Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dinas Pariwisata Riau Gelar Bimtek Pengelolaan Berkelanjutan 2023
PELITARIAU, Pekanbaru -Keberhasilan pembangunan pariwisata salah satunya ditentukan oleh keberhasilan pembangunan sumber daya manusia. Oleh karena itu, pembangunan sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif ini menjadi penting dan harus dilakukan bersama-sama antara pemerintah pusat dan Pemerintah Daerah.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata Riau Roni Rakhmat S STP MSi diwakili Beni Febrianto S STP MSi selaku Pejabat Pembuat Komitmen Tugas Pembantuan Dinas Pariwisata Riau dalam sambutanya saat membuka kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengelolaan Pariwisata berkelanjutan tahun 2023, di Bono hotel Pekanbaru, Kamis (13/07/2023).
"Pembangunan kepariwisataan Indonesia harus dilakukan secara sinergi antara pemerintah pusat dan daerah. Salah satu karakter keberhasilan pembangunan pariwisata adalah apabila dampak dari pembangunan pariwisata mampu menyentuh pembangunan ekonomi masyarakat," kata Roni.
Dijelaskannya, saat ini Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tidak lagi fokus mengejar angka kunjungan wisatawan di Indonesia saja, tapi lebih fokus pada usaha mendorong pariwisata berkelanjutan atau sustainable tourism. Singkatnya, sustainable tourism atau pariwisata berkelanjutan adalah pengembangan konsep berwisata yang dapat dapat memberikan dampak jangka panjang. Baik itu terhadap lingkungan, sosial, budaya, serta ekonomi untuk masa kini dan masa depan bagi seluruh masyarakat lokal maupun wisatawan yang berkunjung.
Dalam upaya mengembangkan sustanable tourism tersebut, Kemenparekraf/Baparekraf memiliki empat pilar fokus yang dikembangkan. Di antaranya pengelolaan berkelanjutan (bisnis pariwisata), ekonomi berkelanjutan (sosio ekonomi) jangka panjang, keberlanjutan budaya (sustainable culture) yang harus selalu dikembangkan dan dijaga, serta aspek lingkungan (environment suistanability).
"Berbekal 4 pilar utama tersebut, tren pariwisata berkelanjutan akan menjadi kegiatan berwisata yang banyak diminati wisatawan. Tidak sekadar berlibur, setiap wisatawan juga tetap memerhatikan protokol berwisata yang berkaitan dengan kesehatan, keamanan, kenyaman, dan kelestarian alam," ujarnya.
Lebih lanjut disampaikan, kondisi ekonomi Riau yang mulai tumbuh pasca pandemi dan dipicu oleh aktivitas pariwisata tidak lepas dari kepercayaan diri pengelola destinasi wisata dan usaha pariwisata. Wisatawan juga mulai pulih kepercayaannya untuk melakukan perjalanan dan memilih Riau sebagai destinasi yang aman dan nyaman karena penerapan protokol kesehatan secara konsisten.
"Karena itu, harapan kami khususnya kepada para peserta, harus memiliki kemampuan adaptasi, inovasi, dan kolaborasi yang baik sehingga sehngga sektor pariwisata dan ekonomi kreaatif di Provinsi Riau dapat bangkit dan mampu meningkatkan ekonomi masyarakat di era endemi ini,"pungkasya.
Sementara Ketua Pantia Pelaksana Beni Febrianto S STP MSi menjelaskan, Bimtek pengelolaan pariwisata berkelanjutan tahun 2023 bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada setiap peserta mengenai prinsip-prinsip pariwisata berkelanjutan sebagai sebuah konsep pengembangan yang memperhatikan keseimbangan antara sektor ekonomi, sosial budaya dan lingkungan serta memiliki visi dimana pariwisata akan terus ada serta memperhitungkan sepenuhnya dampak ekonomi, sosial dan lingkungan saat ini dan masa depan.
Adapun peserta yang mengikuti Bimtek ini disebutkannya adalah pelaku pariwisata di Provinsi Riau berjumlah 35 orang, dengan rincian Pengelola usaha jasa akomodasi 7 orang, Pengelola objek wisata/destinasi wisata 14 orang, Pengelola usaha kuliner 9 orang dan Pelaku usaha perjalanan wisata 5 orang.
"Narasumber yang dihadirkan dalam kegiatan ini adalah Akademisi aktif bidang kepariwisataan, dari Universitas Pelita Harapan, Jakarta, Prof Dr Diena Mutiara Lemy A Par MM, Che. Peserta akan mengerjakan pre test, pembekalan materi dan post test sebagai bahan evaluasi terhadap pemahaman dan penguasaan materi," ujarnya mengakhiri.** Prc6
Pemkab Meranti Imbau OPD dan Pelaku Usaha Tolak Intimidasi Berkedok Permintaan Partisipasi
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti mengimbau seluruh or.
Sekda Meranti Sambut Kepulangan Kafilah MTQ Riau, Empat Peserta Lolos Wakili Provinsi ke Tingkat Nasional
PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti menyambut kepulangan.
Polres Kepulauan Meranti Gelar Sertijab Empat Pejabat Utama, Jimmy Andre Jabat Kasat Resnarkoba
PELITARIAU,Meranti - Polres Kepulauan Meranti kembali melakukan penyegaran di ja.
Hadiri Penutupan MTQ Riau ke-44, Wabup Muzamil Apresiasi Perjuangan Kafilah Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Kuansing - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, menghad.
Ditlantas Polda Riau Tingkatkan Patroli Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Riau meningka.
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.









