selasa, 22 Juli 2025 - 22:56:35 WIB

PELITARIAU, Kuansing - Momen haru dan penuh kepedulian mewarnai malam puncak per.

Legislator

Ketua DPRD Inhu Sabtu Pradansyah Sinurat Terima Anugrah Legislator Futuristik Berbasis Kerakyatan

Selasa, 22 Juli 2025 - 11:09:46 WIB

PELITARIAU, Kuansing – Jaringan Media Siber Indon.

Terkini

  • +INDEX
Pemprov Riau dan Pemko Pekanbaru Bangun Box Culvert , Atasi Banjir Langganan di Sudirman Depan RS Awal Bros
21 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Bersama PUPR Berkolaborasi, Tindak Lanjuti Genangan Air Hujan di Depan RS Awal Bros
21 Juli 2026
Bupati Meranti Perjuangkan Status Jalan Nasional, Usulkan Ruas Strategis dan Jembatan Penghubung ke Kementerian PU
21 Juli 2026
Hujan Lebat Guyur Pekanbaru 3 Jam, Dirlantas Polda Riau Turun Langsung Urai Kemacetan di Depan RS Awal Bros
20 Juli 2026
Bupati Asmar Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah Melalui Skema Obligasi Daerah
20 Juli 2026
Tertibkan Tanpa Matikan Usaha, Pemko Pekanbaru Siapkan Lokasi Strategis Untuk PKL
20 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Tanamkan Budaya Tertib Lalin Lewat Police Goes to School di SMAN 19 Pekanbaru
20 Juli 2026
Ribuan Warga Padati Mapolda Riau Nobar Final Piala Dunia 2026, Dimeriahkan Musik Comedy Hingga Hadiah Motor Listrik
20 Juli 2026
Tak Ada Sampah Tersisa! Aksi Green Policing Polda Riau di Riau Bhayangkara Run 2026 Tuai Pujian
20 Juli 2026
Sekda Meranti Hadiri Pembukaan Pendidikan Bintara Polri 2026, Dukung Lahirnya Polisi Humanis dan Berintegritas
20 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bupati Meranti Perjuangkan Status Jalan Nasional, Usulkan Ruas Strategis dan Jembatan Penghubung ke Kementerian PU
  • 2 Bupati Asmar Hadiri Sarasehan Kebangsaan MPR RI, Dorong Kemandirian Fiskal Daerah Melalui Skema Obligasi Daerah
  • 3 Bupati Meranti Dukung Gerakan Riau Lawan Karhutla, Hadiri Riau Bhayangkara Run 2026 Yang Diikuti 15 Ribu Pelari
  • 4 Kabid Sarana dan Prasarana Disdikbud Meranti Bantah " Tuduhan Itu Tidak Benar "
  • 5 Kebersamaan Polri dan DLHK Wujudkan Pekanbaru Kembali Bersih Usai Riau Bhayangkara Run 2026
  • 6 LAMR Kepulauan Meranti Berikan Dukungan Untuk Kapolres Baru dan Doa Untuk Kapolres Yang Lama
  • 7 Farewell Parade Kapolres Meranti, AKBP Aldi Berpamitan, AKBP Gede Siap Lanjutkan Pengabdian

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved