Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sepanjang Februari 2016 Riau Alami Deflasi 0,34%, Ini Penyebabnya
PELITARIAU, Pekanbaru- Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, mencatat pada rapat bulanan yang yang bertemapt di Kantor BPS Riau, Senin (1/3/2016) kemarin, Provinsi Riau mengalami deflasi 0,34% di sepanjang Februari 2016, hal ini dikarenakan melemahnya daya beli masyarakat terhadap bahan makanan. melemahnya daya beli bahan makanan ini berimbas dari musibah banjir yang terjadi di 4 kabupaten di Riau beberapa waktu yang lalu.
Dimana sebagian daerah terkena banjir merupakan daerah penghasil bahan pokok atau juga jalur utama keluar masuknya bahan-bahan pokok ke Riau. Daerah tersbut diantaranya Kabupaten Kampar, Kabupaten Rokan Hulu, Kabupaten Kuantan Singini dan Kabupaten Indragiri Hulu.
Saat dikonfirmasi pelitariau.com Kepala BPS Riau Mawardi Arsyad, Selasa (2/3/2016) mengatakan Hampir seluruh bahan makanan di Riau mengalami penurunan. Cabai merah adalah bahan makanan yang mengalami penurunan paling dalam mencapai 32,85%. Namun, di sisi lain, pelaku usaha kuliner di Riau meninggikan harga makanan jadi.
"Banjir menyebabkan stok bahan makanan di pasaran menipis. Akibatnya daya beli melemah dan menyebabkan harga bahan makanan jatuh," katanya, di Kantor BPS.
Akibat musibah banjir yang melanda sebagian wilayad di Provinsi Riau, ini sangat berdampak sekali pada pendistribusian bahan pokok yang biasanya didatangkan dari Provinsi tetangga, sperti Sumatra Barat dan Sumatra Utara. Selain itu, banjir di daerah sentra Kabupaten Kampar membuat produksi sayuran, padi dan ikan juga terganggu.
"Pemerintah Daerah setempat juga sudah mencatat total kerugian semua peternak ikan budidaya mencapai Rp12,5 miliar dan akan mempengaruhi prodduksi ikan budidaya Riau tahun ini," ungkap mawardi.
Banjir juga membuat 2.481 hektar sawah rusak atau puso. Sawah yang telah rusak itu secara otomatis akan berpengaruh terhadap angka produksi padi di Riau tahun 2016.***osp
Agrinas Dapat Dukungan Penuh Talang Mamak di Inhu, Patih Edi Darma dan Patih Sibun Ajak Jaga Kebun Yang Dikelola Pancawaskita
PELITARIAU, Inhu - Dukungan terhadap operasional pengelolaan ke.
Polsek Kelayang Lakukan Monitoring, Peternakan Kambing Warga di Kelayang Berkembang Pesat
PELITARIAU, Inhu – Menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah tahun 2026, jaja.
Dikelola PT Pancawaskita, Kebun Agrinas Rakit Kulim Jadi Harapan Ekonomi Baru Masyarakat Talang Mamak
PELITARIAU, Inhu - Dukungan masyarakat terhadap pengelolaan kebun kelapa sawit o.
Kapolsek Rengat Barat Cek Lahan Jagung Talang Jerinjing, Pastikan Program Ketahanan Pangan Berjalan
PELITARIAU, Inhu - Komitmen mendukung program ketahanan pangan nasional terus di.
Ini 7 Kegiatan Maraton Ketahanan Pangan Polsek Rengat Barat Di Hari Libur
PELITARIAU, Inhu – Meski dalam suasana hari libur nasional untuk peringatan Ha.
Ketahanan Pangan Jadi Prioritas, Polsek Rengat Barat Aktif Dampingi Program P2B
PELITARIAU, Inhu - Dalam rangka mendukung Program Asta Cita Presiden Republik In.









