Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1127 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2800 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5354 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2450 Kali
Pelantikan Bupati Terpilih Dilaksanakan di Ibukota Provinsi
Mendagri Tjahjo Kumolo
PELITARIAU, Jakarta – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo membatalkan wacana pelantikan bupati/walikota di Istana Negara. Pelantikan kepala daerah terpilih ini dikembalikan ke ibu kota provinsi sesuai amanat undang-undang No. 8 Tahun 2015.
"Jadi (pelantikan dikembalikan ke daerah) karena undang-undangnya demikian. (Kalau serentak di Istana? Negara,red) harus merubah undang-undang dulu. Kan enggak mungkin," kataTjahjo seperti dalam rilis yang dibuat Kemendagri Rabu (3/2).
Meski pelantikan pasangan bupati/wali kota urung dilaksanakan di Istana, namun, kata Tjahjo tidak mengurangi makna dari tujuan gagasan keserentakan Pilkada. Sebab, usai dilantik nanti para pasangan kepala daerah ini akan tetap diundang ke Jakarta.
"Jadi nanti (ada memberi masukan)? presiden, para menteri koordinator, komisi pemberantasan korupsi dan kejaksaan," ujarnya.
Soal adanya wacana merevisi aturan, agar pelantikan pasangan bupati/wali kota dapat dilakukan di Istana, Tjahjo belum dapat memberi kepastian. Menurutnya, hal tersebut tergantung pada hasil pembahasan pemerintah dengan DPR nantinya.
"??Tergantung dengan DPR nanti. Kalau mau dirubah bisa saja. Toh keputusannya pusat. SK-nya (surat keputusan penetapan pasangan kepala daerah) kan SK pusat. Tapi yang melantik (selama ini,red) gubernur," ujar Tjahjo.
Sebelumnya, Tjahjo memang mengagendakan pelantikan kepala daerah tingkat 2 ini berlangsung di Istana Negara bersamaan dengan Gubernur dan wakil gubernur. Namun UU No. 8 Tahun 2015 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota telah mengatur lain kondisi tersebut.**hf.
"Jadi (pelantikan dikembalikan ke daerah) karena undang-undangnya demikian. (Kalau serentak di Istana? Negara,red) harus merubah undang-undang dulu. Kan enggak mungkin," kataTjahjo seperti dalam rilis yang dibuat Kemendagri Rabu (3/2).
Meski pelantikan pasangan bupati/wali kota urung dilaksanakan di Istana, namun, kata Tjahjo tidak mengurangi makna dari tujuan gagasan keserentakan Pilkada. Sebab, usai dilantik nanti para pasangan kepala daerah ini akan tetap diundang ke Jakarta.
"Jadi nanti (ada memberi masukan)? presiden, para menteri koordinator, komisi pemberantasan korupsi dan kejaksaan," ujarnya.
Soal adanya wacana merevisi aturan, agar pelantikan pasangan bupati/wali kota dapat dilakukan di Istana, Tjahjo belum dapat memberi kepastian. Menurutnya, hal tersebut tergantung pada hasil pembahasan pemerintah dengan DPR nantinya.
"??Tergantung dengan DPR nanti. Kalau mau dirubah bisa saja. Toh keputusannya pusat. SK-nya (surat keputusan penetapan pasangan kepala daerah) kan SK pusat. Tapi yang melantik (selama ini,red) gubernur," ujar Tjahjo.
Sebelumnya, Tjahjo memang mengagendakan pelantikan kepala daerah tingkat 2 ini berlangsung di Istana Negara bersamaan dengan Gubernur dan wakil gubernur. Namun UU No. 8 Tahun 2015 tentang pemilihan gubernur, bupati dan walikota telah mengatur lain kondisi tersebut.**hf.
BERITA LAINNYA +INDEKS
GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia
PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.
Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel
PELITARIAU, Bogor - Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.
Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah
PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.
Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak
PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.
Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya
PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.








