• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1110 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2388 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2754 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5309 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2433 Kali

  • Home
  • Sindikat
  • Indragiri Hulu

Kisah Menakjubkan Kembalinya Doni ke Aceh Bertemu Keluarga yang 26 Tahun Hilang Diculik

Yudha

Selasa, 25 Desember 2018 23:27:01 WIB
Cetak
Kisah Menakjubkan Kembalinya Doni ke Aceh Bertemu Keluarga yang 26 Tahun Hilang Diculik
Iskandar Doni (rompi hitam) Saat Foto bersama Keluarganya di Aceh

PELITARIAU, Aceh - Setelah 26 tahun lebih diculik, Iskandar Doni kembali ke kampung halamannya di Idi, Aceh Timur. Doni diculik sekitar 1993 oleh seorang perempuan berinisial I. Dia kemudian dibawa ke Medan dan setelah itu ditinggalkan.

Menurut Doni, saat diculik ia berumur sekitar empat tahun. Saat itu I datang kepada ibu Doni, Zainab. I meminta kepada Zainab untuk mengambil Doni. Dia bilang disuruh neneknya Doni. Zainab pun mengiyakan tanpa menaruh curiga.

"I berjanji tidak akan lama," ujar Doni saat berkunjung ke Kantor Berita Aceh di kawasan Batoh, Banda Aceh bersama sebuah komunitas ADO atau Awak Droe Only, baru-baru ini, seperti diberitakan KabarBeritaAceh.one, Selasa (25/12/2018).

Yang terjadi selanjutnya, I membawa Doni hidup bersamanya. Mereka berpindah-pindah dari satu rumah ke rumah lainnya, dari satu kabupaten ke kabupaten lain, dari Aceh hingga Medan, Sumatera Utara. "Juga pernah menetap di kawasan Toba hingga Tanjung Balai," ujar Doni. Nama Doni tersebut pemberian dari I. Adapun I saat itu sering mengenalkan dirinya sebagai Cut Fah.

Selain dia, kata Doni, sempat ada seorang gadis lain yang tinggal bersama mereka. Doni tak tahun siapa gadis tersebut. Ia hanya memanggilnya Kakak.

Suatu kali, mereka menginap di sebuah losmen kawasan Toba. Ketika giliran membayar uang sewa kawar, I tak mampu melunasinya. Ia pun kabur dari losmen dengan membawa Doni, sementara si Kakak ditinggalkan.

Namun, pemilik losmen yang dipanggil Opung, mengejar mereka. Doni diambil oleh Opung sebagai jaminan. Dia berjanji Doni akan diserahkan kembali setelah uang sewa dilunaskan. Sementara si Kakak dibebaskan karena dianggap tidak ada sangkut paut keluarga dengan I.

Sekian lama Doni tidak kunjung ditebus. "Bahkan Opung mengatakan I tidak akan kembali," ujar Doni. Akhirnya, dia tinggal bersama Opung yang berbeda agama dengannya. Hal ini diketahui Doni ketika ia dewasa. Saat itu, ia makan apa saja yang dikonsumsi keluarga Opung.

Sementara Doni terus mengingat Zainab. Ia rindu masakannya ibunya. "Kasus penculikan yang dulu sempat heboh terhadap Doni, sempat disiarkan di media lokal pada 1993, bahkan sudah dilaporkan ke kepolisian," ujar T Yusra, koordinator ADO.

Setelah tinggal beberapa waktu dengannya, Opung menyerahkan Doni kepada seorang kerabatnya yang juga tinggal di kawasan Toba. Doni memanggilnya Opung Silaban. Di tempat baru ini, Doni merasa tidak nyaman. "Sebab hampir setiap saat saya mendapat perlakuan kasar dari Opung Silaban," ujar Doni.

Agak lama Doni tinggal dengan Silaban. Usianya sudah menjelang remaja tapi Doni belum bisa menghitung berapa umurnya saat itu. Tidak tahan dengan kondisi tersebut Doni memilih kabur dan kembali ke losmen tadi.

Si pemilik losmen masih ingat dengannya. Doni ditanyakan terus soal I yang tidak pernah lagi muncul ke losmen.

Opung pemilik losmen itu kemudian mengizinkan Doni tinggal dan bekerja di penginapan tersebut. Malang bagi Doni, setelah beberapa lama bekerja ia dituding tidak jujur. Doni pun diusir dari penginapan.

Bermodal nekad ia kembali ke rumah Opung yang pernah menampungnya. Kini ia bertugas menjaga cucu Opung. Oleh Opung, Doni kini dipanggil Ucok. Saat itu, Doni juga sering diajak ke gereja setiap Minggu. Doni yang tidak paham manut saja.

Seiring waktu, Doni memutuskan pergi dari rumah tersebut. Ia menuju kawasan Tarutung dan bekerja di kebun sawit. Saat itu usianya sekitar 14 tahun. Hampir setahun bekerja di kebun sawit, Doni diajak pergi ke kota oleh seseorang yang dikenalnya. Tidak lama di kota ia ikut bekerja berjualan kelapa ke Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Di Bukit tinggi, selain berjualan dia belajar membaca dengan seorang guru SD yang sayang kepadanya. "Bahkan dalam waktu dua pekan saya sudah mampu baca tulis," ujar Doni. Gurunya itu sempat menanyakan asal usul Doni. Doni menyebut dirinya berasal dari Aceh. Guru tersebut langsung mengingatkan bahwa Doni beragama Islam.

Doni kemudian diajak bekerja di rumah makan. Saat itu pemilik usaha melihat Doni sudah remaja namun belum dikhitan. Dia meminta Doni disunat dan belajar mengaji.

Tidak lama di rumah makan itu, Doni kembali berkelana. Saat itu ia ke Jambi bersama temannya, menjadi pengamen. Perjalanan hidup menjadi anak jalanan membuat hidupnya makin tak terarah. Bahkan ia ikut-ikut menghisap lem. Doni juga mencoba mengemis. Selama 10 tahun di Jambi, ia terus berganti aktivitas untuk bertahun hidup. Bahkan Doni pernah menjadi jurnalis sebuah media online.

Walaupun terus teringat akan wajah ibu dan ayah kandungnya, tidak banyak yang dikenang Doni tentang kampung halamannya. Dia hanya teringat kata Aceh, Landing, dan Banda Aceh.

Doni pernah mencoba mencari kampung halamannya. Dia pulang ke Aceh dengan menumpang bus tapi gagal karena tidak tahu alamat pasti. Saat itu usia Doni menjelang 28 tahun. Ia sudah menikah dan tinggal di Bukit Tinggi.

Setelah mencari tahu ke sana-sini, dibantu oleh ADO, Doni mendapatkan informasi bahwa keluarganya masih ada. Mereka tinggal di Kahju, Aceh Besar. Seperti mendapat rezeki yang sangat besar ketika Doni dipertemukan dengan keluarganya itu. "Haru biru suasana saat itu. Sangat disayangkan bahwa sekian lama dia hidup tanpa orang tua tanpa makan yang layak dan tanpa sekolah akibat ulah pelaku human trafficking 26 tahun yang silam," ujar Yusra. **PRC



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sindikat

Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan

Senin, 29 Juni 2026 - 23:44:30 WIB

PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.

Sindikat

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan

Ahad, 28 Juni 2026 - 13:19:08 WIB

PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.

Sindikat

Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:01:17 WIB

PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.

Sindikat

Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:46:24 WIB

PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.

Sindikat

Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam

Ahad, 14 Juni 2026 - 16:38:42 WIB

PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .

Sindikat

Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27:14 WIB

PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.

Terkini

  • +INDEX
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
04 Juli 2026
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
04 Juli 2026
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
04 Juli 2026
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
03 Juli 2026
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
03 Juli 2026
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
03 Juli 2026
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
03 Juli 2026
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 2 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 3 Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
  • 4 Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
  • 5 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 6 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 7 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved