• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1104 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2379 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2745 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5301 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2430 Kali

  • Home
  • Tokoh
  • Pekanbaru

Surat Terbuka Untuk Presiden

ANJING MENGGONGGONG, PETANDA ADA IBLIS LEWAT

Ferry Anthony

Kamis, 24 Februari 2022 22:42:35 WIB
Cetak
ANJING MENGGONGGONG, PETANDA ADA IBLIS LEWAT
H. Dheni Kurnia

PELITARIAU, PEKANBARU - KAMI bahagia ada menteri kabinet Jokowi datang ke Riau, hanya untuk mengukuhkan Ketua Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Negeri  (IKA UIN) Riau yang baru. Kami juga bahagia, yang dilantik jadi Ketua Umum IKA, adalah keluarga dekat kami; Abdul Wahid. 

Wahid ini masih muda, pintar, cerdas dan gagah pula. Selain anggota DPR-RI, dia juga ketua Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Riau dan salah satu calon pemimpin Riau ke depan. Kami bahagia. Sungguh! 

Tapi kebahagiaan itu tak lama. Karena setelahnya, sang menteri agama yang bernama Yaqut Qalil Qoumas itu, diduga berkata-kata tidak pantas dan menyakitkan ummat, suhubungan  dengan aturan  pengeras suara di mushala atau di mesjid. 

Menurut Yaqut, boleh menggunakan toa (pembesar suara) tapi suaranya harus diatur. Karena jika sekali berbunyi, apalagi jaraknya berdekatan, bisa mengganggu. Misalnya, seperti suara anjing yang terus menyalak, dalam jumlah banyak, pasti akan mengganggu. 

Pernyataan menteri agama ini, langsung memancing banyak pihak bersuara. Banyak yang  kontra dari yang mendukung. Dan seketika, berita pelantikan Abdul Wahid pun tenggelam. Orang tak membahasnya lagi. Yaqut lalu dilaporkan  ke polisi. Hampir semua media sosial, penuh berita Yaqut dan anjing. Sejumlah tokoh adat juga mengamuk. Fauzi Bahar dari Sumbar, melarang Yaqut menginjak tanah Sumatra Barat. Raja Marjohan, Ketua Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, meminta presiden segera menghukum Yaqut. 

Sebenarnya, entah apa yang membuat Yaqut, memberikan contoh gonggongan anjing untuk suara azan. Padahal dia menteri agama yang beragama Islam. Dia tahu pasti, anjing itu, najis di dalam Islam. Orang yang dijilat anjing, harus mencuci bekas jilatan sebanyak tujuh kali. Bahkan Rasulullah SAW, melarang ada anjing di rumah. Karena rumah yang ada anjing, tak akan didatangi malaikat. 

Juga, entah apa yang tiba-tiba membuat anjing menjadi viral. Entah apa yang membuat anjing menjadi berita utama di media online dan televisi. Entah apa salah si Anjing? Padahal, saya seumur hidup belum pernah mendengar anjing menggonggong bersamaan dengan suara azan. Anjing seperti mengerti, bahwa azan itu untuk memanggil orang shalat. Jadi dia tahu diri juga. 

Anjing ini binatang yang peka. Menurut seorang ilmuan, anjing paham juga keinginan tuannya. Dia akan diam bila disuruh diam. Dia tidak akan menggonggong jika tak ada hal yang luar biasa. Jika ada yang aneh, baru dia menyalak. Misalnya, dia mendeteksi pergerakan serta perubahan suhu dengan cara yang tidak dapat dilakukan manusia.

Selain itu, anjing dapat mendengar frekuensi dua kali lebih banyak daripada manusia. Mereka dapat menangkap suara yang jaraknya empat kali lebih jauh dari yang dapat dideteksi manusia. Makanya, jika dia menggonggong tanpa sebab, bisa saja dia melihat makhluk halus sebangsa jin, iblis atau syetan. 

Selama ribuan tahun, kata seorang Dokter Hewan bernama  Matthew McCarthy, anjing tidak hanya menjadi pengamat perilaku manusia yang cerdik, tetapi juga impresionis yang terampil. 

Jika ada yang percaya pada syetan atau hantu dan mulai merasakan bahwa sesuatu yang berhubungan dengan dunia astral sedang terjadi, anjing akan tahu lebih dulu. Biasanya, anjing akan menyimpan ekornya ke dalam dua pahanya. 

Wah. Kenapa pula saya ikut larut cerita anjing. Padahal yang dibahas ucapan seorang menteri agama. Mungkin karena persoalan utamanya adalah anjing. Anjing yang tak bersalah. Anjing yang sebenarnya bisa menjaga manusia, anjing yang paham dunia astral dan lain sebagainya. Tapi gara-gara cerita gonggongan anjing inilah, Yaqut harus berurusan dengan hukum. 

Kini kasus dan masalah ini makin mendalam. Seperti menggaruk kudis. Makin digaruk, makin luka. Macam menggumpal benang. Makin dikumpal, makin kusut. Entah siapa yang salah dan entah mana yang benar. Entah Yaqut yang tak bijak, entah orang yang memang tak suka dengan Menag yang bukan berlatar santri atau kiyai itu. 

Bisakah Yaqut diganti atau dihukum? Tergantung hukum yang mana. Yang pasti, jika Presiden RI Jokowi mengerti apa yang timbul di tengah masyarakat, bisa saja. Gak ada yang gak bisa bagi Pak Jokowi. Yang gak bisa, jika dia gak mau. 

Tapi sebagai rakyat, mungkin saya bisa juga memberi masukan  kepada Pak Presiden. Antara lain; pilihlah menteri yang cerdas dan pintar yang akan mendukung kebijakan presiden untuk negeri ini. Jangan memilih menteri yang memilih diksi atau pilihan kata saja tidak bisa. Yang membuat rakyat tenang saja sangat susah. 

Kenapa untuk mencontohkan suara azan saja, harus melibatkan gonggong anjing? Anjing yang meski tak bersalah, tapi kesannya sangat menghina dan melecehkan orang Islam. Kita tahu, bahwa azan merupakan bentuk pengagungan kebesaran Allah serta ajakan shalat.  Menyandingkannya dengan suara anjing yang menggonggong sungguhlah sebuah kekeliruan. 

Jika Pak Presiden berkenan, Yaqut ini, bisa diberi sanksi bahkan dihukum. Ucapannya, masuk kategori tindak pidana 156a KUHP; yaitu unsur perbuatan tindak pidana berupa  pelecehan, merendahkan terhadap suatu keyakinan ajaran agama yg dianut di Indonesia. Itupun jika Pak Presiden berkenan. Kami dari Riau hanya menyarankan saja. 

Memang, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Riau, Ilyas Husti, menyebut, Menag Yaqut tidak bersalah. Yaqut hanya melihat dari sisi dampak ribut yang ditimbulkan azan maupun suara gonggong anjing. Jadi bukan mengumpamakan toa azan itu seperti gongongan anjing.

“Artinya, menag ingin menyampaikan dengan menganalogkan kalau dalam kondisi seperti itu, dalam keadaan ribut bisa mengganggu orang lain. Orang lain bisa terganggu,” kata Ilyas melalui media riauonline.co.id.

Menurut Ilyas, yang dimaksud menag, suara azan tidaklah mengganggu. Karena azan merupakan ajaran agama Islam yang menandakan masuknya waktu sholat. Hanya saja ditertibkan, bukan dilarang.  Dalam artian pelaksanaan syariat tetap dijalankan dengan baik, tapi tidak mengganggu orang-orang di sekitar  yang tidak beragama Islam. 

Mana yang benar? Entahlah! Saya juga menunggu apa keputusan untuk Yaqut. Yang pasti, bisa saja anjing menggonggong, karena ada syetan yang lewat. Dan, yang pasti juga, tulisan ini saya kirimkan ke sejumlah media, semoga Pak Presiden Jokowi bisa membacanya. *** rls

H. Dheni Kurnia; Pemimpin Redaksi Harian Vokal, Ketua DKP PWI Riau dan Ketua JMSI Riau



Sumber : H. Dheni Kurnia /  Editor : Anthony

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Tokoh

Fatimah Azzahra Curiga pada Negara

Kamis, 25 Juni 2026 - 18:01:12 WIB

PELITARIAU.com - Pernah mendengar orasi Fatimah Azz.

Tokoh

JK, Kerusuhan Poso, dan Dramatisasi di Era Algoritma

Sabtu, 02 Mei 2026 - 19:13:48 WIB

PELITARIAU.com - KITA hidup di era ketika kecepatan mengalahkan kedalaman, dan s.

Tokoh

Duka atas Kebakaran SMA Negeri 1 Meranti dan Harapan Transparansi

Kamis, 02 Oktober 2025 - 14:23:45 WIB

PELITARIAU.com - Kebakaran yang melanda SMA Negeri .

Tokoh

Risnandar Mahiwa Pj Walikota, Terbukti Korupsi dan Dilupakan Masyarakat

Ahad, 28 September 2025 - 23:18:20 WIB

PELITARIAU.Com - Sudah jatuh ditunggu kaca. Itu slogan anak-anak muda sekarang. .

Tokoh

Harlah KNPI, Iyai Mirza Berikan Kesempatan Pemuda Lampung Berpartisipasi Bangun Ekonomi Daerah

Kamis, 31 Juli 2025 - 21:08:57 WIB

PELTARIAU, Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengajak pemuda di .

Tokoh

Konsistensi ASEAN dalam Mendukung Palestina

Rabu, 09 Juli 2025 - 13:36:37 WIB

PENDERITAAN bangsa Palestina masih menjadi salah satu persoalan paling krusial d.

Terkini

  • +INDEX
Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
02 Juli 2026
Borong Dua Penghargaan, Polres Kepulauan Meranti Ukir Prestasi Pada Syukuran Hari Bhayangkara ke-80 Polda Riau
02 Juli 2026
Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola
02 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Raih Sejumlah Prestasi di Hari Bhayangkara ke-80, Manajemen Media Terbaik Tingkat Nasional Jadi Sorotan
02 Juli 2026
Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
01 Juli 2026
Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah
01 Juli 2026
DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
01 Juli 2026
Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
01 Juli 2026
Polres Kepulauan Meranti Peringati Hari Bhayangkara ke-80 Dengan Upacara Khidmat dan Penuh Makna
01 Juli 2026
Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
01 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 2 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 3 DPRD Kepulauan Meranti Buka Paripurna ke-5 Dan 3 Ranperda Usulan Pemda dan 4 Inisiatif Dewan Disampaikan
  • 4 Warga Suku Asli Nerlang Terima KTP-el dan Akta Perkawinan Lewat Layanan Jemput Bola
  • 5 Bupati Asmar Lantik 38 Pejabat di Pemkab Kepulauan Meranti, Tekankan Integritas dan Profesionalisme ASN
  • 6 Bupati Asmar Hadiri HUT Bhayangkara ke-80, Tegaskan Sinergi Polri dan Pemda Kunci Stabilitas Kepulauan Meranti
  • 7 Polres Indragiri Hilir Gelar Upacara Sertijab Kabagops, Kapolsek Pulau Burung dan Kapolsek Kempas

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved