Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1108 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2751 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5308 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2432 Kali
Tim SMPN1 Kota Pekanbaru Meraih Juara Basket
Mudrik Sulaiman, Tim SMPN 1 Yang Meraih Juara 1 Champion Bola Basket Kota Pekan Baru
PELITARIAU, Pekanbaru- Tim Bola Basket Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN1) Kota Pekanbaru Provinsi Riau berhasil meraih juara pertama Champion Basket Antar Pelajar (CBAP) tingkat sekolah yang diselwnggarakan oleh SMPN1.
Kejuaraan yang berlangsung sejak tanggal 15 November sampai (21/11/2015) di Lapangan SMPN1 itu diikuti hampir seluruh Perwakilan SMP Negeri dan Swasta se Kota Pekanbaru.
CBAP yang digelar setiap tahun itu, selain dan mengembangkan bakat serta pencarian bibit olahragawan yang berprestasi dikalangan pelajar SMP juga dalam rangka pembinaan Olahraga. Demikian dikatakan salah satu orang tua dari peserta yang menjadi juara.
Kompol Iman Ziadi Z SH Kabag Ren Polres Kepulauan Meranti, salah satu dari orang tua peserta mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dirinya terus mendorong anak-anaknya melalui program pembinaan yang berkesenambungan baik kademis non alademis sesuai yang diinginkan anak.
"Mudrik Sulaiman anak saya, dan juga salah satu dari perserta Tim SMPN 1 yang mendapatkan juara. Saya sangat terharu dan bangga dengan anak saya ini. Dengan situasi keluarga yang serba sibuk ini, tapi dia mampui mengendalikan diri hingga menjadi juara dengan timnya,"kata Kabag Ren ini.
"Saya tidak dapat menyaksikan anak saya dengan timnya masuk final. Sebab, saya sedang melaksanakan tugas negara, walaupun begitu saya sangat bersyukur karena Mudrik Sulaiman dapat membanggakan saya sebagai orang tua," tutupnya.***dni.
Kejuaraan yang berlangsung sejak tanggal 15 November sampai (21/11/2015) di Lapangan SMPN1 itu diikuti hampir seluruh Perwakilan SMP Negeri dan Swasta se Kota Pekanbaru.
CBAP yang digelar setiap tahun itu, selain dan mengembangkan bakat serta pencarian bibit olahragawan yang berprestasi dikalangan pelajar SMP juga dalam rangka pembinaan Olahraga. Demikian dikatakan salah satu orang tua dari peserta yang menjadi juara.
Kompol Iman Ziadi Z SH Kabag Ren Polres Kepulauan Meranti, salah satu dari orang tua peserta mengatakan, untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dirinya terus mendorong anak-anaknya melalui program pembinaan yang berkesenambungan baik kademis non alademis sesuai yang diinginkan anak.
"Mudrik Sulaiman anak saya, dan juga salah satu dari perserta Tim SMPN 1 yang mendapatkan juara. Saya sangat terharu dan bangga dengan anak saya ini. Dengan situasi keluarga yang serba sibuk ini, tapi dia mampui mengendalikan diri hingga menjadi juara dengan timnya,"kata Kabag Ren ini.
"Saya tidak dapat menyaksikan anak saya dengan timnya masuk final. Sebab, saya sedang melaksanakan tugas negara, walaupun begitu saya sangat bersyukur karena Mudrik Sulaiman dapat membanggakan saya sebagai orang tua," tutupnya.***dni.
BERITA LAINNYA +INDEKS
Open Turnamen Pengalihan Cup III 2026 Resmi Dibuka, 59 Klub Siap Perebutkan Gelar Juara
PELITARIAU, Inhil - Open Turnamen Sepak Bola Pengalihan Cup III Tahun 2026 Jumat.
Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi
PELITARIAU, Pelalawan - Tim Nabil FC lolos keputaran selanjutnya piala Gubernur .
Pemprov Riau Dukungan Penuh, Fasilitas GOR Remaja Jadi Pusat Kejuaraan Taekwondo
PELITARIAU, PEKANBARU - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau kem.
32 Tim Ramaikan Turnamen Futsal Piala SAPMA IPK Cup I Bengkalis
PELITARIAU, BENGKALIS – Sebanyak 32 tim dipastikan ambil bagian dalam Turnamen.
Dispora Riau Dorong Pembinaan Atlet Lewat Turnamen Desa
PELITARIAU, Kampar — Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kepemud.
4 Tahun Vakum, Bupati Cup Karta IPK Desa Kuala Kilan Kembali Digelar Meriah
PELITARIAU, Inhu – Setelah sempat vakum selama empat tahun akibat pandemi Covi.








