Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
RAPP Diminta Pindahkan Water Intake, Tidak Baik Untuk Sirkulasi Penanganan Limbah
PELITARIAU, Pekanbaru - PT Riau Andalan Pulp and Paper diminta secepatnya memindahkan sistem pengolahan air (water intake). Pasalnya, keberadaan saat ini sangat tidak baik bagi sirkulasi penanganan limbah.
"Kami merekomendasikan agar PT RAPP memindahkan water intake yang ada di Sungai Kampar," kata Tim Analisis Mutu Dampak Lingkungan (AMDAL) Kabupaten Pelalawan yang juga Peneliti Lingkungan di Universitas Riau Dr Muhammad Syafi’i MSi, Selasa (2/8/2023).
Water Intake ini, sebut dia, posisinya ada di hulu menjadi kebagian hilir sungai tepatnya pada titik pembuangan limbah produksi di PT RAPP ke Sungai Kampar.
Dosen Unri ini menjelaskan, pihaknya bebeberapa hari lalu coba langsung turun ke sistem pengelolaan air, dan limbah PT RAPP untuk mengambil sampel air.
Dari uji instrumen ukur, sambungnya, pada kanal limbah PT RAPP yang mengalir ke Sungai Kampar ditemukan beberapa parameter air yang tidak layak.
Kemudian, tidak dalam batas ambang baku mutu yang dibuang oleh perusahaan raksasa ini ke sungai kampar. Parameter tersebut sangat mengkhawatirkan apalagi di hilir sungai hidup masyarakat pelalawan di beberapa desa.
"Dari parameter yang kita ukur dalam pengambilan sampel baik itu PH, Suhu, DHL, TDS, Salinitas, ORP di sekitar Effluent sangat mengkhawatirkan jika di konsumsi oleh masyarakat sekitar sungai terutama masyarakat Desa Sering, dan kKlurahan Pelalawan yang dekat dengan pabrik tersebut," jelasnya lagi.
Saat kita mengambil sampel untuk warna , bau dan rasa air juga sangat tidak layak dibuang di sungai berwarna kehitaman dan ada bau semacam bau belerang yang mengisyaratkan ada kandungan logam di dalam air. Untuk hasil labor sekarang sedang kita pastikan kandungan yang ada dalam sampel air yang kita ambil ungkap syafii.
Dia juga mengungkapkan, beberapa parameter yang sudah diuji di labor, yakni i TSS, Do, BoD, Cod, Amoniak, Nitrat, Nitrit, Sulfida, Klorida, Fosfat, Sulfat.
Bahkan dilakukan juga pengujian, logam berat seperti besi, Tembaga, Timbal, Kadmium, Seng, Mangan , selain itu mikrobiologi seperti E. Coli dan lainnya.
"Nanti akan kita dapatkan hasil labor limbahnya. Setelah keluar hasil
Labor nanti kita akan intens untuk meminta pihak RAPP memindahkan Water Intake itu. Karena memang tidak circulate, artinya pengelolaan air tidak berkelanjutan. Masa iya, air yang diambil baik, tapi yang di kembalikan tak lagi baik. Bahkan, rusak. Bisa sajakan air rusak ini rusak di konsumsi masyarakat," pungkasnya.**Prc6
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.









