Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1105 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2748 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5304 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali
Dimoment Hari Anak Nasional
Kasus Kekerasan Terhadap Anak Di Meranti Cenderung Meningkat
Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kepulauan Meranti
PELITARIAU, Meranti- Tingginya kasus kekerasan terhadap anak yang terjadi di Kabupaten Kepulauan Meranti, masih menyisakan catatan penting di moment Hari Anak Nasional (HAN) yang jatuh pada Sabtu 23 Januari 2016 waktu lalu.
Dari catatan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kabupaten Kepulauan Meranti, kasus kekerasan terhadap anak cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Hal itu terbukti di tahun 2015 tercatat ada 22 kasus, sedangkan untuk tahun 2016 saja, yang terhitung dari Januari hingga Juli, sudah ada 14 kasus kekerasan pada anak.
Terkait hal tersebut, Kepala P2TP2A Meranti melalui Kasi Perlindungan Anak Okta Nurfajri S Farm Apt, saat ditemui diruang kerjanya, pada Selasa (26/07) mengharapkan agar kasus kekerasan terhadap anak di Kepulauan Meranti tidak ada lagi.
"Semoga kasus kekerasan yang melibatkan anak di sini (Kabupaten Kepulauan Meranti, red) tidak ada lagi. Sesuai tema di hari anak nasional ini 'stop kekerasan terhadap anak', dan kita harus menggalakan diri kita bahwa anak itu adalah anak kita," harapnya.
Sebelumnya, dirinya mengatakan salah satu faktor yang mendorong terjadinya kasus kekerasan pada anak yakni kurangnya perhatian orang tua. Selain itu juga, faktor dari internet dan juga televisi juga sangat mempengaruhi.
"Sebagai contoh, akhir-akhir ini kan maraknya anak-anak yang ditugaskan untuk mencari tugas di internet, nah disitu ada iklan video 18+. Namanya anak-anak pasti penasaran kan apa itu, nah disitu mengklik lah itu apa. Dari situ faktor yang sangat kuat dari internet, disitu mereka dapat mencontoh hal-hal yang tidak baik," terangnya.
"Selain itu, dari tontonan televisi juga salah satu faktor kuat, pasalnya disitu banyak yang mempertontonkan kekerasan sangat banyak," tambahnya.
Dalam hal itu pula, untuk segi penanganan kasus kekerasan pada anak, P2TP2A Meranti akan melakukan dengan cara mediasi terhadap si korba (dalam hal ini anak-anak, red).
"Dimana cara mediasi itu apabila ada laporan kasus yang masuk kekita, kita tangani, kita gali dulu informasi dari kedua belah pihak, dan kalau sikorban teroma kita ada pendampingan psikologis, dan setelah fisikologisnya sudahh bagus dan kembali normal dan kita ada pendamping rohaninya," jelasnya.***
BERITA LAINNYA +INDEKS
Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.
Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya
PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.
Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung
PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.
Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam
PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .
Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi
PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.








