Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1108 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2751 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5308 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2432 Kali
Abate Diberikan Secara Gratis
Korban DBD di Rohul Berjatuhan, Awas Penipuan Penjualan Abate
Bubuk abate diberikan oleh Diskes Rohul secara geratis kepada masyarakat
PELITARIAU, Rohul - Ditengah meningkatnya penderita penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan tingginya curah hujan Dinas kesehatan (Diskes) Rokan hulu (Rohul) menghimbau kepada masyarakat agar waspada terhadap sejumlah oknum yang melancarkan aksinya dalam penawaran dan penjualan bubuk abate pembunuh jentik-jentik nyamuk.
Demikian dikatakan Kepala Dinas kesehatan (Dinkes) Rohul, Drg Grifino, dikonfirmasi pelaitariau.com melalui Kepala seksi (Kasi) Promosi Program, H Nana Sumpena. "Atas informasi dari RSUD Rohul, penderita penyakit DBD sudah memakan korban jiwa," kata Nana Kamis (08/12/2016) kemarin.
Dikatakannya, warga harus menolak untuk membeli paket abate obat untuk membunuh jentik-jentik yang ditawarkan dari sejumlah oknum tersebut. Bisnis gelap penjual abate campuran digencarkan oleh orang yang bertanggung jawab.
"Oknum mulai mengambil keuntungan dengan menawarkan paket bubuk abate secara Door To Door. Sejumlah paket abate yang disita dari oknum dan dijual perpaket kepada masyarakat adalah Abate campuran, yang dijual seharga Rp10.000 sampai Rp20.000", Ungkap Nana.
Diterangkannya, untuk 1 paket bubuk abate yang terdiri dari dua sampai 3 Pac, dijual seharga Rp10.000 sampai Rp20.000 per paket. Dalam kinerjanya, oknum datangi rumah-rumah warga, dan setiap rumah diwajibkan untuk membeli dengan alasan perintah dari Dinkes dan Puskesmas.
Dari penyebab DBD, Dinkes Rohul gencar mensosialisasikan peningkatan pelaksanaan 3M Plus untuk mencegah berkembangnya jentik nyamuk penyebab DBD. Untuk menyikapi bisnis gelap penjual abate campuran yang mengatasnamakan Dinkes Rohul,
Nana menyatakan, bahwa Dinkes tidak pernah memperjualbelikan obat untuk pembunuh jentik nyamuk. Justru sebaliknya, bubuk abate sudah disediakan banyak dan dibagikan ke Puskesmas untuk diberikan gratis ke masyarakat.
"Bila masyarakat ingin bubuk abate, mintalah di Puskesmas, dan apabila bubuk abate habis, masyarakat dapat langsung datang ke Dinkes untuk memberikannya secara gratis", Terangnya.**Hendra
BERITA LAINNYA +INDEKS
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.








