• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2380 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2746 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5301 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Tokoh

Mengenang 40 Hari Patih Laman, Tutup Usia 101 Tahun

zulpen

Kamis, 08 Juni 2017 14:17:03 WIB
Cetak
Mengenang 40 Hari Patih Laman,  Tutup Usia 101 Tahun
Patih Laman tokoh suku Tuha Talang Mamak di Kabupaten Indragiri hulu (Inhu) Riau, Patih Lama peraih Piala Kalpataru, penghargaan kepadanya atas keberhasilannya menjaga hutan

RIAU memiliki sejarah panjang dengan Kalpataru. Anugerah tertinggi yang diberikan negara untuk para penyelamat lingkungan ini, pernah diberikan kepada Kepala Suku Talang Mamak Indragiri Hulu, Riau, Patih Laman. Patih mendapatkan Kalpataru karena perjuangannya menentang kerusakan hutan dan perluasan perkebunan kelapa sawit di Rakit Kulim, Taman Nasional Bukit Tigapuluh, Indragiri Hulu.

Sayangnya, Patih Laman yang meninggal dunia pada 15 Mei 2017 lalu dalam umur 101 tahun, tampaknya bersedih di alam kubur. Rohnya, mungkin belum bisa tenang, karena bumi tempat dia mencari makan dan berinteraksi dengan alam, makin punahranah diterjang derasnya arus okupasi lahan perkebunan kelapa sawit. Hutan Desa Rakit Kulim yang dulunya hijau dan menjadi tempat anak cucunya bermukim, kini telah berubah menjadi hutan kelapa sawit. Tak ada lagi satwa di rimba, tak ada lagi sungai manganak dan tak ada lagi suara alam. Laman dan Kalpataru terkalahkan oleh kejamnya uang dan kebijakan.

Gubuk kayu yang dulu tempat tinggalnya, kini tinggal kerangka. Tidak ada lagi dinding atau atapnya. Lantai gubuk pun hanya tinggal potongan-potongan batang kayu berdiameter kecil berjejer tanpa papan di atasnya. Lokasi di sekeliling gubuk sudah terang benderang. Hutan dengan pohon-pohon besar yang dahulu memenuhi halaman gubuk sudah tidak kelihatan lagi dan berganti dengan pohon-pohon kelapa sawit yang siap dipanen. Pemandangan di depan gubuk menjadi sangat kontras tatkala bunga berwarna kuning yang ditanam Patih Laman sedang mekar-mekarnya.

Dulu, di pondok kayu itu, Patih Laman melakukan "protes keras" atas perusakan hutan adat untuk dijadikan kebun kelapa sawit. Laman melakukan aksi semadi di gubuk hutan itu sendirian selama tiga pekan. Hanya saja, tubuh tuanya sudah tidak bisa lagi bertahan dan Laman pun jatuh sakit. Di tengah sakitnya, Laman berangkat ke Pekanbaru untuk mencari dukungan wartawan dan lembaga swadaya masyarakat pemerhati lingkungan untuk mengembalikan Piala Kalpataru. Namun, ada perbedaan pendapat di kalangan LSM pemerhati lingkungan sehingga pengembalian Kalpataru itu batal.

Yang pasti, protes Laman tidak didengar. Hutan Talang Mamak sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Hutan di sekeliling gubuk yang kini sudah ditanami kelapa sawit itu adalah sebagian kecil dari hutan adat yang tersisa milik suku Talang Mamak yang semakin tidak terkendali berubah menjadi kebun sawit. "Lebih baik saya mati ditembak bila hutan kami yang tersisa ini pun dijadikan kebun kelapa sawit," ujar Laman dengan nada sendu dan meneteskan air mata ketika itu.

Siapa Patih Laman? Patih Laman adalah pemimpin tertinggi Suku Tuha Talang Mamak di Inhu. Tahun 2003, Patih Laman adalah salah seorang penerima anugerah pelestarian lingkungan hidup, Kalpataru, dari Presiden Megawati. Kalpataru itu adalah penghargaan atas kerja keras suku Talang Mamak melestarikan empat hutan adatnya, yakni hutan adat Panyabungan dan Panguanan, Sungai Tunu, Durian Cacar serta hutan adat Kelumbuk Tinggi Baner yang luasnya hanya berkisar 1.800 hektar.

Hutan itu dahulunya sangat bagus dan indah, dipenuhi pepohonan alam, tinggi menjulang nan asri. Namun, kini nyaris tidak ada lagi sisa keasrian hutan yang pernah mendapat anugerah Kalpataru itu. Pemandangan di sana kini tidak ubahnya seperti lokasi perusahaan perkebunan kelapa sawit. Di mana-mana yang terlihat hanya kelapa sawit dan kelapa sawit. Kalaupun ada pemandangan berbeda, sesekali terlihat pepohonan karet yang tidak tertata rapi. Tidak tampak lagi pepohonan besar, kecuali satu dua pohon sialang yang masih dibiarkan hidup tinggi menjulang di hamparan pepohonan sawit, milik PT Selantai Agro Lestari yang bahkan membuat perumahan dan perkantoran di tengah-tengah hutan adat itu.

Hutan adat Talang Mamak memang nyaris tinggal nama saja. Padahal, pada tahun 2006, hutan itu sempat diagendakan untuk diperkuat payung hukumnya melalui peraturan daerah. Bupati Indragiri Hilir dan Ketua DPRD Inhu bahkan sempat menandatangani Surat Kesepakatan Bersama (SKB) Nomor 31 Tahun 2006 tentang Hutan Adat Suku Talang Mamak. Sayangnya, sejak SKB itu ditandatangani, tidak pernah ada lagi kelanjutan peraturan daerah yang sempat direncanakan itu. Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu pun seakan tidak peduli dengan kerusakan itu.

Patih Gading, cucu kandung Patih Laman yang kini menjadi penerus kepala suku Talang Mamak, mengatakan, hutan Talang Mamak telah menjadi korban kerakusan orang-orang yang tidak memikirkan lingkungan. Ada oknum Talang Mamak sendiri yang dianggap sebagai biang keladi penjualan lahan-lahan hutan kepada orang-orang luar. "Kami sudah melaporkan kasus penjualan hutan Talang Mamak itu kepada polisi. Hutan kami telah binasa. Hutan kami telah hancur. Sayangnya belum ada kelanjutan kasus itu. Saya berharap orang-orang itu dapat dihukum," tutur Laman ketika itu.

Patih Laman lahir di Rakit Kulim, Inhu, tahun 1916. Dia memang sangat dihormati warga dan anak memenakannya. Selain arif dan bijaksana, dia juga sangat memahami adat istiadat dan sejarah panjang suku Talang. Selain fasih berbahasa Melayu dan Minang, dia juga mengajar anak anak dan kemenakannya menggunakan bahasa Indonesia. Dia sering diminta tampil dan bicara mengenai Suku Talang, sampai ke luar Riau. Dia juga menguasai mantra-mantra Talang serta tunjuk ajar untuk anak kemenakan yang berasal dari ajaran “Langkah Lama” atau agama Islam yang dianutnya.

Dia sering bersyukur kehadirat Allah SWT, karena diberi umur panjang dan kesehatan yang tidak pernah benar benar memburuk. Dia diberi umur panjang sampai 100 tahun lebih, sehingga dia bisa mengikuti perkembangan suku Talang serta anak kemenakannya yang sebagiannya masih terisolir dan belum serius mendapatkan perhatian dari pemerintah. Namun kadang kadang dia juga bersedih, kenapa masih ada manusia yang selalu tidak puas, serakah, mengambil hak yang bukan miliknya bahkan tega teganya menghancurkan alam yang sejak Indragiri dipimpin oleh Sultan, selalu dijaga oleh nenek moyangnya.

Kini Patih telah tiada. Tapi Piala Kalpataru, masih ada di salah satu sudut rumah Patih Gading, cucunya. Kalpataru yang hanya bisa diam, ketika hutan hutan tak lagi ada. Selamat jalan Patih. Semoga rohmu bisa tenang di sisi Allah SWT, tanpa memikirkan hutan itu lagi. (R-Sky/Kps/Hln/DK)



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Tokoh

Fatimah Azzahra Curiga pada Negara

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:01:12 WIB

PELITARIAU.com - Pernah mendengar orasi Fatimah Azz.

Tokoh

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

Sabtu, 02 Mei 2026 - 19:13:48 WIB

PELITARIAU.com - KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan s.

Tokoh

Duka atas Kebakaran SMA Negeri 1 Meranti dan Harapan Transparansi

Kamis, 02 Oktober 2025 - 14:23:45 WIB

PELITARIAU.com - Kebakaran yang melanda SMA Negeri .

Tokoh

Risnandar Mahiwa Pj Walikota, Terbukti Korupsi dan Dilupakan Masyarakat

Ahad, 28 September 2025 - 23:18:20 WIB

PELITARIAU.Com - Sudah jatuh ditunggu kaca. Itu slogan anak-anak muda sekarang. .

Tokoh

Harlah KNPI, Iyai Mirza Berikan Kesempatan Pemuda Lampung Berpartisipasi Bangun Ekonomi Daerah

Kamis, 31 Juli 2025 - 21:08:57 WIB

PELTARIAU, Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak pemuda di .

Tokoh

Konsistensi ASEAN dalam Mendukung Palestina

Rabu, 09 Juli 2025 - 13:36:37 WIB

PENDERITAAN bangsa Palestina masih menjadi salah satu persoalan paling krusial d.

Terkini

  • +INDEX
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
03 Juli 2026
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 4 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 5 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 6 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
  • 7 Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved