Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
DPR Anggap Protes Cina Terhadap Penembakan Kapal Nelayan Mereka di Natuna Hal Biasa
PELITARIAU, Jakarta – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, TB Hasanudin menganggap wajar protes pemerintah China terkait penembakan dan penangkapan kapal nelayan mereka saat mencuri ikan di Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Indonesia. Menurutnya, TNI Angkatan Laut telah bertindak sesuai dengan prosedur.
"Saya kira begini, dalam dunia diplomasi, protes memprotes itu hal biasa. Tapi sebagai negara sahabat, antara Indonesia China bisa diselesaikan baik-baik dan dengan jalan damai," kata Hasanudin di gedung DPR RI, Jakarta, Rabu 22 Juni 2016 sebagaimana diberitakan viva.co.id
Politisis PDIP ini meminta Kementerian Luar Negeri Indonesia bisa duduk bersama dengan pemerintah China. Hal ini penting agar kedua negara memahami batas wilayah masing-masing meski di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE).
"Jadi semua tahu mana batas kiri, mana batas kanan, mana yang diperbolehkan mengambil ikan, mana yang sebatas hanya lewat. Sesudah itu dikawal masing-masing, baik oleh Angkatan Laut kita, atau dengan Bakamla kita," paparnya.
Hasanudin mengakui ada berbagai macam versi mengenai peristiwa tersebut. Hingga kabar adanya nelayan China yang tertembak dalam peristiwa penangkapan oleh TNI AL.
"Menurut petugas kita, memang tidak ada sampai luka. Dan penembakan langsung kepada awak kapal nelayan China tidak ada," ucapnya.
Sebelumnya, otoritas Tiongkok menuduh Indonesia menembak nelayan mereka dan melukai satu di antaranya, saat menangkap kapal ikan di perairan Natuna. Kementerian Luar Negeri Tiongkok menyampaikan protes keras terhadap tindakan yang mereka sebut sebagai pelecehan Angkatan Laut Indonesia kepada nelayan tersebut.
Meski begitu, Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Lestari Priansari Marsudi menegaskan, hubungan kedua negara baik-baik saja, dan komunikasi masih berjalan terus.
"Hubungan kita dengan Tiongkok juga baik. Ini adalah masalah penegakan hukum bukan masalah politik. Jadi kita address isunya secara penegakan hukumnya," kata Retno di kantor Kementerian Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu, 22 Juni 2016.
Menurut Retno, Indonesia akan terus melakukan penegakan hukum di perairan Natuna, karena masuk dalam zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia. Walaupun Tiongkok mengklaim sebagian besar perairan Laut Tiongkok Selatan ke dalam wilayah mereka, dengan membuat titik wiayah yang dikenal sebagai ‘nine dashed line’.
"Kita akan konsisten melakukan penegakan hukum di wilayah ZEE kita. Jadi buat Indonesia, kita tidak ada overlapping claim dalam bentuk apapun di perairan Indonesia dengan Tiongkok. Posisi kita sudah jelas dan saya sudah sampaikan beberapa kali," ujar Retno.**
Ketua DPRD Inhu Rehabilitasi Ruang Guru TK Islam Gerbang Sari di Momen Hari Guru Nasional
PELITARIAU, Inhu – Suasana haru dan penuh sukacita terasa di Taman Kanak kanak.
DPRD Inhu Komitmen Realisasikan Tuntutan 20 Persen Lahan Kemitraan Desa Sungai Lala
PELITARIAU, Inhu – Tuntutan masyarakat Desa Sungai Lala Kecamatan Sungai Lala .
Hak Karyawan Harus Jadi Prioritas di Tengah Penyitaan Kebun Sawit di Inhu Oleh Satgas PKH
PELITARIAU, Inhu – Penyitaan sejumlah areal perkebunan kelapa sawit oleh Satua.
DPRD Inhu Desak Pemkab Bentuk Satgas Inventarisasi Barang Daerah
PELITARIAU, Inhu – Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu)-Riau, didesak se.
Dodi SPBU Serahkan Bantuan Pendidikan Rayyan Arkan Dika di Panggung JMSI Riau Award 2025
PELITARIAU, Kuansing - Momen haru dan penuh kepedulian mewarnai malam puncak per.
Ketua DPRD Inhu Sabtu Pradansyah Sinurat Terima Anugrah Legislator Futuristik Berbasis Kerakyatan
PELITARIAU, Kuansing – Jaringan Media Siber Indon.








