Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Rapat kordinasi Penanganan Kebakaran Lahan dan Hutan di Provinsi Riau
PELITARIAU, Pekanbaru- Rapat kordinasi penanganan kebakaran lahan dan hutan di Provinsi Riau Senin, (19/10) lantai tiga ruang melati Kantor Gubernur Riau.
Turut hadir dalam rakor ini Bupati Kampar Jefri Noer, dan sebagai narasumber Kepala BLH Riau Yulwiriati, Kepala Dinas Kehutanan Riau Fadrizal Labay, Pj Bupati Bengkalis Ahmasyah Harofy, Kepala Dinas Perkebunan dan Kasi data informasi BMKG Selamet Riadi.
Tampak juga hadir di dalam ruang rapat, Kepala Dinas Kesehatan Andra Sjafril, BPBD dan Kepala Satgas Nasional, Kol Inf Dwi Suharjono.
Dalam rakor kali ini, yang menjadi agenda pembahasannya adalah tentang penanganan kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di Provinsi Riau, dan bagaimana penanganannya, dalam hal ini Bupati Kampar Jefri Noer peserta rapat Yang Mewakili Kepala Daerah yang daerahnya terkena bencana kebakaran lahan dan huta.
Bupati kampar Jefri Nur mengatakan dalam Rakor di ruang rapat melati kantor gubernur riau mengatakan jangan ini aja yang di bahas tapi kinerja dengan anggaran untuk mengatasi yang kita pikirkan.
Selain itu juga Jefri tidak setuju dengan pembuatan kanal bloking dan embung-embung dengan alasan akan membuat gambut-gambut akan menjadi kering. Ujarnya di rakor penangulangan kebakaran lahan dan hutan di melati di kantor gubernur riau.
"Jangan coba-coba lahan gambut di bikin bloking kanal, maka air semua akan masuk ke situ, terjadilah kekeringan di lahan gambut itu, ga bisa itu, paling yang bisa kita buat adalah sumur artesis," kata Jefri Noer dalam rakor.
Namun ujar Ahmadsyah Harofy bahwa Bupati Kampar ini salah dalam menanggapi pembuatan kanal bloking ini, ungkapnya bahwa pemerintah bukan membuat kanal di lahan ganbut, akan tetapi menbuat skat kanal atau embung-embung.
"Anda salah dalam menanggapi hal ini pak, pemerintah bukan ingin membuat kanal bloking tapi membuat skat kanal dan embung-embung," ujar Ahmad kepada Jefri Noer.***osp
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.








