Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Bangun Ekonomi, Pemkab Inhu Perlu Anggaran Rp97 M
PELITARIAU, Inhu - Pemkab Inhu menyampaikan usulan pembangunan bidang ekonomi kepada Komisi B DPRD Provinsi Riau senilai Rp 97 miliar lebih. Usulan itu terdiri dari pengembangan industri kecil dan UKM, revitalisasi pasar serta pertanian dalam arti luas.
Menurut Kepala Bappeda dan Litbang Kabupaten Inhu, Junaidi Rachmat, pengembangan industri kecil dan UKM dilakukan melalui pembinaan koperasi, bantuan modal serta penguatan kelembagaan.
Sedangkan pembangunan pertanian dalam arti luas meliputi pembangunan kawasan agropolitan, terutama di Kecamatan Rakit Kulim, pengembangan agrobisnis padi sawah, pengembangan sentra pembibitan sapi di Desa Belimbing, Kecamatan Batang Gansal, optimalisasi BBP Petar, peningkatan SDM petani dan penyuluh serta rehabilitasi hutan dan lahan.
Khusus untuk pengembangan kawasan agropolitan Rakit Kulim sudah ditetapkan melalui SK Bupati Inhu Nomor : Kpts. 336/VI/2015 dengan dukungan dari 7 desa diantaranya Desa Kelayang, Desa Lubuk Sitarak, Desa Petonggan, Desa Kuantan Tenang, Desa Koto Baru, Desa Kampung Bunga, Desa Rimba Seminai.
“Kawasan agropolitan Rakit Kulim didukung adanya waduk Sungai Gemuruh seluas 22,65 hektare serta luas lahan sawah 482 hektare. Dengan adanya kawasan agropolitan Rakit Kulim ini diharapkan mampu menjadikan sentra industri padi di bagian barat Kabupaten Inhu. Sedangkan Kecamatan Kuala Cenaku sebagai sentra industri padi di bagian timur,” jelasnya.
Selain Kecamatan Rakit Kulim dan Kuala Cenaku, pengembangan agribisnis padi sawah juga dilakukan untuk Kecamatan Rengat, Sungai Lala, Peranap dan Kelayang.
Sedangkan untuk pembangunan sentra pembibitan sapi di Desa Belimbing, Kecamatan Batang Gansal, saat ini sudah tersedia lahan seluas 22 hektare, tenaga dokter hewan, petugas IB serta sapi bali 60 ekor dan sapi semental 10 ekor. Hanya saja, areal tersebut belum dipagar keliling. “Kami berharap Pemprov Riau dapat mendukung pengembangan sentra pembibitan Belimbing sehingga menjadi pusat bibit sapi wilayah Riau bagian selatan,” ungkap Kepala Dinas Peternakan dan Perikanan HM Sadar.(prc/hms)
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








