• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1108 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2386 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2751 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5308 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2432 Kali

  • Home
  • Kopi Paet
  • Pekanbaru

Artikel

Imlek: Dengan Berbagi dan Peduli Kasih

Ferry Anthony

Selasa, 25 Januari 2022 19:21:42 WIB
Cetak
Imlek: Dengan Berbagi dan Peduli Kasih
Penulis: Sonika, Dosen STAB Maitreyawira dan Tokoh Buddha Pekanbaru.

PELITARIAU, PEKANBARU - Buddha Maitreya sebagai simbol sukacita, berjiwa kasih, senyum kasih dan perilaku kasih, tiada membuang dan tiada kemelekatan sebagai jalan pembinaan yang sempurna. Segala kesempurnaan dan kesejatian telah ada secara alami dalam diri manusia, tidak perlu penemuan atau pencarian. Hidup manusia dideskripsikan seperti bermimpi, sandiwara, karena sebab-jodoh muncul dan musnah, namun orang yang berhati kasih tidaklah membuang atau menolaknya namun lebih meningkatkan kesadaran nurani untuk berbagi dan peduli kepada orang lain secara nuraniah. Ajaran “Kasih” yang demikian tanpa batasan, universal menjadi milik siapapun di dunia ini. Karena umumnya manusia menolak unsur negatif dan meraih positif, seperti takut kalau menderita dan senang sekali ketika kebahagiaan.

Pertukaran Tahun Baru Lunar Imlek dapat dijadikan momen untuk meningkatkan perbuatan berbagi dan peduli kasih bagi sesama manusia. Sikap untuk membagikan dan peduli kasih kepada orang lain yang membutuhkan tanpa perbedaan, tanpa pamrih, tanpa egois, dan tanpa nama atau popularitas. Orang yang bisa berbagi dan peduli kasih akan mengubah   keberuntungan hidup sendiri menjadi keberuntungan bersama, selalu membawa kebahagiaan kepada orang lain, jadikanlah diri lebih berarti di tengah-tengah komunitas manusia, seperti sehelai daun rumput  atau sekuntum bunga yang sangat berguna di tengah manusia, hargailah orang lain seperti kita menghargai diri sendiri.

Dunia terasa semakin tua karena ketidakkekalan(anicca), segeralah mengubah pandangan yang keliru, pola dan gaya hidup yang kurang bermanfaat dan berfoya-foya menjadi lebih bermakna. Janganlah menyia-nyiakan kesempatan hidup yang sunya, mulia dan bahagia, terus berkarya suci, waktu tidak pernah menunggu kita, hanya kita yang selalu menunggu waktu, waktu berlalu tidak akan berulang kembali.   
Buddha menasihatkan bahwa hidup sangat mulia di dunia ini kalau seseorang dapat merobohkan dinding kebencian, prasangka, kecemburuan, dan ketamakan dengan kerelaan membagi kasih, kasih sayang, dan kepedulian pada sesama.

Hidup dengan berbagi dan peduli kasih akan membuat kita terbebas dari saling membenci, cemburu dan ketamakan. Mengapa kita membenci seseorang karena dalam diri ini masih penuh prasangka dan keburukan.
Buddha memberi nasihat kepada umatnya : “Bahwa Ia menghinaku, ia memukulku, ia mengalahkanku, ia merampas milikku , kebencian dalam diri mereka yang diracuni pikiran-pikiran seperti itu, tak akan pernah berakhir”. Juga disabdakan bahwa kebencian tidak dapat dipadamkan dengan kebencian, hanya sikap tidak membenci(kasih) yang dapat mengakhirinya, inilah Hukum kekal abadi, banyak orang tidak menyadari bahwa dalam permusuhan mereka akan binasa. Bagi yang telah sadar, segala permusuhan pun segera diakhiri.

Meskipun ada orang menyakiti, sedapat mungkin kita maklumi dan maafkan kesalahan dan kekeliruannya, ini bukan berarti kita bodoh tetapi bersikap bijaksana dan berlapang dada dengan menerima segala keburukan, sesungguhnya kita tidak rugi sedikitpun. Sebaiknya kita perbanyak berbagi dan peduli kasih kepada orang lain dan semua makhluk, janganlah menuntut balasan kebaikan, berbuatlah sesuai dengan panggilan nuraniah.

Hidup harus saling memberi dan membagi kasih, seorang Filsuf berkata ;  Apa yang akan anda simpan untuk diri sendiri akan lenyap dan apa yang anda berikan kepada orang lain akan anda miliki selamanya. Contoh nyata dalam sejarah Buddha Sakyamuni telah membagi dan peduli Kasih yang tidak terbatas kepada Dewa dan manusia. Pengorbanan tertinggi yang telah dibagikan adalah Buddha Dharma yang dapat membebaskan manusia dari dukha. Seseorang yang menerima kasih Dharma Buddha akan memiliki kekuatan besar untuk mengubah hidupnya, ia juga akan menikmati kebahagiaan, kedamaian, dan kegembiraan dalam pikirannya.

Buddha menasihati umatnya dengan bersabda; ”Jika seseorang dengan bodoh berbuat salah kepadaku, aku akan membalasnya dengan pernaungan cintaku yang tak terbatas, makin banyak kejahatan yang keluar darinya, makin banyak kebaikan yang akan keluar dariku, Aku hanya akan selalu memberikan harumnya kebaikan”.

Buddha Maitreya(Milefo) adalah simbol Kasih(maîtri) yang tidak terbatas, dengan nama beliau bermakna Kasih (Ci), Dharma Gaib Buddha Maitreya adalah “Dipukul tidak melawan dan dimarah tidak membalas, artinya tidak mau menimbulkan permusuhan diantara sesama, jiwa penuh pemakluman”.

Sebagai umat yang berkeyaninan kepada Buddha dan berupaya meningkatkan spiritual dengan membagikan kasih kepada orang lain. Hindarilah  penyelesaian masalah dengan perasaan emosional, tetapi dengan penuh kasih dan kasih sayang, agar batin kita tetap bersih dari polusi keburukan internal. Apabila spiritual secara internal dan eksternal bisa diperbaiki, maka aura positif kehidupan akan makin meningkat untuk menangkal dari berbagai musibah dan bencana dunia.

Seperti Syair Cinta Kasih berikut ini dapat kita praktikkan: “Inilah yang seyogyanya dikerjakan oleh ia yang piawai dalam kebajikan, serta yang berharap mencapai ketenangan, ia mesti cakap, jujur ,sungguh jujur, penurut, lemah lembut dan tiada angkuh. Berpuas  hati, mudah dilayani, tidak terlalu sibuk, hidup bersahaja, terkendali inderanya, berhati-hati, tahu malu, dan tak terlalu melekat pada keluarga.

Ia  tidak melakukan kesalahan apapun, yang dapat dicela oleh para bijaksana, semoga semua makhluk berbahagia dan tenteram! Semoga hati mereka berbahagia. Makhluk apapun, yang lemah maupun yang kuat, tanpa kecuali, yang panjang maupun yang besar, yang sedang maupun pendek, kecil maupun gemuk. Tampak maupun tak tampak, yang berdiam jauh maupun dekat, yang telah terlahir maupun yang akan terlahir kembali, Semoga semua makhluk tanpa kecuali berbahagia.

Janganlah menipu yang lain atau menghina siapapun dan dimanapun, janganlah karena marah atau berniat buruk, mengharapkan pihak lain celaka. Bagaikan seorang ibu melindungi putranya, anaknya yang tunggal, dengan mempertaruhkan hidupnya sendiri, demikianlah kita seyogianya mengembangkan hati tanpa batas terhadap semua makhluk.

Semoga pikiran cinta kasihnya yang tak terbatas menyelimuti segenap penjuru dunia, ke atas, ke bawah, dan sekitarnya, tanpa rintangann apa pun, bebas dari kebencian, dan permusuhan. Ketika  berdiri, berjalan, duduk ataupun berbaring, selama ini bebas dari rasa kantuk, ia seyogianya mengembangkan perhatian murni akan Cinta Kasih. Inilah yang disebut Kediaman Luhur disini. Dengan tidak berpegang pada pandangan salah, bajik, dan berpandangan jernih, melepaskan kemelekatan terhadap keinginan inderawi, ia tak akan lagi dikandung dalam rahim manapun.

Semoga memberikan pencerahan atas tulisan singkat ini,mari kita amalkan bersama.** Sonika



Sumber : Penulis: Sonika, Dosen STAB Maitrey /  Editor : Anthony

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Kopi Paet

Hina Besi, Hinanya Manusia Penghianat

Ahad, 11 Mei 2025 - 20:58:02 WIB

Hina besi karena karatnya,Hina manusia karena niatnya.Sekarat karat besi.

Kopi Paet

Ditanya Keseriusan Parpol Mengusung Elda Suhanura di Pilkada Inhu 2024

Ahad, 12 Mei 2024 - 14:18:36 WIB

PELITARIAU.com - Nama Elda Suhanura SH MH yang jauh hari dira.

Kopi Paet

TMMD Indahnya Kebersamaan TNI Bersama Rakyat

Selasa, 23 Agustus 2022 - 22:23:50 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Sebagai masyarakat yang berprofesi seba.

Kopi Paet

Dibuka Plt Sekwan, Gerai Rudal Yanto Ramaikan Kuliner Kota Pekanbaru

Ahad, 05 Juni 2022 - 00:40:28 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Launching gerai makanan 'Rudal Yant.

Kopi Paet

Pranala Jalma : Mencari Otak Politik

Kamis, 26 Mei 2022 - 14:41:22 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Otak politik layaknya organ utama yang .

Kopi Paet

Menimang PJ Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar

Selasa, 17 Mei 2022 - 13:33:47 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - TEMAN saya seorang walikota. Dia mengat.

Terkini

  • +INDEX
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
03 Juli 2026
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
03 Juli 2026
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
03 Juli 2026
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
03 Juli 2026
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
03 Juli 2026
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
03 Juli 2026
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 2 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 3 Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
  • 4 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 5 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 6 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
  • 7 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved