Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Waduh...Liput Kampanye Calon Bupati, 2 Wartawan Dipukul Oknum Polisi
PELITARIAU, - Dua wartawan media Sulawesi Selatan (Sulsel) dipukul oknum polisi berinisial AS saat meliput kampanye salah satu calon Bupati Soppeng, Rabu (3/12/2015).
Kedua wartawan itu adalah Aziz dari harian Tribun Timur dan Jamardin Nurdin, wartawan Koran Sindo Makassar.
Azis mengatakan dia dan Jumardin dipukuli oknum polisi itu saat tengah mengambil gambar suasana kampanye calon Bupati Soppeng Luthfi Halide di atas trotoar di dekat lokasi kampanye.
"Tiba-tiba oknum polisi tersebut datang dan menyuruhnya turun ke Lapangan Gasis yang menjadi lokasi kampanye kandidat. Dia lalu mendorong saya untuk turun katanya tidak boleh ambil gambar di situ," katanya.
Azis lalu memperlihatkan tanda pengenalnya sebagai wartawan harian Tribun Timur kepada oknum polisi itu. Namun, oknum polisi itu malah naik pitam dan menantang.
"Setelah saya kasih lihatkan identitas saya dan bilang saya ini dari Tribun Timur, lalu oknum polisi ini bilang kenapa memang kalau wartawan," kata Aziz.
Oknum polisi yang marah itu kemudian mendorong Azis dan melayangkan pukulan sebanyak dua kali yang mengenai punggung wartawan itu.
"Kemudian saya dipukul polisi tersebut pada punggung sebanyak dua kali," papar Azis.
Bukan hanya memukul, bahkan oknum polisi tersebut mengancam membunuh Azis jika membesar-besarkan kejadian itu seraya memperagakan adegan menggorok leher menggunakan tangannya.
"Oknum polisi itu lalu dengan nada tinggi menantang melaporkan kejadian itu. Dia bilang, silakan. Oknum polisi itu kemudian mengancam akan membunuh saya baik dengan kata-kata maupun dengan menunjukkan gaya menggorok leher," ujar Azis.
Kapolres Soppeng, AKBP Dodied Prasetyo Aji membenarkan peristiwa pemukulan terhadap dua wartawan itu.
Setelah kejadian tersebut, Dodiet langsung memerintahkan Satuan Provost agar memproses oknum polisi yang memukul wartawan di lokasi kampanye.
"Memang anggota saya itu bertugas pengamanan dengan menggunakan pakaian preman. Sebelum pemukulan itu terjadi, keduanya terlibat adu mulut. Jadi saya sudah bilang ke Azis, tidak usah melapor ke Polda Sulselbar. Biar disini dilapor, kita akan tetap memprosesnya," kata Dodied. (kompas)
Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.
Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya
PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.
Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung
PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.
Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam
PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .
Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi
PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.








