Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Tingkat Pengangguran Terbuka Riau Turun jadi 5,07 Persen
PELITARIAU, Pekanbaru - Badan Pusat Statistik menyatakan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Riau pada bulan Februari 2020 yakni sebesar 5,07 persen dari jumlah angkatan kerja sebanyak 3,33 juta orang.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Misfaruddin, Kamis (13/5/2021). Ia mengatakan TPT di Riau pada 2019 sebesar 5,57 persen, sekarang turun menjadi 5,07 persen pada Februari 2020.
"Ada penurunan," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Riau, Misfaruddin, Kamis (13/5/2021).
Ia menjelaskan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) adalah indikator yang dapat digunakan untuk mengukur tingkat penawaran tenaga kerja yang tidak digunakan atau tidak terserap oleh pasar kerja.
Ia menyatakan TPT di perkotaan cenderung lebih tinggi dibanding di perdesaan, karena di perkotaan sebesar 6,54 persen sedangkan di perdesaan 4,07 persen. Meski begitu, dibandingkan setahun yang lalu, TPTP di perkotaan turun sebesar 0,80 persen poin sedangkan TPTP perdesaan turun 0,34 persen poin.
Lulusan SMA umum menyumbang paling banyak dalam TPT berdasarkan tingkat pendidikannya, yakni sebesar 6,89 persen. Kemudian lulusan SMK sebesar 5,85 persen dan SMP 5,61 persen.
"Dengan kata lain, ada penawaran tenaga kerja yang tidak terserap terutama pada tingkat SMA umum, SMK dan SMP. Mereka yang berpendidikan rendah cenderung mau menerima pekerjaan apa saja, di lihat dari TPT SD ke bawah paling kecil diantara semua tingkat pendidikan, yaitu 3,02 persen," ujarnya.
Ia menjelaskan untuk angkatan kerja Provinsi Riau pada Februari 2020 sebanyak 3,33 juta orang, naik 31.240 orang dibanding Februari 2019. Penduduk Riau yang bekerja mencapai 3,16 juta orang terlihat meningkat sebanyak 46.250 orang dibanding Februari 2019.
Dalam setahun terakhir, lanjutnya persentase lapangan pekerjaan yang mengalami peningkatan terbesar adalah Perdagangan Besar dan Eceran, kemudian Reparasi dan Perawatan Mobil dan Sepeda Motor (1,11 persen poin), Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum (0,73 persen poin), Administrasi Pemerintahan, serta Pertahanan dan Jaminan Sosial Wajib (0,46 persen poin).
Sementara persentase lapangan pekerjaan yang mengalami penurunan terbesar adalah Pertanian, Kehutanan dan Perikanan (1,40 persen poin), Jasa Kesehatan dan Kegiatan Sosial (0,58 persen poin), dan Jasa Pendidikan (0,44 persen poin).
Ia menambahkan, sebanyak 1,62 juta orang atau setara 51,44 persen persen, bekerja pada kegiatan informal. Selama setahun terakhir atau dari Februari 2019, terlihat pekerja informal naik sebesar 0,52 persen poin.
"Dari 3,16 juta orang yang bekerja, sekitar 65,12 persen merupakan pekerja penuh dengan jam kerja minimal 35 jam per minggu, dan pekerja tidak penuh sebesar 34,88 persen," pungkasnya. **prc4
Mobilitas Warga Meningkat, Polantas Karib Hadir Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir pekan membuat Kota Pekanba.
Kejutan Hangat Kapolres Inhil Untuk Dandim 0314 di Hari Ulang Tahun ke-42, Wujud Soliditas TNI-Polri
PELITARIAU, TEMBILAHAN – Momen penuh kehangatan dan keakraban mewarnai Makodim.
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
PELITARIAU,Jakarta - Audiensi Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, de.
Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulau.
Perdagangan Karbon Diusulkan Jadi Solusi Ekonomi Pascapenutupan Panglong Arang di Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Penutupan panglong arang ilegal di Kabupaten Kepulaua.
Lapas Narkotika Rumbai Tebar Kepedulian Lewat Bhakti Sosial, Dukung 15 Program Aksi Kemenimipas 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Komitmen untuk menghadirkan pemasyarakatan yang humanis .









