Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kemenristekdikti: Profesi Dosen Semakin Langka dan Mahal
PELITARIAU, Bandung - Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) meminta para dosen dan tenaga kependidikan untuk berkinerja baik menyusul semakin langka dan mahalnya profesi itu pada masa yang akan datang.
"Dalam jangka waktu empat tahun ke depan, terdapat 10.000 dosen yang akan pensiun. Padahal dalam dua tahun ini, hampir tidak ada perekrutan dosen yang baru, artinya profesi dosen dan tenaga kependidikan semakin langka," ujar Direktur Jenderal Sumber Daya Iptek dan Dikti Kemristekdikti Ali Ghufron Mukti di Bandung dikutip okezone, Sabtu (29/10/2016).
Dia menjelaskan dalam waktu dua tahun terakhir, hampir tidak ada pembukaan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) untuk dosen, padahal kebutuhannya cukup mendesak.
"Memang ada tenaga dosen di perguruan tinggi negeri baru sebanyak 5.350 orang. Ini sedang digodok aturannya, bagaimana caranya mengangkat mereka sebagai pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja." Aturannya bisa melalui peraturan presiden maupun menteri. Untuk mengangkat dosen dan tenaga kependidikan di perguruan tinggi baru menjadi pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja, maka setidaknya memerlukan dana sebesar Rp300 miliar setahun.
"Umumnya mereka ingin menjadi PNS, karena alasannya lebih terjamin. Tapi sampai sekarang belum ada rekrutmen untuk dosen," lanjut dia.
Dia mengatakan kondisi dosen harus berkembang, tidak hanya kualitas tetapi juga jumlahnnya. Rasio dosen, lanjut Ghufron, akan mempengaruhi kualitas pendidikan.
"Memang ada kabar, akan dibuka formasi sekitar 1.500 untuk dosen, tetapi masih belum pasti juga." Menurut dia, yang perlu dipikirkan adalah bagaimana mengembangkan kualitas dosen yang ada sehingga lebih baik lagi kompetensinya. Kurangnya tenaga dosen, sedikit banyak akan mempengaruhi daya saing bangsa pada persaingan global.***(r 10)
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








