Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
AJI Mencatat Tahun 2016 Ada 18 Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis
PELITARIAU, Jakarta - Sepanjang tahun 2016, Aliansi Jurnalis Indonesia (AJI) mencatat ada 18 kasus kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan tugas peliputan.
Koordinator Advokasi AJI Jakarta, Erick Tanjung mengatakan pelaku tindak kekerasan terhadap wartawan ini dilakukan oleh beragam profesi seperti anggota DPRD, pejabat pemerintah, Satpol PP, polisi, TNI bahkan masyarakat.
Menurut Erick, dalam mengemban tugasnya sebagai organisasi jurnalis yang memperjuangkan kebebasan pers, AJI selalu mengawal proses penanganan kasus jurnalis yang menjadi korban kekerasan.
"Namun problemnya teman-teman yang menjadi korban kekerasan tidak mau melanjutkan proses hukum untuk menuntut pelaku. Sebagai organisasi profesi, AJI tentunya mengkedepankan kepentingan korban. Jadi kami tidak bisa apa-apa," katanya ketika berbincang dengan Okezone, Senin (17/10/2016).
Catatan Okezone sendiri, beberapa kasus kekerasan terhadap pewarta ini dilakukan oleh oknum TNI dam Polri. Bahkan baru-baru ini Panglima TNI, Jenderal Gatot Nurmantyo meminta maaf atas dugaan penganiayaan tersebut.
Hal ini dibenarkan oleh AJI. Seperti Agustus 2016 lalu, terang Erick, wartawan dianiaya oleh anggota TNI Angkatan Udara (AU) Medan saat melakukan kerja jurnalistik. Menurutnya ini adalah pelanggaran pidana dan melanggar kebebasan pers. Selang beberapa bulan, lanjut Erick kekerasan dari oknum TNI kembali terjadi.
"Oktober 2016 jurnalis Net TV di Madiun dianiaya oleh oknum TNI AD (angkatan darat)," katanya.
Oleh karena itu AJI mendesak Panglima TNI untuk mengawal proses hukum terhadap pelaku. Diharapkan proses yang berjalan harus transparan.
"Ini pelajaran bagi TNI bahwa jurnalis dilindungi oleh Undang-Undang Pers dalam melakukan kerja jurnalistik. TNI mulai dari atasan sampai prajurit bawahan harus tahu Undang-Undang Pers dan kebebasan pers," tukasnya. ***(prc)
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








