Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1110 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2753 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5309 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2433 Kali
Ini Gejala Virus Zika, Diskes Inhu Anjurkan Masyarakat Periksa Kesehatan
virus zika akibat dari giditan nyamuk
PELITARIAU, Rengat- Dinas kesehatan Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) menyatakan, belum menemukan adanya penularan virus Zika yang diakibatkan dari gigitan nyamuk, virus Zika merupakan virus penularanya melalui nyamuk. Agar virus Zika tidak berkembang di Inhu maka masyarakat tetap melakukan 3M.
Kepala Dinas kesehatan Inhu Suhardi berbincang dengan pelitariau.com usai menghadiri pelantikan Sekda Inhu H Agusrianto SH Kamis (11/1/2015) menjelaskan, kalau virus adalah virus yang berasal dari gigitan nyamuk. Virus ini menyebabkan gejala ringan berupa demam, ruam, nyeri sendi dan kemerahan mata. Jika terinfeksi bisa benar-benar menjadi sakit dengan gejala lanjutan.
"Jika memiliki demam dengan ciri-ciri mata merah, maka periksakan kedokter, yang jelas di Inhu sesuai data yang ada, belum ada masyarakat yang terinveksi virus zika," kata Suhardi.
Menurut pejabat yang gemar membaca buku ini, agar nyamuk tidak berkembang dilingkungan, maka setiap rumah tangga harus melakukan 3M, yaitu Menguras secara rutin tempat penampungan air, Mengubur barang bekas serta Menabukan bubuk abate pada setiap tempat penampungan air. "Lebih baik mencegah dengan cara itu dan menjaga lingkungan tetap bersih," jelasnya.
Seperti dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC dan P) yang dilansir oleh Time.com, perempuan hamil harus menunda setiap perjalanan ke tempat-tempat di mana virus Zika saat ini mewabah. Jika seorang wanita hamil harus melakukan perjalanan ke salah satu lokasi, mereka harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti saran untuk menghindari gigitan nyamuk. Menggunakan obat nyamuk, memakai kemeja lengan panjang dan celana panjang, serta tinggal di tempat-tempat dengan udara pendingin.
Apakah virus Zika bisa berakibat fatal? Tidak, tapi dapat menimbulkan risiko terhadap janin pada wanita hamil yang terjangkit virus ini. Virus bisa menimbulkan microcephaly, yakni suatu kondisi di mana bayi memiliki kepala kecil dan perkembangan otak yang nggak sempurna.
Di Amerika Latin, Brasil merupakan negara yang mengalami lonjakan pada 2015 terhadap virus zika ini. Kebanyakan orang sembuh dari penyakit diikuti dengan kelemahan dan kelumpuhan dalam beberapa kasus, karena sistem kekebalan tubuh menyerang saraf dalam tubuh.**zpn.
Kepala Dinas kesehatan Inhu Suhardi berbincang dengan pelitariau.com usai menghadiri pelantikan Sekda Inhu H Agusrianto SH Kamis (11/1/2015) menjelaskan, kalau virus adalah virus yang berasal dari gigitan nyamuk. Virus ini menyebabkan gejala ringan berupa demam, ruam, nyeri sendi dan kemerahan mata. Jika terinfeksi bisa benar-benar menjadi sakit dengan gejala lanjutan.
"Jika memiliki demam dengan ciri-ciri mata merah, maka periksakan kedokter, yang jelas di Inhu sesuai data yang ada, belum ada masyarakat yang terinveksi virus zika," kata Suhardi.
Menurut pejabat yang gemar membaca buku ini, agar nyamuk tidak berkembang dilingkungan, maka setiap rumah tangga harus melakukan 3M, yaitu Menguras secara rutin tempat penampungan air, Mengubur barang bekas serta Menabukan bubuk abate pada setiap tempat penampungan air. "Lebih baik mencegah dengan cara itu dan menjaga lingkungan tetap bersih," jelasnya.
Seperti dilansir dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC dan P) yang dilansir oleh Time.com, perempuan hamil harus menunda setiap perjalanan ke tempat-tempat di mana virus Zika saat ini mewabah. Jika seorang wanita hamil harus melakukan perjalanan ke salah satu lokasi, mereka harus berkonsultasi dengan dokter dan mengikuti saran untuk menghindari gigitan nyamuk. Menggunakan obat nyamuk, memakai kemeja lengan panjang dan celana panjang, serta tinggal di tempat-tempat dengan udara pendingin.
Apakah virus Zika bisa berakibat fatal? Tidak, tapi dapat menimbulkan risiko terhadap janin pada wanita hamil yang terjangkit virus ini. Virus bisa menimbulkan microcephaly, yakni suatu kondisi di mana bayi memiliki kepala kecil dan perkembangan otak yang nggak sempurna.
Di Amerika Latin, Brasil merupakan negara yang mengalami lonjakan pada 2015 terhadap virus zika ini. Kebanyakan orang sembuh dari penyakit diikuti dengan kelemahan dan kelumpuhan dalam beberapa kasus, karena sistem kekebalan tubuh menyerang saraf dalam tubuh.**zpn.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.
Titiek Soeharto Apresiasi Transformasi Nusakambangan, Jadi Sentra Ketahanan Pangan dan Pembinaan Warga Binaan
PELITARIAU, Cilacap – Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, mengapresiasi t.








