Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Transaksi Seks Berujung Maut, Pelaku Sayat leher Korban Sebanyak Tiga Kali
PELITARIAU, Surabaya - Kasus pembunuhan Ika Puspita Sari yang mayatnya ditemukan bersimbah darah di Apartemen Puncak Permai akhirnya diungkap kurang dari 24 jam. Pelaku tertangkap 6 jam setelah pelaporan. Kasus ini berawal dari transaksi seks antara korban dan pelaku.
Pelaku adalah Ahmad Junaidi Abdillah (19), warga Kelurahan Kalangan Prao, Kecamatan Jrengrik, Sampang, Madura. Junaidi dibekuk pukul 11.00 WIB pada Kamis (23/4) di tempat kerjanya di sebuah usaha pengolahan usus di Sawahan Surabaya.
"Jam 5 pagi dilaporkan, jam 11 siang pelaku sudah ditangkap. Kasus ini berhasil diungkap kurang dari 24 jam," ujar Kapolrestabes Surabaya Kombes Sandi Nugroho kepada wartawan saat rilis di Mapolrestabes Surabaya, Kamis (23/4/2020).
Sandi mengatakan kasus ini berawal dari perkenalan keduanya lewat apikasi percakapan. Dari aplikasi tersebut, mereka kemudian melakukan transaksi seks. Korban yang berusia 36 tahun memasang tarif Rp 800 ribu untuk dua kali pelayanan, sebagaimana dilansir detik.com, Jumat 24 April 2020.
"Korban dan pelaku ini sebelumnya berhubungan melalui aplikasi percakapan. Mereka kemudian berkencan dan berhubungan layaknya suami istri dengan tarif tertentu," kata Sandi.
Pelaku mencoba menawar. Korban menginginkan tawaran itu saat mereka berdua bertemu saja. Pukul 22.00 WIB mereka bertemu di kamar korban di lantai 8 Tower A apartemen.
Akhirnya disepakati tarif Rp 500 ribu dengan dua kali pelayanan. Namun usai pelayanan pertama, korban yang merupakan warga Semarang tersebut enggan melayani lagi. Karena tak sesuai kesepakatan awal, pelaku pun membayar hanya separuh tarif.
Ini membuat korban tak senang. Maka terucaplah kata-kata yang membuat pelaku emosi.
"Kalau nggak punya duit nggak usah pesan saya, booking saya. Pelaku tersinggung dengan kata-kata itu dan sehingga terjadi cekcok," lanjut Sandi.
Pelaku kemudian mengambil pisau dapur. Disayatnya leher korban sebanyak tiga kali. Bukannya tanpa perlawanan, korban sempat mencakar leher dan bagian tubuh lain dari pelaku. Pelaku pun kabur usai membunuh korban.
Diduga korban yang saat itu setengah telanjang belum tewas. Korban sempat keluar kamar diduga untuk mencari pertolongan namun akhirnya tewas di depan lift service.
Pelaku mengaku menyesal telah melakukan pembunuhan. Namun sesal itu terlambat karena dia sudah melakukannya.
"Kalau sudah membunuh ya menyesal. Soalnya kan sudah terjadi. Waktu itu emosi jadi pikirannya lihat ke kanan ada pisau, langsung saya gunakan karena sudah panas, sudah emosi. Kata-katanya mengejek saja kalau saya itu tidak kuat membayar layanannya," kata Junaidi. **Prc1
Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.
Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya
PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.
Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung
PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.
Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam
PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .
Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi
PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.









