Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Wakili Bupati, Asisten II Setda Inhil Hadiri Pelaksanaan Focus Group Discussion di Pekanbaru
PELITARIAU, Tembilahan- Bupati Inhil diwakili Asisten II Setda Inhil, Drs. Rudiansyah yang di dampingi Kepala Dinas Perkebunan dan Kabid Perdagangan (Disperindag) Inhil hadiri pelaksanaan Focus Group Discussion (FGD) Penyelesaian Permasalahan Expor dan Impor (Rencana Pengaturan Tata Niaga Ekpor Kelapa Bulat) di salah satu Hotel di Pekanbaru.
Kegiatan tersebut turut di hadiri Ketua, Wakil Ketua Komisi 2 DPRD Inhil serta Anggota, dan salah seorang Eksportir Kelapa yang ada di Inhil H.Sudirman serta Ikatan Petani Kepala Rakyat (IKPR) Inhil, M.Nasir, Rabu (13/7).
Kegiatan FGD yang di laksanakan selama 1 hari tersebut di taja oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Riau bekerjasama dengan Ditjen Perdagangan Luar Negeri-Kementrian Perdagangan RI, di buka oleh Kadisperindag Provinsi Riau, dengan mengundang Kabupaten Kepulauan Meranti, Bengkalis dan Inhil.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Riau dalam sambutan mengatakan, di laksanakannya FGD ini dalam rangka mengsinergikan Pemerintah Pusat dan Daerah mengenai harga kelapa yang selama ini di mainkan oleh pelaku usaha atau pembeli-pemmbeli kelapa.
"Kita berharap, dengan FGD ini semoga dapat menghasilkan sesuatu yang baik untuk petani kelapa kita yang ada di Provinsi Riau," ucapnya.
Sementara itu Asisten II Setda Inhil saat menghadiri FGD menyampaikan, kondisi kepala yang ada di Daerah Kabupaten Inhil saat ini sudah sangat jauh dari harapan, dimana pada tahun tahun 70-an merupakan primadona bagi masyarakat Inhil selain itu di pengaruhi juga harga kelapa yang saat ini sudah sangat murah di Daerah Kabupaten Inhil.
"Sehingga masyarakat kita tidak bisa melakukan perawatan terhadap kelapa dan lahan mereka yang saat ini sudah mendapat ancaman hama dan abrasi air laut," ulasnya.
Wakil Ketua Komisi II DPRD Inhil, Edi Gunawan pada FGD ini juga menyampaikan, sesuai kenyataan di lapangan harus memperhatikan turunan kelapa itu sendiri sehingga nilai tambah bagi masyarakat Petani Kelapa di Inhil.
Di samping itu, lanjut Edi Gunawan, petani kelapa saat ini butuh harga kelapa yang memadai dan uang untuk melakukan peremajaan kelapa.
"Maka dari itu di harapkan kepada Pemerintah Pusat untuk bisa mengatur regulasi harga kelapa," harap Edi Gunawan.
Untuk diketahui kegiatan tersebut menghadirkan narasumber 2 orang dari Kementrian Perdagangan RI dan 2 orang dari Dinas Perindustrian dan Perdagangan Inhil.***Bud/Adv
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









