Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Faktor Putus Sekolah
Simak, Ini Solusi Disdik Riau
PELITARIAU, PEKANBARU - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Riau, Dr Kamsol mengatakan, tingginya angka putus sekolah di Riau dipengaruhi empat faktor.
"Kalau kita lihat persoalan angka putus sekolah di Riau dipengaruhi empat faktor," kata Kadisdik Riau, Kamsol, Senin (17/1/2022).
Lebih lanjut, Kamsol memaparkan empat faktor yang mempengaruhi angka putus sekolah, pertama persoalan geografi. Misalnya di Kabupaten Indragiri Hilir dan Kepulauan Meranti itu capaian lama sekolah rata-rata 7 tahun.
"Kalau kita melihat wajib belajar 9 tahun, di Riau masih ada 7 kabupaten yang belum masuk, seperti Inhil dan Meranti. Itu persoalannya geografi. Jadi kalau dari SD saja belum sampai bagaimana ke SMA nya," katanya.
Kedua, persoalan ekonomi. Dimana berdasarkan pendataan Disdik Riau per kecamatan, jumlah ruang kelas lebih banyak daripada rombangan belajar (rombel)
"Ini artinya persoalannya ekonomi, bisa juga masalah geografi. Tapi lebih banyak masalah ekonomi. Karena anak sekolah itu tak cukup gratis saja, tapi mereka butuh baju dan sepatu juga," ujarnya.
Menurutnya, untuk masalah ekonomi ini sudah ada bantuan yang diberikan oleh Gubernur Riau. Memang bantuan yang diberikan terbatas untuk anak masyarakat adat terpencil.
"Ke depan kita akan mencari solusi untuk masyarakat kurang mampu lainnya dengan koordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos) Riau," terangnya.
Kemudian ketiga persoalan sosial. Kamsol menyampaikan persoalan sosial ini biasanya yang sering terjadi siswa menikah saat usia sekolah, sehingga tidak sekolah lagi.
"Biasanya ada dorongan dari orang tua. Sebab persepsi masyarakat masih berpikir untuk apa sekolah tinggi kalau sudah tamat jadi ibu rumah tangga juga," ungkapnya.
"Persoalan terakhir, kesenjangan antar sekolah SMP dengan SMA. Ini perlu kita cari solusinya dengan membangun Unit Sekolah Baru (USB), atau penambahan Ruang Kelas Baru (RKB)," ujarnya. **Prc7
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.









