Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Menuju Kampus Merdeka
Ini Dilakukan Fakultas Ilmu Budaya Unilak
PELITARIAU, Pekanbaru - Dalam rangka mempersiapkan diri menuju kampus merdeka, prodi Sastra Daerah/ Melayu dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Lancang Kuning (FIB Unilak) melaksanakan diskusi kurikulum bersama prodi Sastra Daerah/Jawa Universitas Indonesia (UI), Selasa (6/7/2021). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui aplikasi zoom meeting ini dihadiri oleh Dekan FIB Unilak, kaprodi dan dosen baik dari Sastra Jawa UI maupun pihak FIB Unilak.
Dekan FIB Unilak Muhammad Kafrawi dalam sambutannya menyampaikan, turut berterima kasih kepada pihak prodi Sastra Jawa Universitas Indonesia karena sudi berkongsi dalam mempersiapkan menuju kampus merdeka. Diakuinya, prodi Sastra Jawa UI layak menjadi rujukan karena sudah melaksanakan kampus merdeka sejak tahun 2020 yang lalu.
“Semoga ke depan, tidak hanya berkenaan dengan kurikulum. Namun juga dapat saling sumbang saran dan bekerjasama dalam kemajuan budaya dan sastra di Indonesia,” ucap Dekan.
Kaprodi Sastra Jawa Universitas Indonesia, Dr. Ari Prasetiyo, mengungkapkan bahwa pihaknya telah melaksanakan program merdeka belajar ini sejak tahun 2020. Menurutnya, program yang dirumuskan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan ini dinilai sebagai bentuk mempersiapkan lulusan yang berkompeten dalam menghadapi dunia pasar yang lebih relevan.
“Kurikulum 2020 yang baru adalah menyesuaikan dari luar ke dalam. Dalam artian memperhatikan kebutuhan pasar yang dirumuskan menjadi capaian pembelajaran dalam bangku kuliah,” ucapnya.
Dalam diskusi tersebut, juga membahas bagaimana kurikulum dari kedua belah pihak. Diakui oleh Ari Prasetiyo pula, kurikulum yang disusun oleh FIB Unilak misal pada prodi Sastra Melayu sudah sangat sesuai dengan dunia pasar. Mata kuliah-mata kuliah yang dimiliki, seimbang antara teori dan praktikum.
Pembahasan diskusi dalam kesempatan tersebut juga merujuk kepada mata kuliah lebih spesifik. Metode-metode capaian turut dibahas secara administrasi kurikulum dan teknis lapangan. Tanya jawab antar dua fakultas tersebut berlangsung dengan hangat, hingga tidak terasa waktu berlangsung hingga tiga jam.
“Semoga ke depan FIB Unilak dan kami di sini bisa melaksanakan kerjasama dibidang akademik dan penelitian,” ucap Ari Prasetiyo selaku Kaprodi Sastra Daerah/Jawa Universitas Indonesia menutup diskusi.**Prc7
Sambut Siswa Baru MPLS SMKN 1 Pangkalan Lesung Dimulai 6 Juli, Siap Masuk Serentak 13 Juli 2026
PELITARIAU, Pangkalan Lesung – SMK Negeri 1 Pangkalan Lesung resmi menetapkan .
Dua Murid MAN 1 Pekanbaru Perkuat Merah Putih di Ajang Olimpiade Internasional
PELITARIAU, Pekanbaru – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh Madrasah.
Polsek Gaung dan PGRI Teken Pedoman Kerja Sama Perlindungan Profesi Guru
PELITARIAU, Inhil - Dalam upaya memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan a.
SMAN 1 Rengat Siap Sukseskan SPMB 2026, Usung Layanan Ramah Anak dan Integritas Tinggi
PELITARIAU, RENGAT - Selasa 9 Juni 2026 SMA Negeri 1 Rengat menunjukkan ke.
Wujudkan Sekolah Berwawasan Lingkungan, SD Negeri 193 Pekanbaru Mantapkan Langkah Menuju Adiwiyata Nasional 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Sabtu 06 Juni 2026 Lingkungan sekolah yang sehat d.
Plt Gubernur Riau Lantik Puluhan Kepala Sekolah SMA/SMK dan SLB Negeri
PELITARIAU, Pekanbaru – Pemerintah Provinsi Riau melakukan penyegaran be.









