Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Gubri Pastikan RLH untuk Warga Miskin Tepat Sasaran
PELITARIAU, PEKANBARU - Gubernur Riau (Gubri), H Annas Maamun tidak ingin lagi program pembangunan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau tidak tepat sasaran. Terutama yang diperuntukkan bagi masyarakat miskin.
Dimana tidak ada lagi program-program pembangunan yang mubazir, apalagi program yang jelas-jelas untuk kepentingan masyarakat namun ternyata tidak tepat sasaran.
Kondisi ini juga yang membuat Gubri mengawal ketat seluruh program pembangunan yang dilaksanakan masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di Lingkungan Pemprov Riau. Seperti dilansir goriau.com
Salah satunya program pengadaan Rumah Layak Huni (RLH) yang memang hampir setiap tahun dilaksanakan. Namun Gubri, H Annas Maamun menilai program tersebut masih belum maksimal dan tepat sasaran secara menyeluruh.
"Semua program pembangunan yang dibangun harus bersentuhan dengan masyarakat. Jika dinilai ada program yang mubazir, bahkan tidak tepat sasaran, bagus dicoret saja," kata Gubri.
"Kita akan bangun Rumah Layak Huni untuk masyarakat miskin dan harus benar-benar yang memenuhi kriteria itu. Karena banyak yang menerima realisasi rumah itu tidak dari kalangan miskin," sambung Gubri.
Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPM Bangdes) Provinsi Riau mencatat hingga akhir tahun ini, Pemprov Riau akan membangun sebanyak 1.538 RLH yang tersebar di 702 desa.
"Mudah-mudahan terkejar, karena tahun depan kita juga akan melanjutkannya," kata Kepala BPM Bangdes Provinsi Riau, H Daswanto akhir pekan lalu.
Sementara untuk merealisasikan keinginan Gubri Annas Maamun, BPM Bangdes Riau melibatkan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP).
Hal itu ditempuh untuk menjadi dasar melakukan kebijakan secara menyeluruh. "Dari data yang dihimpun BPS tersebut nantinya diketahui berapa jumlah masyarakat yang berhak dan layak menerima RLH," terangnya.
Data yang diperoleh akan disesuaikan dengan data masayarakat miskin dari pemerintah kabupaten dan kota se-Riau. Jika terdapat perbedaan data, kemudian harus dilengkapi dengan pernyataan dari kelurahan setempat.
Secara prinsip, kata Daswanto, ketika rekomendasi dan data dari dua instansi vertikal itu sudah diperoleh, program tersebut sudah dapat dijalankan. (PR.cr.Ram)
Editorial : Ramdana Yudha
Komitmen Tanpa Toleransi, Seksi Kamtib Lapas Narkotika Rumbai Kembali Gelar Razia Rutin Blok Hunian
PELITARIAU, Pekanbaru – Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Kelas IIB Rumbai teru.
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
PELITARIAU,Meranti - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kepulauan M.
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
PELITARIAU,Pekanbaru - Polres Kepulauan Meranti menorehkan prestasi membanggakan.
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
PELITARIAU, PEKANBARU – Polresta Pekanbaru kembali menorehkan prestasi membang.
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Ketua Umum Dewan Pimpinan Harian Lembaga Adat Melayu Riau (.
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti bersama DPRD Kabupat.









