Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kesejahteraan Guru Belum Sebanding Kemajuan Kinerjanya
PELITARIAU, Jakarta - Upaya peningkatan kesejahteraan guru terus dilakukan pemerintah, salah satunya melalui tunjangan profesi atau sertifikasi guru. Sayangnya, hal tersebut belum sebanding dengan kemajuan kinerjanya. Beberapa guru masih belum memenuhi kompetensi, termasuk beberapa masalah lainnya.
Atas dasar tersebut Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) di Indonesia menyelenggarakan Konvensi Nasional Pendidikan Indonesia (KONASPI) guna membahas isu krusial guru, mencakup sistem rekrutmen calon guru, sistem pembinaan dan pengangkatan, terkait kurikulum, serta penempatan guru. Acara yang fokus pada arah kebijakan guru di Indonesia tersebut akan dihelat 12 sampai 15 Oktober dengan sekira 1.000 peserta.
"Persoalan guru harus diselesaikan dan disiapkan dengan pendidikan prajabatan. Namun bukan hanya dari LPTK yang membina. Karena user guru ini Kemdikbud," ujar Rektor Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Prof Dr H Djaali dalam konferensi pers KONASPI dikutip okezone, Selasa (4/10/2016).
Oleh sebab itu, Djaali mengajak pihak Kemdikbud berdiskusi untuk menyusun bersama apa yang terbaik, dalam pendidikan prajabatan maupun dalam jabatan. Menurut dia, hasil KONASPI menjadi rekomendasi tentang program mendesak yang harus dilakukan terkait guru.
"Kita over supply sarjana pendidikan tetapi tidak bisa diangkat jadi guru. Karena hanya lulusan profesi yang bisa jadi guru. Sedangkan berdasarkan data ada kekurangan guru sekira 300 ribu. Dalam hal ini kami dalam persiapan pengelenggaraan profesi guru reguler," sebutnya.
Guna menyiapkan guru berkualitas, imbuh Djaali, maka ke depan diperlukan saringan yang ketat. Apalagi, jika pendidikan profesi guru (PPG) dibatasi, yang lolos harus yang benar-benar berjiwa pendidik.
"Selama ini PPG masih penugasan dan baru sekira 12 ribu. Nanti akan dibentuk tim persiapan seleksi program studi, juga standar nasional pendidikan guru. Kita menyadari PPG harus dengan jaminan kualitas," tandasnya. ***(prc)
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.








