Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Polemik Water Intake, BEM Fahutan Unilak Pasang Spanduk Dibeberapa Titik:Minta Presiden Jokowi Turun ke Desa Sering
PELITARIAU, Pekanbaru - Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (BEM Fahutan Unilak) mengambil langkah tegas, terkait dengan tidak transparannya PT Riau Andalan Pulp and Paper, terkait polemik Water Intake dan limbah yang dihasilkan.
Protes mahasiswa ini disampaikan dengan melakukan pemasangan spanduk. Adapun spanduk yang berisi protes terhadap salah satu perusahaan kertas terbesar di Riau dipasang di beberapa titik.
Diantaranya di depan Kantor Gubernur Riau Jalan Sudirman, Kota Pekanbaru. Spanduk bertuliskan "Selamatkan Sungai Kampar!!! Berapa PH Limbah RAPP???
# BEMFAHUTANUNILAK, terpasang, Rabu (23/8/2023) dinihari.
Bukan hanya di depan Kantor Gubernur Riau, pemasangan spanduk dengan tulisan "Adakah AMDAL Water INTAKE dan Pembuangan LIMBAH RAPP???
Pak Presiden Jokowi Main-Mainlah ke DESA SERING Pelalawan
#BEM FAHUTAN UNILAK", terpasang di bagian luar, dekat pagar Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau.
Pemasangan spanduk bertuliskan "Pindahkan Water Intake RAPP
Benarkah PH Limbah RAPP 3,1???
PAK Presiden Jokowi Turun ke Riau Yuk
#BEM FAHUTAN UNILAK terpasang di Penyebarangan khusus pejalan kaki, di Jalan Sudirman, tepatnya sebelum Kantor DPR Riau.
Dalam press realese yang diterima dari BEM Fakuktas Kehutanan Unilak, Ketua Umum BEM Fakultas Kehutanan Unilak, Hakem Wirayuda, PT RAPP harus transparan dan menjelaskan kebenaran Water Intake dan berapa sebenarnya PH yang dihasilkan dari limbahnya.
"Penyelamatan Sungai Kampar dari pencenaran limbah yang tidak memenuhi baku mutu, memang harus lakukan pencegahannya. Kami hanya ingin mengetahui berapa sebenarnya unsur PH yang terkandung dalam Water Intake ini. Dan yang dialirkan ke kanal pembuangannya,"ujar Hakem Wirayuda.
Hakem juga berharap, Presiden Jokowi yang dikenal dengan pro rakyat, bisa turun ke Desa Sering, Kabupaten Pelalawan. Melihat secara langsung, kehidupan masyarakat yang menggantungkan hidupnya dispanjang aliran Sungai Kampar.
Dikatakan Hakem, Badan Ekesekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Kehutanan Universitas Lancang Kuning (Unilak), sedang membahas persoalan Water Intake ini. Setelah ini surat secara tertulis akan disampaikan kepada Presiden Jokowi dan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutan RI.
"Kita berencana mengirimkan surat kepada Presiden Jokowidodo. Agar bisa memberikan kebijakan kongkrit untuk persoalan terkait dengan lingkungan hidup ini," ungkapnya.**Prc6
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.









