Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Sebanyak 21 Wali Murid Dua SMPN Di Meranti Nyaris Menjadi Korban SMS
PELITARIAU, Selatpanjang – Sebanyak 21 wali murid Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kepulauan Meranti nyaris menjadi korban penipuan melalui telpon dan SMS. Meskipun sempat membuat sejumlah wali murud atau orang tua murid menjadi panik dan resah.
Kejadian bermula saat Senin (02/03) sekitar pukul 09:00 wib sebanyak 21 wali murid menerima telpon dan SMS secara bersamaam. Sekolah yang menjadi sasaran adalah SMP N 1 Jalan Tengku Umar dan SMP N 2 Jalan Alah Air Selatpanjang Meranti, dimana sejumlah orang wali murid mendapatkan sejumlah telephone dan SMS dari orang tidak dikenal (OTK), 11 orang SMP N 1 dan 10 orang dari SMP N 2.
Menurut Kepala Sekolah SMPN I Selatpanjang Ahmad Kudri Spd, para wali murid menerima telephone OTK mengatakan, bahwa anak-anak mereka telah terjadi kecelakaan atau terjatuh dari tangga kepalanya pecah, serta harus mendapatkan obat untuk keselamatan siswa, yang mengalami kecelakaan tersebut.
"Sejumlah orang mendatangi sekolah dan menanyakan apa yang terjadi kepada anak-anak mereka, bahkan sebagian orang tua sudah membawa sejumlah uang tunai. Berencana untuk membeli obat untuk kesebuhan anak-anak yang diduga mengalami kecelakaan tersebut,"ungkap kepala Sekolah kepada Pelitariau.com
11 wali di SMP N 1 yang menjadi panik, namun setelah mereka datang kesekolah ternyata anak-anak mereka tidak terjadi apa-apa. Para Wali murin ini sangat bersyukur, dan untungnya sejumlah orang tua wali murid tidak mentranfer sejumlah uang yang diminta OTK itu.
Diungkapkannya, pihaknya telah menghubungi anggota kepolisian untuk menangani kasus dan kejadian yang membuat resah para wali murid.
"Kami juga meminta para siswa-siswi untuk, menghubungi orang tua masing-masing siswa-siswi, untuk mengantisipasi hal ini agar tidak terjadi kepada wali murid yang lainnya,"ucap Ahmad.
Sejumlah kecurigaan juga dirasakannya, bahwa ada orang dalam yang berbuat seperti ini. "Saya juga heran mereka mendapat data-data murid dari mana? kemudian mereka juga mendapatkan nomor ponsel para orang tua,"tanya Ahmad.
Penulis: Doni Ruby Saputra
Editor :rio
Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.
Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya
PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.
Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung
PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.
Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam
PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .
Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi
PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.








