Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Ternyata 6191 KK Warga Meranti Masih BABS
ePELITARIAU, Meranti- Banyak kepala keluarga (KK) tidak memiliki jamban keluarga. Warga yang memiliki kebiasaan buang air besar sembarangan (BABS) justru lebih banyak.
Berdasarkan data di sarana sanitasi total berbasis masyarakat (STBM) Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, sebanyak 6191 KK di Kepulauan Meranti masih melakukan Buang Air Besar Sembarangan.
Nah, dari jumlah tersebut, lebih dari 100 KK terpicu untuk mengubah kebiasaan. Mereka tidak lagi buang hajat di sembarang tempat, seperti sungai atau kebun.
Sementara itu dari 47.293 KK yang tersebar di 9 kecamatan, akses jamban sebanyak 39786 unit yang terdiri dari jamban sehat permanen sebanyak 15870 unit. Dengan kata lain 23916 ribu jamban skala rumah tangga lainnya masih menggunakan jamban cubluk yang masih mencemari air tanah,dan 1316 KK lainnya masih menumpang.
Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti melalui Dinas Kesehatan terus mendorong masyarakat untuk membangun sarana sanitasi total berbasis masyarakat (STBM). Kami deklarasikan STBM demi meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Hingga saat ini ternyata masih banyak masyarakat di Kabupaten Kepulauan Meranti yang melakukan Buang Air Besar Sembarangan (BABS).
Kepala Program Pengeloaan Lingkungan Kesehatan Puskesmas Alah Air Kecamatan Tebingtinggi Dr. Nurmadiah Damar mengatakan bahwa program tersebut digalakkan sejak tahun 2014.
Fasilitator STBM Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Meranti Syarief Lukman Hakim juga merincikan bahwa dari data Puskesmas yang tersebar di sembilan Kecamatan sebanyak 4.460 KK belum mempunyai akses jamban,dari data itu tiga puskesmas belum termasuk yakni Puskesmas Bandul Alah Air, dan Kedabu Rapat.
Lebih lanjut Syarif mengatakan bahwa pihaknya akan terus meng ODF (open Defecation Free) kan kebiasaan masyarakat yang membuang air besar sembarangan.
"Untuk Propinsi Riau dari OD menjadi ODF, baru Kabupaten Kepulauan Meranti yang desa nya masuk kedalam tahap deklarasi," kata Syarief.***ek
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









