Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Bulog Pasarkan 260 Ribu Ton Gula Impor Dibandrol Rp12.500/kg
PELITARIAU, Jakarta - Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog) bersiap mendistribusikan gula mentah impor sebanyak 260 ribu ton ke pasar pada akhir September. Gula impor tersebut akan dibanderol Rp12.500 per kg, lebih rendah dari harga rerata gula nasional yang sekitar Rp15 ribu per kg.
"Akhir September ini akan masuk, sebenarnya importasi ini izinnya ke pabrik gula rafinasi tapi karena kita tidak punya pabrik gula rafinasi. Jadi, kami yang tampung, termasuk penjualannya," jelas Direktur Pengadaan Perum Bulog Wahyu di kantornya, Jumat (2/9).
Wahyu menjelaskan gula impor yang akan masuk tersebut berasal dari Brazil dan Australia.
Kementerian Perdagangan (Kemendag), menurut Wahyu, pekan ini menerbitkan izin impor gula mentah sebanyak 260 ribu ton yang dapat dijual dengan harga rendah sebagai upaya stabilisasi harga gula di dalam negeri.
Berdasarkan Data Sistem Pemantauan Pasar Kebutuhan Pokok (SP2KP) Kemendag pada Jumat (2/9), harga gula pasir secara nasional masih dikisaran Rp15.000 per kg. Untuk itu, kehadiran gula mentah impor, diharapkan dapat menekan harga gula nasional hingga mencapai angka Rp12.500 per kg.
Di sisi lain, Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) Dwi Andreas Santosa mengungkapkan, langkah impor gula mentah yang diambil pemerintah dilakukan pada waktu yang kurang tepat.
"Impor tidak bisa dihindari, sayangnya waktunya kurang tepat. Kalau gula tersebut masuk di bulan ini maka akan merugikan petani karena hasil panen masih ada dan harga akan tertekan," kata Dwi Andreas kepada CNNIndonesia.com.
Menurut Dwi Andreas, seharusnya pemerintah dapat merancang waktu impor gula masuk antara bulan Mei sampai Juli sebelum panen atau sekitar Juni sampai Agustus saat pasokan gula mulai menipis di tangan pedagang.
Swasembada Masih Jauh
Jangankan berharap untuk swasembada komoditas gula, Dwi Andreas memperkirakan pasokan gula nasional justru menurun pada tahun ini.
"Tahun ini produksi gula kemungkinan turun 0,4 juta ton, ini membuat impor tak bisa dihindari," katanya.
Untuk itu, pemerintah diharapkan dapat segera membenahi produktivitas industri gula untuk mencukupi kebutuhan konsumsi gula masyarakat hingga akhirnya bisa mengejar swasembada.
Adapun kendala klasik untuk memaksimalkan produktivitas komoditas gula, menurut Dwi, karena persoalan keterbatasan lahan dan regenerasi pabrik gula.
"Kalau kita ingin swasembada, menurut perhitungan saya, kita perlu lahan tambahan sekitar 730 ribu hektare (ha). Pabrik gula juga sudah tua," jelasnya.
Sebelumnya, Menteri Pertanian Amran Sulaiman juga menyebutkan bahwa untuk meningkatkan produktivitas komoditas gula, pemerintah perlu menyiapkan lahan seluas 286 ribu ha untuk mendirikan pabrik baru.
Selain itu, pemerintah juga membutuhkan lahan seluas 490 ribu ha untuk membuat pabrik gula eksisting dan 380 ribu ha untuk mendirikan pabrik gula rafinas.***(prc)
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








