Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Masih Jadi Pertanyaan, Pujo dan Agus Apakah Bandar Ataukah Korban ?
PELITARIAU, Meranti-Jika kehidupan bandar narkoba lainnya hidup dengan bergelimangan harta, memiliki rumah mewah, uang yang cukup, kendaraan yang lebih. Namun berbeda dengan dua warga Kepulauan Meranti terpidana mati yang masuk dalam daftar Eksekusi Mati Jilid III lalu.
Nama Pujo Lestari dan Agus Hadi sempat masuk dalam 14 daftar nama yang akan di eksekusi mati pada jum'at,29 Juli tahun 2016 lalu. Beruntung dari 14 nama, nama Pujo Lestari, Agus Hadi dan delapan rekan lainnya di tangguhkan eksekusinya di depan regu tembak.
Masyarakat Meranti masih pertanyakan dua warganya Pujo Lestari dan Agus Hadi yang namanya masuk dalam daftar eksekusi mati jilid III, apakah sebagai bandar narkoba atau bukan, dan Apakah sekedar korban.
Pujo Lestari ini merupakan Warga Jalan Cempaka, Kelurahan Selatpanjang Selatan dan Agus Hadi alias Okiaw Warga Jalan Belanak, Kelurahan Selatpanjang Barat Kabupaten Kepulauan Meranti. Keduanya divonis hukuman mati oleh Pengadilan Negeri Kota Batam, mereka dituduh terlibat dalam penyeludupan 28.000 pil Ekstasi dari Malaysia-batam.
Hukuman mati itu di anggap keluarga pujo dan agus tidak adil, Meskipun mereka berdua bukan otak penyeludupan, otak pelaku penyeludupan itu sendiri adalah Suryanto alias Ationg.
Kedua Mantan ABK kapal lintas Malaysia-Batam sebelum ditangkap merupakan masyarakat yang hidup dibawah garis kemiskinan. Pujo Lestari sendiri memiliki satu Istri dan Dua Anak, untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarganya, pujo juga dibantu sang istri yang bekerja sebagai pencuci pakaian para tetangga.
Jika di lihat disegi materi atau harta, Pujo yang disebut-sebut bandar Narkoba ini sendiri tidak memiliki rumah,tidak memiliki sepeda motor, apalagi sepeda ontel. Berbeda dengan bandar yang sesungguhnya hidup dengan harta yang berlimpah, Semasa masih bersama keluarga pujo hidup menumpang dirumah orang tuanya.
Hal yang sama juga terlihat dari gambaran hidup, Agus Hadi Alias Okiaw, yang memiliki satu istri dengan Empat orang anak.
Meski Agus Hadi ini memiliki rumah sendiri tidak seperti Pujo Lestari, tetapi rumah yang ditinggalkan Agus ini terlihat begitu sederhana.
Rumah yang terletak dijalan Belanak, Kelurahan Selatpanjang Barat terbuat dari Kayu dan sudah penyok bukan rumah mewah seperti halnya para Bandar Narkoba aslinya.
Untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari, serupa dengan Pujo Lestari, Agus Hadi dulunya juga dibantu sang istri yang keseharian berjual Gorengan.
Oleh karena itu, dari kehidupan kedua terpidan tersebut masih menjadi tanda tanya, Apakah begini Kehidupan orang yang disebut-sebut sebagai bandar Narkoba/Narkotika yang biasanya bergelimang harta. Pujo dan Agus Apakah Bandar Ataukah Korban ?***ek
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Polres Indragiri Hilir menggelar Upacara Laporan.
Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmenn.
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
PELITARIAU,Meranti - Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Polres Kepulauan Meranti.
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
PELITARIAU,Meranti - Kabupaten Kepulauan Meranti yang berstatus sebagai sa.









