Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Pengabdian Pak Tatung Untuk Anak Suku Talang Mamak
PELITARIAU, Rengat - Syafarudin alias pak Tatung (53) yang sudah mengabdikan dirinya sebagai pengajar anak suku Talang Mamak sekitar 15 tahun, menjadi perhatian Anis Baswedan sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Republik Indonesia. Betapa tidak, warga Desa Rantau Langsat Kecamatang Batang Gansal Ini rela meninggalkan anak istri untuk mengajar warga.
Tidak hanya itu, ketika pengajar yang juga anak keturunan Talang Mamak ini, untuk mencapai lokasi sekolahnya butuh waktu satu hari satu malam. Karena lokasi sekolah di Dusun Sadan daerah itu hanya ada akses jalur sungai.
Hal itu pula yang menjadi dasar bagi Mendikbud untuk memberikan memberikan penghargaan kepada guru yang tidak tamak sekolah dasar (SD) itu. “Penghargaan itu yang diberikan Mendikbud atas jasa pak Tatung yang telah ikut serta mencerdaskan anak bangsa di daerah sulit dan terpencil,” ujar Kadisdik Inhu H Ujang Sudrajat SP Msi kepada Pelitariau.com melalui Kabid Pendidikan Luar Sekolah (PLS) Abdurrahman Spd, Selasa (31/5).
Menurut Abdurrahman, penyerahan penghargaan itu diberikan Mendikbud kepada pak Tatung di Jakarta pada minggu (29/5) kemarin. “Saya hanya sebagai pendamping,” ungkapnya.
Memang sebutnya, pak Tatung tercatat sebagai guru di daerah itu sejak beberapa waktu lalu. Akibat tidak memiliki ijazah, pihaknya juga kesulitan untuk mengangkatnya sebagai guru bantu. Sehingga, Pemkab Inhu hanya dapat memberikan uang transportasi. “Kedepan, tetap akan diupayakan dan dicarikan solusinya,” sebutnya.
Sementara itu, pak Tatung ketika dikonfirmasi membenarkan akan berangkat ke Jakarta untuk menerima penghargaan dari Mendikbud. “Saya tidak tau prosesnya hingga bisa menerima penghargaan ini,” sebutnya.
Pak Tatung menceritakan awal mula mengajar anak suku Talang Mamak yang jauh ketinggalan. Hal itu dilihatnya sendiri, ketika warga suku Talang Mamak saat berbelanja dipasar. Sehingga pada tahun 2001, yang dia awali dengan mengajar dari rumah kerumah.
Namun, saat ini sudah ada sekolah dinding papan berlantaikan tanah, tempatnya mengajar anak suku Talang Mamak. “Harapan saya hanya satu, ketika proses belajar ini sudah saya mulai. Hendaknya ada pemerintah dibelakangnya,” jelasnya.*Sry
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.









