Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Diduga Ada Permainan Oknum, Potensi PAD Sektor Hotel dan Mall di Pekanbaru Minim
PELITARIAU, Pekanbaru - Ditengah tumbuh suburnya perkembangan hotel, mall dan restoran di kota Pekanbaru tak sebanding dengan perolehan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang diterima kota Pekanbaru. Minimnya PAD yang masuk ke daerah diduga akibat adanya permainan oknum Dispenda sendiri dan juga pengusaha tersebut.
Bahkan dari pengakuan Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Pekanbaru, Azharisman Rozie menyebutkan dari temuannyahanya sekitar 30 persen saja dari potensi pajak yang masuk ke PAD Pekanbaru.
"Saat ini kan kami masih pakai sistem manual yang lama. Jadi bukan tidak mungkin terjadi permainan oleh oknum Dispenda atau perusahaan," ungkapnya.
Dengan dugaan bocor nya pajak dari hotel dan mall ini tak dipungkiri menyebabkan terjadinya penurunan potensi PAD yang mungkin diterima. "Setidaknya hingga 70 persen PAD dari sektor itu hilang. Banyak penyebabnya," kata mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Pekanbaru ini.
Selain oknum bermain, Rozie juga menuding ada oknum-oknum pengelola hotel dan mall yang tidak transparan dalam menyampaikan laporan pendapatan. Penerimaan yang selama ini dilaporkan pihak hotel atau mall ke Dispenda jumlahnya masih terlalu kecil jika dibandingkan dengan kondisi real di lapangan.
"Saya tidak yakin dengan laporan yang disampaikan pihak hotel. Kita lihat saja seperti apa perkembangan hotel di Kota Pekanbaru. Bahkan tingkat hunian hotel cukup tinggi. Kalau tidak mana bisa hotel terus bertambah," ujarnya, pada Selasa (16/8/2016).
Untuk perbaikan dalam pengumpulan sektor-sektor yang berpotensi memberikan PAD, Rozie menyebut pihaknya sudah memiliki cara agar oknum yang dicurigai bermain tak mendapatkan kesempatan lagi. "Kami bentuk tim. Kami datangi hotel atau mall, tim in mengecek langsung ke lapangan," ungkapnya.
Selain itu, penjajakan penerapan sistem online kini juga terus berjalan. Beberapa bank yang mungkin dijadikan mitra kerjasama sudah sudah ditemui.
"Saya sudah bertemu dengan beberapa Pihak bank yang menawarkan kerjasama. Sekarang tinggal memilih mana yang lebih menguntungkan untuk Pemko Pekanbaru," tuturnya.
Untuk sistem online, konsultan ahli IT dari Jogjakarta sudah didatangkan guna membuat aplikasi yang akan digunakan termasuk sistemnya.
"Kami upayakan pembuatan sistem ini tidak membebani anggaran daerah. Salah satu caranya kami akan bekerjasama dengan bank," tutupnya.***(al)
Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Semangat membara mengiringi keberangkatan kontingen E.
Polresta Pekanbaru Terima Asistensi dan Verifikasi Lapangan Scaling Up Inovasi Pelayanan Publik Polri
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru menerima kunjungan Tim Asistensi da.
Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang
PELITARIAU,Meranti - Kabar dugaan tindak pidana pencurian dengan kekerasan (cura.
Pemkab Meranti Terus Tindak Lanjuti Rekomendasi BPK Atas Temuan Pada Dinas PUPR
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menegaskan komitmenn.
Erry Gading : PT Pelindo dan PT Bumi Meranti Agar Duduk kembali dan Jangan Dibiarkan Berlarut
PELITARIAU,Meranti - Berlarut larutnya dan belum ada kesepakatan persoalan perja.
Bupati Asmar Sambut Konsulat Malaysia Pekanbaru, Kepulauan Meranti Bidik Penguatan Kerja Sama Lintas Negara
PELITARIAU,Meranti - Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, menyambut k.








