Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1106 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2748 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5304 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali
Mendag: Penetapan HET Tak Rugikan Pengusaha
internet
PELITARIAU, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita menyatakan penetapan harga eceran tertinggi (HET) untuk gula pasir, minyak goreng dan daging beku tidak akan merugikan ritel modern.
Meski dia mengakui jika penetapan harga ini akan mengurangi keuntungan ritel modern tersebut.
Enggar mengungkapkan, sejumlah negara telah memiliki Undang-Undang yang mengatur harga bahan kebutuhan pokok yang dijual di pasar dalam negeri. Namun karena Indonesia tidak mempunyai aturan semacam itu, maka Kemendag mengatur dengan menetapkan HET.
"Di beberapa negara ada UU yang atur soal bahan kebutuhan pokok. Dengan aturan menteri perdagangn dan kerja sama dengan pengusaha (ritel modern). Dan ini sudah berjalan," ujar dia di Carrefour Duta Merlin, Jakarta Pusat, Rabu (12/4/2017).
Enggar menyatakan, HET ini bukan sebuah bentuk intervensi pemerintah terhadap harga jual bahan kebutuhan pokok yang dijual ritel modern. Namun, dengan adanya HET ini diharapkan bisa dijadikan harga acuan (leader price) bagi komoditas pangan serupa yang dijual di pasaran.
"Yang diuntungkan masyarakat tanpa membuat pengusaha rugi. Ini tidak intevensi. Pemerintah sangat berkepentingan dengan harga yang terjangkau. Dengan catatan, tidak ada yang dirugikan. Yang ada dikurangi untungnya," jelas dia.
Rencananya, penetapan HET ini akan diterapkan hingga September 2017. Nantinya, kemendag akan melakukan evaluasi terhadap kebijakan tersebut, bahkan tidak menutup kemungkinan harganya kembali turun.
"Ini berjalan sampai September untuk nanti kita evaluasi, kita bicara kembali. Bisa saja turun lagi (harga)," kata dia,
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Roy N Mandey mengatakan, pengusaha tidak mempermasalahkan turunnya keuntungan akibat kebijakan ini. Penurunan keuntungan telah terkompensasi dengan meningkatkan volume penjualan ketiga bahan kebutuhan pokok tersebut.
Sebagai contoh, dalam dua hari terakhir, Carrefour Duta Merlin mampu menjual 1 ton gula atau naik 20 persen dibandingkan sebelum penerapan HET.
"Kita dukung program ini selama pasokan lancar ke kami. Kecil sekitar 5 persen (penurunan keuntungan).Terjadi peningkatan volume (penjualan), kompensasinya di situ," tandas dia, sebagaimana diberitakan liputan6, Rabu (12/04/2017).***PRC
BERITA LAINNYA +INDEKS
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








