Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
3 Minggu Berunding, Bos Freeport Pulang Dengan Tangan Hampa
PELITARIAU, Jakarta - Sejak berada di Indonesia tanggal 29 Agustus 2017, CEO Freeport McMoRan Richard Adkerson akhirnya pagi tadi, Jumat (15/9/2017) pulang ke Amerika Serikat. Hampir tiga pekan Richard menginap di Hotel Fairmont, Senayan, Jakarta untuk memperoleh detil perundingan atas lima poin negosiasi.
Namun, rupanya Richard tidak memperoleh kepastian apa-apa soal kepastian perpanjangan kontrak hingga 2041, pembangunan smelter, divestasi 51%, perubahan dari Kontrak Karya menjadi Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK), dan soal perpajakan.
Juru Bicara Freeport Indonesia, Riza Pratama menyatakan bahwa belum ada kemajuan apa-apa selain hal-hal yang dibicarakan pada tanggal 29 Agustus lalu saat konfrensi pers bersama Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Menteri Keuangan Sri Mulyani di kantor Kementerian ESDM. "Beliau (Richard Adkerson) baru pulang tadi pagi," pungkas Riza ke KONTAN, Jumat (15/9/2017).
Sumber KONTAN di kantor Kementerian ESDM membeberkan, pemerintah dibuat sakit kepala untuk merumuskan detil soal perundingan itu, khususnya soal perhitungan valuasi harga divestasi 51%, rumusan hitungannya masih belum pas.
Apalagi Freeport meminta supaya valuasi harga melalui mekanisme harga pasar dengan memasukan cadangan sampai tahun 2041
.
Adapun siapa yang akan mengambil divestasi saham 51% ini, pemerintah juga masih adu kuat dengan persepsinya masing-masing. Sumber itu membisiki, bahwa belum semua sepakat bahwa Holding BUMN Pertambangan yang mengambil divestasi saham.
"Ada yang kekeuh pemerintah yang harus ambil. Bukan Holding BUMN Pertambangan," terangnya kepada KONTAN, Jumat (15/9/2017). Namun sayang, ia enggan menyebutkan siapa orang tersebut.
Selain divestasi, yang masih sulit untuk diselesaikan yaitu mengenai penerimaan negara. Secara agregat penerimaan negara yang akan dikeluarkan oleh Freeport harus lebih besar dari sebelumnya.
Nah, Sumber KONTAN mengatakan bahwa pemerintah tengah kebingungan untuk mengeluarkan formula baru. "Karena tetap pakai nailedown, seperti yang sekarang. Tapi, pendapatan negara harus lebih besar. Pemerintah pusing akan buat formula yang seperti apa kalau pakai nailedown," terangnya.
Juru Bicara Kementerian ESDM Dadan Kusdiana menyatakan, terkait divestasi, pembahasannya memang dikoordinasikan oleh Kementerian BUMN, sedangkan yang terkait dengan stabilitas penerimaan negera oleh KemenKeuangan. "ESDM menunggu hasil pembahasan tersebut yang akan digunakan sebagai dasar perpanjangan IUPK," kata dia ke KONTAN, Jumat (15/9/2017).
Nah, Kementerian ESDM berharap kesepakatan dengan Freeport bisa selesai sebelum Oktober. Sebab, jika tidak ada kesepakatan maka ekspor Freeport akan dihentikan. Hal ini sesuai dengan status Freeport yang kini berstatus ganda, yakni IUPK dan KK.
Status ini diberikan Menteri ESDM berdasrkan Permen ESDM No 1/2017. Sebab, hanya yang berstatus IUPK yang boleh ekspor. "Semoga bisa lancar, maaf saya tidak boleh kasih pernyataan," ungkap Riza Pratama.(ram/tribunnews)
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









