• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1147 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2481 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2847 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5417 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2467 Kali

  • Home
  • Riau Raya
  • Indragiri Hulu

Ada Apa 5 Januari

Yoghi Susilo Ceritakan 5 Januari 1949 'Berdarah' di Kota Rengat, Bupati Tulus Juga Tewas

zulpen

Rabu, 05 Januari 2022 12:07:38 WIB
Cetak
Yoghi Susilo Ceritakan 5 Januari 1949 'Berdarah' di Kota Rengat, Bupati Tulus Juga Tewas
Cucu Mandor Rosiman, Yoghi Susilo latar foto teaterikal perlawanan tentara terhadap pasukan KNIL Belanda

PELITARIAU, Inhu - Pada 5 Januari 1949, merupakan hari berdarah di Kota Rengat, ratusan bahkan ribuan masyarakat di Indragiri Hulu (Inhu) Provinsi Riau dibantai secara membabi buta oleh pasukan KNIL yang dibentuk oleh Belanda sewaktu melakukan agresi militer ke Indonesia.

Bagi masyarakat Inhu-Riau ini, 5 Januari merupakan hari bersejarah yang begitu membekas. Karena, pada tahun 1949 tepatnya di tanggal 5 Januari, ribuan masyarakat Riau dibantai secara keji oleh pasukan KNIL yang dibentuk oleh Belanda masih membekas hingga saat ini, sungai Indragiri menjadi bukti sejarah.

Tanggal 5 Januari itu, dijadikan sebagai tonggak hari jadi Kabupaten Indragiri Hulu oleh sebagian kalangan. Penetapan itu akhirnya menuai polemik karena dinilai melukai keluarga masyarakat yang menjadi korban pembantaian pasukan KNIL sewaktu itu.

Terlepas dari itu semua, Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu, tiap tahunnya selalu mengadakan peringatan masuknya tentara KNIL 5 Januari membantai masyarakat Rengat yang jasadnya tidak ditemukan karena di campakkan ke sungai Indragiri.

Kegiatan peringatan 5 Januari, hari berdarah, hari suka dan hari pembantaian itu di peringati dengan menaburkan bunga di Sungai Indragiri, rapatnya di jembatan Kuningan Kota Rengat, penaburan bunga setiap tanggal 5 Januari dilakukan oleh Forkopimda Inhu.

Mandor Rosiman adalah satu dari ratusan korban pembantaian pasukan KNIL 5 Januari 1949 di kota Rengat, cucunya adalah Yoghi Susilo anak dari alm AKBP Susilo Wadi dan Aminah Susilo.

"Pada tugu perjuangan di pinggir sungai Indragiri, nama korban pembantaian di tulis di sana, kalau gak salah, kakek saya ada di nomor urutan 148, itu korban yang terindentifikasi, namun banyak yang tidak ditemukan," kata Yoghi berbincang dengan redaksi PELITARIAU.com Rabu (5/1/2022) di Pekanbaru.

Dijelaskannya Yoghi, alm ayahnya sempat menulis peristiwa 5 Januari 1949 itu dalam sebuah buku dengan judul "Tiga Tungku Sejarangan" buku itu bercerita tentang, masukanya pasukan KNIL menggunakan pesat dan terjun payung di sejumlah tempat di Rengat, menggiring untuk dikumpulkan masyarakat dan di tembak secara membabi buta oleh pasukan KNIL.

Dalam pembantaian masyarakat di kota Rengat oleh pasukan KNIL, Bupati pertama yaitu Bupati Tulus yang saat itu melakukan perlawanan juga menjadi korban 5 Januari 1949 itu. "Setahu saya, Bupati Tulus juga terbunuh dalam agresi militer Belanda 5 Januari 1949," kata Yoghi.

Salah satu harapan keluarga korban 5 Januari 1949 itu adalah, adanya perhatian pemerintah daerah terhadap keluarga korban yang masih hidup, dimana keluarga yang berhubungan langsung dengan korban  5 Januari 1949 itu diperhatikan oleh pemerintah daerah.

Menurut Yoghi, masih banyak garis keturunan para pejuang Indragiri, yang seharusnya diperhatikan dan di hadirkan dalam setiap peringatan 5 Januari.

"Untuk pemerintah Republik Indonesia, kami berharap, agar Bupati Tulus yang menjadi korban 5 Januari 1949 itu, diangkat menjadi pahlawan nasional," harapnya seraya mengatakan agar pemerintah merawat secara maksimal makam pahlawan, jangan makam hanya dijadikan untuk tempat mengambil keramatnya saja.

Dari berbagai sumber, serangan pasukan KNIL Belanda dinamakan dengan “Operasi Lumpur” yaitu operasi yang bertujuan untuk menguasai adanya pertambangan minyak yang letaknya ada di sebelah Kota Rengat dan di Air Molek hingga ke Peranap dan menguasai hasil alam di Inhun saat itu.

Dalam buku yang ditulis alm AKBP Susilo Wadi, peristiwa berdarah pada 5 Januari 1949, ketika sebuah pesawat terbang di langit. Pesawat yang dijuluki dengan “cocor merah” itu merupakan pesawat tempur pengebom berjenis p-51 Mustang. Pesawat itu menjatuhkan bom di jalan raya yang mayoritas dalam kondisi ramai, bahkan juga padat pemukiman.

Tentara Belanda juga melakukan serangkaian tembakan yang menyerang orang-orang yang ada di bawah. Lalu, sekitar pukul 11 pagi, setelah pesawat Mustang itu menghilang, ada 180 orang penerjun payung udara diterjunkan di daerah Sekip dekat Kota Rengat, yang saat ini diberikan nama Skip Sipayung (Daerah tempat pasukan KNIL terjun payung,red).

Kemudian, menurut buku Westerlings Oorlog (1999), para penerjun payung yang dipimpin oleh Letnan Rudy de Mey, mendapatkan perlawan dari Tentara Nasional Indonesia yang menjadi penyebab adanya pertumpahan darah di Rengat. **

Darah Tumpah, Meraup Minyak

Diketahui, bahwa adanya tujuan penyerangan oleh pasukan KNIL di Kota Rengat ini, awal mulanya memang adanya keinginan Belanda untuk menguasai minyak yang ada di daerah Kecamatan Pasir Penyu dan Lirik tersebut. 

Mereka secara membabi buta menumpahkan darah di Kota Rengat agar mereka dapat menduduki kota tersebut, dan mengambil minyak.

Adanya pertumpahan darah saat diturunkannya kelompok penerjun payung oleh Belanda dan juga dibalas dengan perlawanan sengit oleh Tentara Nasional Indonesia. 

Setelah itu mereka juga membalasnya dengan tembakan senjata api. Hal itulah yang menjadi penyebab dari kematian ratusan tentara militer Indonesia dan masyarakat sipil serta menewaskan Bupati Tulus. **prc



 Editor : Perry

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Riau Raya

Pemko Pekanbaru Kebut Proyek Drainase 1,2 KM di Jalan Dharma Bakti, Target Tuntas Akhir 2026 Atasi Banjir Payung Sekaki

Kamis, 16 Juli 2026 - 23:33:19 WIB

PELITARIAU, PEKANBARU – Pemerintah Kota Pekanbaru tancap gas atasi banjir tahu.

Riau Raya

WaliKota Paisal Sambut Kapolres Baru Dumai, Dengan Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar

Kamis, 16 Juli 2026 - 21:10:05 WIB

PELITARIAU, DUMAI – Tradisi adat Melayu kembali mewarnai proses serah terima j.

Riau Raya

Temui Wamenaker RI, Wabup Muzamil Bahas Peningkatan Mutu BLK dan Tenaga Kerja Meranti

Kamis, 16 Juli 2026 - 20:27:56 WIB

PELITARIAU,Jakarta - Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Muzamil Baharudin, SM, MM, .

Riau Raya

Reses di RW 09 Perhentian Marpoyan, Fikry Raihan Ramadhana Serap Aspirasi Warga Soal Ekonomi dan Infrastruktur

Kamis, 16 Juli 2026 - 19:58:20 WIB

PELITARIAU  PEKANBARU – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kot.

Riau Raya

Plt Kadis Kominfo : PPID Permudah Masyarakat Peroleh Informasi Publik Resmi

Kamis, 16 Juli 2026 - 12:28:19 WIB

PELITARIAU,Meranti - Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti terus berkomitmen me.

Riau Raya

Polda Riau Gelar Apel Pasukan, 2.438 Personel Siap Amankan Riau Bhayangkara Run 2026

Kamis, 16 Juli 2026 - 11:04:18 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Sebanyak 2.438 personel gabungan dikerahkan dalam peng.

Terkini

  • +INDEX
Pemko Pekanbaru Kebut Proyek Drainase 1,2 KM di Jalan Dharma Bakti, Target Tuntas Akhir 2026 Atasi Banjir Payung Sekaki
16 Juli 2026
WaliKota Paisal Sambut Kapolres Baru Dumai, Dengan Prosesi Adat Tepuk Tepung Tawar
16 Juli 2026
Temui Wamenaker RI, Wabup Muzamil Bahas Peningkatan Mutu BLK dan Tenaga Kerja Meranti
16 Juli 2026
Reses di RW 09 Perhentian Marpoyan, Fikry Raihan Ramadhana Serap Aspirasi Warga Soal Ekonomi dan Infrastruktur
16 Juli 2026
Plt Kadis Kominfo : PPID Permudah Masyarakat Peroleh Informasi Publik Resmi
16 Juli 2026
Polda Riau Gelar Apel Pasukan, 2.438 Personel Siap Amankan Riau Bhayangkara Run 2026
16 Juli 2026
Pemko Pekanbaru Luncurkan Program Green City, Wajibkan 30 Persen RTH di Setiap Perumahan Baru
16 Juli 2026
Nurul ikhsan Gelar Reses di Kelurahan Perhentian Marpoyan Damai Dan Tampung Keluhan Warga
15 Juli 2026
Harumkan Nama Riau di Kancah Nasional, Siswi SMAN 2 Bunut Wakili Riau di ISAT dan Media Edukasi 2026
15 Juli 2026
Kapolsek Batang Cenaku Monitoring Lahan Pertanian Warga di Desa Aur Cina
15 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Plt Kadis Kominfo : PPID Permudah Masyarakat Peroleh Informasi Publik Resmi
  • 2 Datuk AKBP Aldi Alfa Faroqi Disambut Meriah LAMR Rokan Hilir
  • 3 Bupati Asmar Sidak RSUD Kepulauan Meranti, Apresiasi Perbaikan Pelayanan dan Minta ASN Utamakan Kepentingan Pasien
  • 4 Hari Pertama Sekolah, Bupati Asmar Pastikan MPLS Ramah Berjalan Optimal di Kepulauan Meranti
  • 5 Sertijab di Mapolda Riau, AKBP Gede Prasetia Adi Sasmita Resmi Jabat Kapolres Kepulauan Meranti
  • 6 Bupati Asmar Lepas 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksamana Bengkalis, Dorong Pengabdian Berdampak Bagi Desa di Meranti
  • 7 Bupati Asmar Sambut 450 Mahasiswa KKN IAIN Datuk Laksemana Bengkalis, Tekankan Pengabdian di Kepulauan Meranti

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved