Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Melihat Strategi Mendag Atasi Calo Daging Sapi
PELITARIAU, Jakarta - Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukito membeberkan, penyebab harga daging sapi lokal jauh lebih mahal ketimbang daging impor lantaran rantai distribusi daging lokal jauh lebih banyak. Maka, pemerintah saat ini mulai berusaha pangkas rantai distribusi tersebut.
Enggar menyebut, setidaknya terdapat enam hingga tujuh rantai distribusi daging sapi lokal. Di antaranya dicurigai ada pihak yang berperan sebagai calo hingga menyebabkan harga daging sapi lokal selangit.
Ia menjelaskan untuk rantai distribusi ada sekitar tiga tahapan, mulai dari impor dan ditempatkan di penggemukan sapi (feedlotter), rumah potong hewan, sampai ke pasar.
"Tapi kadang-kadang juga tiga setengah, ada satu pedagang besar atau calo juga lah. Tapi nanti kita hitung juga dia biaya angkutnya berapa," tuturnya.
Enggar mengungkapkan, salah satu upaya untuk memangkas rantai distribusi tersebut, pihaknya akan mendorong para pemilik penggemukan sapi yang biasanya melakukan impor juga ikut memasok sapi dari peternak lokal.
"Mereka akan kami bantu. Karena mereka kan biasa impor langsung potong, sekarang mereka harus ke desa ambil sapi. Tapi tentu itu belum bisa langsung seperti itu diterapkan. Mereka pasti menggunakan jasa orang lagi, tapi tidak sebanyak itu mata rantainya," tuturnya di Teluk Naga, Tangerang sebagaimana dikutip viva.co id, Minggu, 7 Agustus 2016.
Mendag memandang, jumlah rantai distribusi yang lebih banyak yang menyebabkan harga daging lokal sulit untuk diturunkan. Belum lagi ada kemungkinan pengusaha nakal yang memainkan harga di tengah rantai distribusi.
Meskipun terkesan akan melakukan bersih-bersih calo distribusi daging sapi, Enggar mengaku tidak akan serta merta mematikan mata pencaharian para calo tersebut. Pemerintah akan memikirkan upaya untuk memberdayakan para calo tersebut.
"Jadi kita kurangi secara bertahap, kita ingin cari solusinya dahulu bagaimana, solusi untuk mereka yang dipangkas. Kan biasanya mereka hidup dari itu, kalau langsung dipotong mereka bingung. Kita akan cari solusi, mungkin bisa jadi peternak," tuturnya.***(prc)
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








