Pilihan
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2432 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5003 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2290 Kali
Bayi Dikandungan Meninggal, RS Tengku Rafian Siak Dituding Telantarkan Pasien
RS Tengku Rafian Siak
PELITARIAU, Siak – Sudah terjatuh tertimpa tangga, pribahasa ini diucapkan Pasang suami istri (Pasutri) Anton (30) dan Royani (23) warga Benayah Kecamatan Pusako Kabupaten Siak. Pasalnya, pasien yang mengandung anak pertama didalam kandungan anaknya diketahui meninggal dunia setelah dilakukan Ultrasonograrfi (Usg) di Rumah Sakit (RS) Tengku Rafian Siak pada Minggu (7/8).
Anton bersama Royani menerima dengan iklas atas kepergian sang buahati, namun Anton bersama keluarga tidak terima dengan pelayanan RS Tengku Rafian Siak berbagai alasan untuk tidak menangani pasien lebih lanjut, alasan kelasik yang membuatnya kecewa adalah mesin genset rumah sakit rusak.
Setelah melakukan Usg, Dokter Hendri yang melakukan pemriksaan terhadap pasien menyuruh pasien pulang dengan alasan mesin genset pambangkit listrik RS Tengku Rafian Siak masih dalam perbaikan sehingga tidak bisa melayani pasien lebih lanjut.
Tidak hanya itu saja, Dokter Hendri dikeluhkan pasien sempat mengatakan, kalau asien kondisinya masih kuat dan bisa menunggu esok hari untuk penanganan lebih lanjut kemudian disuruh bawa pulang, "Kemarin kita lakukan Usg ternyata bayinya sudah meninggal, mau dilakukan operasi, mesin pembangkit listrik masih dalam perbaikan, namun begitu kata dokter istri saya masih sehat dan kuat sehingga Dokter yang menanganinya menyuruh bawa pulang," kata Anton.
Ditempat yang sama, keluarga pasien Hendra mengungkapkan rasa kecewaannya terhadap pelayanan RS Tengku Rafian, dimana pihak rumah sakit lambat dalam penanganan pasien. "Kami merasa kecewa dengan pihak pelayanan, kita sudah membawa surat rujukan dari Pukesmas, seharusnya ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak rumah sakit dalam pelayanan lebih lanjut sebab berkaitan dengan nyawa pasien," ujar Hendra.
Anton menambahkan, kalau istrinya di bawa ke RS Tengku Rafian Siak sekitar pukul 10:00 wib pagi, sampai sekarang belum ditangini juga dokter beralasan kabel mesin genset pembangkit listriknya terlalu kecil.
Walaupun begitu, pihak keluarga berharap penangan pasien untuk oprasi tetap dilakukan pada Minggu (7/8) malam ini juga dapat dilaksanakan operasi, "Kami berharap malam ini dilakukan istri saya, jika memang tidak bisa, terpaksa esok hari kami rujuk ke rumah sakit di Pekanbaru," tegasnya.
Terkait pelayanan pasien yang anak dalam kandungnya sudah meninggal dunia Direktur RS Tengku Rafian Siak, Ulfah Hanum dikonfirmasi pelitariau Minggu (7/8) malam melalui telephone seluler mengatakan belum mengetahu kondisi pasien tersebut.
"Saya belum tahu tentang hal ini, esok saya akan periksa dulu, dan malam ini akan telpon domkter yang menangani pasien tersebut,” ungkapnyanya.** doni.
Anton bersama Royani menerima dengan iklas atas kepergian sang buahati, namun Anton bersama keluarga tidak terima dengan pelayanan RS Tengku Rafian Siak berbagai alasan untuk tidak menangani pasien lebih lanjut, alasan kelasik yang membuatnya kecewa adalah mesin genset rumah sakit rusak.
Setelah melakukan Usg, Dokter Hendri yang melakukan pemriksaan terhadap pasien menyuruh pasien pulang dengan alasan mesin genset pambangkit listrik RS Tengku Rafian Siak masih dalam perbaikan sehingga tidak bisa melayani pasien lebih lanjut.
Tidak hanya itu saja, Dokter Hendri dikeluhkan pasien sempat mengatakan, kalau asien kondisinya masih kuat dan bisa menunggu esok hari untuk penanganan lebih lanjut kemudian disuruh bawa pulang, "Kemarin kita lakukan Usg ternyata bayinya sudah meninggal, mau dilakukan operasi, mesin pembangkit listrik masih dalam perbaikan, namun begitu kata dokter istri saya masih sehat dan kuat sehingga Dokter yang menanganinya menyuruh bawa pulang," kata Anton.
Ditempat yang sama, keluarga pasien Hendra mengungkapkan rasa kecewaannya terhadap pelayanan RS Tengku Rafian, dimana pihak rumah sakit lambat dalam penanganan pasien. "Kami merasa kecewa dengan pihak pelayanan, kita sudah membawa surat rujukan dari Pukesmas, seharusnya ini menjadi tanggung jawab sepenuhnya pihak rumah sakit dalam pelayanan lebih lanjut sebab berkaitan dengan nyawa pasien," ujar Hendra.
Anton menambahkan, kalau istrinya di bawa ke RS Tengku Rafian Siak sekitar pukul 10:00 wib pagi, sampai sekarang belum ditangini juga dokter beralasan kabel mesin genset pembangkit listriknya terlalu kecil.
Walaupun begitu, pihak keluarga berharap penangan pasien untuk oprasi tetap dilakukan pada Minggu (7/8) malam ini juga dapat dilaksanakan operasi, "Kami berharap malam ini dilakukan istri saya, jika memang tidak bisa, terpaksa esok hari kami rujuk ke rumah sakit di Pekanbaru," tegasnya.
Terkait pelayanan pasien yang anak dalam kandungnya sudah meninggal dunia Direktur RS Tengku Rafian Siak, Ulfah Hanum dikonfirmasi pelitariau Minggu (7/8) malam melalui telephone seluler mengatakan belum mengetahu kondisi pasien tersebut.
"Saya belum tahu tentang hal ini, esok saya akan periksa dulu, dan malam ini akan telpon domkter yang menangani pasien tersebut,” ungkapnyanya.** doni.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Sat Lantas Polres Inhu Perkuat Pelayanan Prima dan Siap Gelar Operasi Patuh Lancang Kuning 2026
PELITARIAU, INDRAGIRI HULU – Satuan Lalu Lintas Polres Indragiri Hulu memperku.
Salam Perpisahan di Lapangan Apel: Dirlantas Polda Riau Iringi Langkah Purnabakti AKP Darmainil dan AKP Jalinus
PELITARIAU, Pekanbaru – Suasana haru dan penuh penghormatan mewarnai pelaksana.
Polsek Merbau Aktif Dampingi Petani Jagung Untuk Ketahanan Pangan Berkelanjutan
PELITARIAU,Meranti - Dalam rangka mendukung program Ketahanan Pangan dan Swasemb.
Operasi Patuh Lancang Kuning 2026 Digelar Serentak di Riau, Fokus Pada 10 Sasaran Prioritas Pelanggaran Lalu Lintas
PELITARIAU, PEKANBARU – Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri akan menggelar Ope.
MAN 1 Indragiri Hilir: Meniti Prestasi, Membangun Masa Depan Gemilang
PELITARIAU, INDRAGIRI HILIR – Semangat juara terus terpancar dari koridor MAN .
Ismiatun Tegaskan Komitmen Dukung Wajib Belajar 1 Tahun Prasekolah di Meranti
PELITARIAU,Pekanbaru - Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kabupaten Kepulaua.








