Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
"Sepak Bola bukan Matematika, Persib Belum Tentu Juara!"
PELITARIAU, Jakarta- Laga final Piala Presiden 2015 antara vs Sriwijaya FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada Minggu, (18/10/2015) menurut pelatih Gresik United, Liestiadi, bakal menyajikan ketegangan. Secara teknis Persib boleh diunggulkan, tapi menurut pelatih asal Medan tersebut, sepak bola bukanlah
Persib Bandungmatematika yang hasilnya serba pasti.
Persib memang memiliki materi pemain berkualitas di semua lini. Bahkan antara pemain pilar dengan cadangannya tak beda jauh. Namun Liestiadi meyakini laga ini tetap sulit bagi Persib, karena Sriwijaya FC bukanlah tim lemah.
Meski tak seatraktif dan seagresif Maung Bandung, Laskar Wong Kito dianggap mempunyai senjata mematikan. Liestiadi yakin, Persib bisa dalam bahaya besar jika keasyikan menyerang. Sebab, di mata Liestiadi, sang lawan sangat efektif saat melancarkan serangan.
“Buktinya bisa dilihat dari pertandingan lawan Arema Cronus di leg kedua semifinal. Mereka hanya sesekali melakukan serangan. Tapi setiap serangan yang mereka bangun selalu mengancam pertahanan lawan. Jadi sepak bola bukan matematika, Persib belum tentu menang,” ujar Liestiadi.
Ia yakin, Sriwijaya FC bakal tampil lebih ngotot dibanding sebelumnya. Apalagi kali ini mereka ditempatkan sebagai tim nonunggulan. “Dipandang sebelah mata akan memompa motivasi para pemain Sriwijaya FC. Ini yang harus diwaspadai oleh Persib,” ujarnya.
Hanya saja, mental juara yang dimiliki para pemain Persib dipercaya Liestiadi bisa meminimalkan beban mereka di laga tersebut. Terbukti, dua kali mereka kalah agregat di leg pertama, dua kali pula mereka mampu membalikkan keadaan di leg kedua.
Liestiadi sendiri yakin bentrokan ini bakal menyajikan tontonan seru dan menegangkan. Pasalnya, pelatih Sriwijaya FC Benny Dollo tidak akan menginstruksikan pemainnya untuk lebih banyak bertahan. Sebab itu sama saja dengan memberikan kesempatan Persib untuk terus menekan.
Kecepatan Titus Bonai, Patrich Wanggai, dan T.A. Musafri bakal dimanfaatkan oleh Sriwijaya FC untuk memaksimalkan setiap kesempatan yang mereka dapatkan. Sebaliknya, Persib bakal mencoba untuk menguasai bola selama mungkin dan berupaya menciptakan peluang sebanyak-banyaknya.
“Mereka punya pemain yang bisa melindungi bola dan mendistribusikan bola cukup baik. Kematangan para pemain Persib adalah modal besar bagi mereka untuk menguasai jalannya pertandingan. Jika mereka bisa meredam kecepatan Patrich dan Tibo, saya optimistis Persib bisa memenangkan pertandingan tersebut. Jika tidak, ambisi mereka membawa pulang gelar akan sirna,” ujar Liestiadi. (bola)
Open Turnamen Pengalihan Cup III 2026 Resmi Dibuka, 59 Klub Siap Perebutkan Gelar Juara
PELITARIAU, Inhil - Open Turnamen Sepak Bola Pengalihan Cup III Tahun 2026 Jumat.
Nabil FC Berhasil Maju Babak Selanjutnya Setelah Mengalahkan PSC Young Abadi
PELITARIAU, Pelalawan - Tim Nabil FC lolos keputaran selanjutnya piala Gubernur .
Pemprov Riau Dukungan Penuh, Fasilitas GOR Remaja Jadi Pusat Kejuaraan Taekwondo
PELITARIAU, PEKANBARU - Pengurus Provinsi Taekwondo Indonesia (TI) Riau kem.
32 Tim Ramaikan Turnamen Futsal Piala SAPMA IPK Cup I Bengkalis
PELITARIAU, BENGKALIS – Sebanyak 32 tim dipastikan ambil bagian dalam Turnamen.
Dispora Riau Dorong Pembinaan Atlet Lewat Turnamen Desa
PELITARIAU, Kampar — Gubernur Riau yang diwakili oleh Sekretaris Dinas Kepemud.
4 Tahun Vakum, Bupati Cup Karta IPK Desa Kuala Kilan Kembali Digelar Meriah
PELITARIAU, Inhu – Setelah sempat vakum selama empat tahun akibat pandemi Covi.








