Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kasus DBD Pekanbaru Meningkat, Tercatat 834 Kasus serta 10 orang Meninggal
PELITARIAU, Pekanbaru - Menurut Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sepanjang Januari hingga minggu kedua November tercatat sebanyak 834 kasus. Dari jumlah tersebut telah memakan korban jiwa meninggal akibat DBD sebanyak 10 orang.
Artinya jumlah tersebut jauh meningkat jika dibandingkan tahun lalu, dimana ada 502 warga Pekanbaru yang terjangkit DBD.
Kadiskes Kota Pekanbaru, Helda S Munir saat dikonfirmasi mengatakan, sejauh ini pihaknya sudah melakukan langkah-langkah sosialisasi di setiap Puskesmas di 12 kecamatan di Pekanbaru.
"Untuk pencegahan akan bahayanya nyamuk Aides Aegypti yang akan muncul di musim penghujan ini kita sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat dan di puskesmas-puskesmas di Kota Pekanbaru, paling tidak hal ini bisa mengurangi penderita DBD," ungkap Helda, Rabu (23/11/2016).
Lanjut Helda, adapun sosialisasi yang diterapkan kepada masyarakat melalui Puskesmas yakni menggunakan lavitrap. Lavitrap itu adalah alat perangkap larva untuk menekan perkembangan biakan nyamuk Aedes Aegypt yang bahannya bisa dibuat dari bahan kaleng bekas yang dicat hitam atau botol agua yang diletakan setiap sudut halaman rumah masyarakat.
"Kita juga melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk terus melakukan pembersihan lingkungan maupun pekarangan rumah, seperti membersihkan selokan parit yang tersumbat oleh sampah-sampah, menguras bak mandi minimal seminggu sekali, menutup rapat tempat penampungan air," jelasnya.
Sementara untuk fogging sendiri, menurut Helda, tidak bisa secara langsung bisa mencegah perkembangan biakan nyamuk. Namun yang penting bagaimana masyarakat mau melakukan pencegahan tersebut.
"Masyarakat juga memiliki peran penting untuk menjaga pola hidup sehat dan bersih, agar kasus DBD dapat dicegah dan diminimalisir, karena untuk saat ini jumlah penderita DBD dari Januari hingga Minggu Kedua November sebanyak 843 orang, sedangkan korban yang meninggal akibat DBD sebanyak 10 orang," tandasnya.***(r 10/hrc)
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.








