Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Di Siak Cegah Filariasis dengan Bagikan Obat Gratis ke Masyarakat
PELITARIAU, Siak - Guna mencegah penyebaran virus Filariasis (kaki gajah, red) di tengah masyarakat, petugas kesehatan Kampung Banjar Seminai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak, menggelar kegiatan pemberian/pembagian obat kaki gajah secara gratis kepada ratusan masyarakat dan anak-anak mulai, Sabtu (01/10/2016) siang, bertempat di Aula kantor desa.
Pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah yang dihadiri oleh ratusan warga dan anak-anak tersebut, juga dihadiri oleh Penghulu Kampung Banjar Seminai Hj Siti Aminah, Kadus Banjar Agung Herianto, Ketua RW, Ketua RT, serta seluruh kader Posyandu yang ada di Kampung Banjar Seminai.
Kepala Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Banjar Seminai H Suyadi menuturkan, bahwasanya pemberian obat filariasis yang digelar pada tanggal 1 Oktober 2016 ini, merupakan kali kelima sejak dijalankannya program pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah oleh Kementerian Kesehatan pada sekitar 5 tahun yang lalu.
“Pemberian obat pencegahan penyakit kaki gajah di Kampung Banjar Seminai tahun ini, merupakan kali kelima sejak dimulainya pada tahun 2012 lalu, yang kemungkinan tahun ini merupakan tahap terakhir,” terang Suyadi.
Selain menyediakan obat, para petugas kesehatan dan ibu-ibu kader Posyandu Kampung Banjar Seminai itu juga menyediakan air minum dan buah pisang, yang disediakan untuk anak-anak dan para orang tua yang tidak terbiasa meminum obat.
“Pada pemberian obat filariasis ini, para petugas juga telah menyediakan air minum dan buah pisang sebagai sarana mempermudah bagi anak-anak dan orang tua saat menelan obat, karena kebanyakan dari mereka terbiasa minum obat dengan air putih dan buah pisang,” lanjutnya.
Sebelum diberikan obat, sejumlah masyarakat (khususnya para orang tua lansia, red) diperiksa kondisi kesehatannya oleh petugas kesehatan, mengingat obat filariasis tersebut tidak dibenarkan dikonsumsi oleh masyarakat yang memiliki penyakit lever, diabetes, hipertensi dan ibu hamil.***(prc/int)
Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmenn.
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
PELITARIAU,Meranti - Unit Reskrim Polsek Tebing Tinggi, Polres Kepulauan Meranti.
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
PELITARIAU,Meranti - Kabupaten Kepulauan Meranti yang berstatus sebagai sa.
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.








