Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Adat Perkawinan Meranti Riau diseminarkan
PELITARIAU, Selatpanjang – Masyarakat Kabupaten Kepulauan Meranti memiliki adat istiadat turun-temurun. Dalam Rangka melestarikan adat ini, maka dilaksanakan seminar Adat Perkawinan Melayu Riau.
Kegiatan dihadiri Kepala SKPD di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti, Ketua Mejelis Ulama Indonesia (MUI), serta tokoh masyarakat, budayawan, seniman, warga dan guru sebagai peserta seminar.
Dalam acara seminar adat perkawinan Melayu Riau Melayu Pesisir, yang bertempat di Aula Grand Meranti di jalan Kartini Kabupaten Kepulauan Meranti.
Sekertaris daerah (Sekda) melalui Asisten III Drs T Akhrial MSi mengatakan, pernikahan atau perkawinan bukanlah hanya merupakan bentuk formalitas hubungan suami-istri ataupun pemenuhan fitrah insani semata. Namun yang lebih jauh dari itu, juga merupakan amal ibadah yang diisyaratkan dalam agama.
Dikatakan sebagai perintah ibadah, karena secara jelas Allah SWT dan Rasulnya mensyaratkan nikah sebagai perintah yang harus dilaksanakan, seperti yang termaktub dalam Al-Quran dan sunnah Rasulullah SAW.
”Melalui majelis ini, saya menyambut baik atas upaya yang dilakukan oleh LAM Riau Kabupaten Kepulauan Meranti, melaksanakan kegiatan sosialisasi pengembangan budaya lokal daerah dalam bentuk seminar adat istiadat ernikahan Melayu Riau ini,”terangnya.
Aspek lain yang perlu diperhatikan adalah maraknya angka perceraian dikalangan masyarakat, terjadinya tindakan negatif berupa kekerasan dalam rumah tangga, menjadi suatu hal yang sudah menjadi berita dimana-mana. Hal ini sangat disayangkan yang semetinya tidak perlu terjadi.
Dikatakan, upaya meminimalisir terjadinya perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga dapat dilakukan dengan prepentif, beradab bersopan santun dalam kehidupan rumah tangga, sehingga keluarga harmonis dapat terbentuk dan terbina.”Dari keluarga bahagia inilah natinya diharapkan muncul generasi penerus bangsa yang akan menyambung estafet pembangunan bangsa dan negara ini,”ungkapnya.
Kepada semua peserta Dia menghimbau untuk dapat mengikuti kegiatan ini dengan sebaik-baiknya, sehingga guru yang menjadi ujung tombak pelaksanaan pendidikan mampu mengaplikasikan ilmu didapat di tengah masyarakat atau sekolah di mana bertugas.
Lebih jauh dikatakan, pengembangan budaya lokal daerah dalam bentuk seminar adat istiadat pernikahan Melayu Riau ini perlu dilakukan dengan serius dan membutuhkan kerja sama semua pihak, sehingga pembentukan sakinah yang menghasilkan generasi yang berakhlak karimah dapat terwujut dengan baik.”Harapan kita bersama muncul generasi pembaharu yang akan tumbuh dan membawa perubahan besar untuk negeri Meranti yang kita cintai ini,”tutupnya.(doni)
Khitanan Massal di Ponpes Darul Ulum, Pemkab Meranti Apresiasi Semangat Gotong Royong Bantu Masyarakat
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 68 anak mengikuti kegiatan khitanan massal yang di.
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
PELITARIAU,Meranti - Sebanyak 27 personel Polres Kepulauan Meranti menerima kena.
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
PELITARIAU,Meranti - Kepolisian Resor (Polres) Meranti mengimbau masyaraka.
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
PELITARIAU, PEKANBARU - Layar ponsel itu terus bergulir. Dalam hitung.
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
PELITARIAU,Meranti - Sinergi yang terjalin antara Persatuan Wartawan Indonesia (.
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
PELITARIAU, PELALAWAN – Kamis tgl 2 juli 2026 sekitar pukul 16.00 Wib ,Polres .









