Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Wakil Bupati Kepulauan Meranti Hadiri Seminar Daerah oleh Yayasan Pelopor Sehati di Selatpanjang
PELITARIAU, Meranti - Wakil Bupati Kepulauan Meranti Muzamil Baharudin SM MM, membuka secara resmi kegiatan seminar daerah dengan mengusung tema “Tantangan, Dinamika, Penegakan Hukum Menyongsong Masa Depan Meranti” yang di taja oleh Yayasan Pelopor Sehati Provinsi Riau di Aula Kantor Bupati, Selasa (22/07/2025).
Dalam sambutannya Wabup Muzamil menyampaikan bahwa permasalahan hukum sangat penting, karena hukum seperti racun yang apabila terkena di tubuh maka akan menjadi biru dan menjalar ke lingkungan terdekat, termasuk keluarga seperti anak dan istri yang terkena dampaknya.
“Tidak sedikit orang yang berada di mahligai tertinggi, dari menara gading yang terhormat jatuh ke bumi sampai tidak diingat kembali hanya karena persoalan hukum,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Kabupaten Kepulauan Meranti ke depannya akan terus semangat untuk tidak lagi terulang dengan persoalan hukum. Ia juga mengajak semua elemen masyarakat untuk mendukung pemerintah dalam membangun Meranti dengan bersih dan transparan, karena itikad baik saja tidak cukup namun juga harus mengerti dengan persoalan hukum.
"Dari awal pemerintahan kami, kami ingin lingkungan yang bersih karena ini adalah cikal bakal pemerintahan yang bersih. Kita terus menggesa hal ini untuk mewujudkan visi misi kami yaitu unggul, agamis dan sejahtera poin pertamanya adalah bersih,” Ujarnya.
Ketua Yayasan Pelopor Sehati Provinsi Riau Dr. Elviriadi mengatakan bahwa di Meranti ini masih sangat memerlukan inisiatif dari kaum intelektual seperti dari mahasiswa dan organisasi yang ada, dengan melihat kondisi geografis yang luas, tiga pulau yang besar dan aset produktif masyarakat yang rendah perlu di perhatikan dengan khusus.
"Sebagai mahasiswa, OKP maupun kaum intelektual perlu memberikan gagasannya terhadap perkembangan daerah namun tetap harus tau cara menyampaikannya, berikan kritik tetapi harus ada solusi", ujarnya.
Terkait permasalahan hukum, ia menilai masih perlu diberikan pemahaman bagi seluruh masyarakat, termasuk gerakan sosial yang dilakukan oleh kaum intelektual untuk membantu masyarakat.
"Riau ini tertidur masyarakatnya, hukum tak mengerti, politik bisa dimainkan sama elit politik maka harus dibangun dengan kritik, tapi kritik yang ada solusinya,” tambahnya.
Turut hadir sejumlah Kepala OPD, Mahasiswa, sejumlah LSM, Ormas dan OKP dilingkungan Kebupaten Kepulauan Meranti.**
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
PELITARIAU, Pekanbaru — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekanbaru mel.









