DOWNLOAD APP PELITARIAU.COM
  

HOT TOPIC

Ancamanya Mengerikan, Penyidik Polres Inhu Limpahkan Perkara Membuat Kebun Dengan Cara Bakar

Editor :zulpen Kamis,10 Oktober 2019 | 02:45:00 WIB
Ancamanya Mengerikan, Penyidik Polres Inhu Limpahkan Perkara Membuat Kebun Dengan Cara Bakar Ket Foto : Berkas perkara pelaku pembakaran dengan cara bakar atas nama Pujo Sugiono (33) di Inhu dilimpahkan oleh penyidik Polres Inhu ke Kejaksaan Negeri (PN) Inhu

PELITARIAU, Inhu - Berkas perkara pelaku pembakaran lahan atas nama Pujo Sugiono (33), yang diketahui warga RT 004 RW 002 dusun I Desa Rawa Sekip Kecamatan Kuala Cenaku Kabupaten Indragiri hulu (Inhu)-Riau, dinyatakan lengkap, tersangka bersama barang bukti dilimpahkan oleh penyidik Polres Inhu ke Kejaksaan Negeri (PN) Inhu, untuk di tuntut.

Pujo Sugiono ditangkap polisi karena tertangkap tangan sedang melakukan pembuatan kebun dengan cara membakar, pada Jumat (12/7/2019) lalu di dusun II Desa Rawa Sekip Kecamatan Kuala Cenaku, yang merupakan lahan miliknya sendiri.

"Pelaku sengaja membakar lahan itu dengan menggunakan korek api, kemarin berkas perkara bersama tersangka sudah kita limpahkan ke jaksa penuntut umum," kata Kapolres Inhu AKBP Efrizal SIK dikonfirmasi melalui Kasatreskrim Polres Inhu AKP Febri Andy SIK Kamis (10/10/2019) di Rengat.

Dijelaskan Kasat, atas perbuatan Pujo Sugiono dijerat dengan pasal 108 jo pasal 56 ayat 1 Undang-undang RI Nomor 39 tahun 2014 tentang perkebunan dan atau pasal 187 ayat KUHPidana dengan acaman pidana penjara 12 tahun dan denda Rp10 milyar. "Kami tidak ada toleransi dalam terhadap pelaku yang sengaja dan lalai, sehingga ngakibatkan lahanya terbakar," kata Kasat Febri.

Adapun barang bukti yang diserahkan penyidik Polres Inhu kepada JPU Kejaksaan Inhu diantaranya adalah, satu buah korek api, tiga batang kayu bekas terbakar, satu buah sekop, satu buah cangkul, satu buah garpu, satu buah ember bekas terbakar serta bukti dua batang besi bekas terbakar turut diserahkan menjadi barang bukti.

Terpisah, PS Paur Humas Polres Inhu Aipda Misran menerangkan, Kapolda Riau sudah membuat target 100 hari kerja penanganan proses penyelidikan dan penyidikan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang di tangani penyidik polisi harus tuntas dalam waktu waktu 50 hari kerja sejak dilakukan penyelidikan.

"Kapolda menekankan, perkara Karhutla sudah harus tahap dua dalam waktu 50 hari kerja, tahap dua itu tersangka bersama barang bukti dilimpahkan ke jaksa untuk di tuntut," kata Misran menjelaskan instruksi Kapolda Riau Irjen Pol Agung Setya kepada wartawan di Rengat.

Sebagai gambaran, selain perkara masyarakat yang melakukan pembuatan kebun dengan cara membakar, disejumlah wilayah Inhu korporasi ada juga dalam proses penyelidikan terhadap kebakaran lahan perkebunannya dalam jumlah luas, seperti di areal perkebunan PT Teso Indah di Kecamatan Rengat Barat dan lahan perkebunan PT Tugu Palma Sumatra di wilayah Kecamatan Seberida serta sejumlah korporasi lainya. **Prc


Akses PelitaRiau.Com Via Mobile m.pelitariau.com

TULIS KOMENTAR

BERITA TERKAIT

BERITA LAINNYA

shadow
Copyright © 2014 PelitaRiau.Com All right reserved