Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Kementan Tidak Bertanggung Jawab Melonjaknya Harga Bawang Merah dan Cabai
PELITARIAU, Jakarta -Pada pekan kedua Maret, harga bawang merah dan cabai mengalami lonjakan tajam. Harga cabai jenis keriting dan merah besar di beberapa pasar dibanderol Rp 60.000/kg, cabai rawit merah Rp 70.000/kg. Sementara untuk bawang merah dijual Rp 45.000/kg.
Sebagai perbandingan, harga pada Februari lalu cabai rawit masih dibanderol seharga Rp 26.000/kg di eceran dan Rp 13.000/kg di pasar induk, cabai merah besar dan keriting Rp 43.000/kg di eceran dan Rp 36.000/kg di pasar induk, dan bawang merah Rp 26.000/kg di eceran dan Rp 17.000/kg di pasar induk.
Sekretaris Ditjen Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan) Yazid Taufik mengungkapkan, gejolak harga dua komoditas pangan ini bukan merupakan tanggung jawab kementeriannya. Gejolak harga di tingkat pedagang dianggap bukan kewenangan Kementan.
"Kementan pada posisi tanggung jawab peningkatan produksi. Termasuk meningkatkan kapabilitas petani supaya petani punya kelembagaan yang kuat dalam bentuk kelompok tani. Nggak mungkin dong petani sawahnya hanya 0,3 hektar jual langsung ke Jakarta, makanya kita kuatkan di produksi dan kelembagaan," katanya ditemui di Pasar Minggu, Jakarta, Minggu (13/3/2016) sebagaimana dikutip detikcom.
Yazid menyebutkan, jika sudah berada di luar produksi, seperti menyangkut biaya mahalnya ongkos logistik juga merupakan tanggung jawab banyak kementerian.
"Kalau perdagangan yah ada Kementerian Perdagangan. Transportasi angkutannya di Kementerian Perhubungan, jalannya rusak itu tanggung jawabnya Kementerian PUPR. Kayak macet di Brebes sampai saat ini juga bikin bawang mahal kan masalah tata niaga juga itu, masa kita yang benerin. Bukan salah (tata niaga), tapi perlu pembenahan," jelasnya.
Selain arus logistik yang buruk, Yazid menilai, fluktuasi harga juga tak lepas karena permainan harga di tingkat pedagang, dari tengkulak, pedagang besar di petani, hingga pedagang eceran.
"Masalah pangan kan yah kan menyangkut banyak orang. Jangan terlalu liberal lah, tetapkan yang wajar, masa Gerhana Matahari saja dijadikan momen naikkan harga. Yang terjadi sekarang bukan suplai kurang, produksi cukup," tutupnya.**
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.








