Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Bengkalis Kecipratan Rp462 Miliar dari BRGM
PELITARIAU, Bengkalis - Tahun ini kabupaten Bengkalis akan mendapat gelontoran anggaran sebesar Rp462,2 miliar dari pemerintah pusat, tepatnya dari Badan Restorasi Gambut Mangrove (BRGM).
Kabar gembira tersebut disampaikan Deputi Edukasi dan Sosialisasi Partisipasi dan Kemitraan, DR Myrna A Safitri SH MSi, pada acara ramah tamah dan diskusi yang dipandu langsung oleh Wabup Bagus Santoso belum lama ini di Pekanbaru.
Dalam diskusi tersebut, Myrna memaparkan anggaran yang dipersiapkan untuk kabupaten Bengkalis berasal dari APBN maupun donor dialokasikan untuk delapan kegiatan. Yakni untuk kegiatan pendampingan sebesar Rp480 juta, sekolah lapangan Rp120 juta, Lokakarya Desa Rp120 juta.
“Bengkalis salah satu lokasi yang akan mendapatkan program kegiatan dari BRGM. Masyarakatnya sangat menaruh perhatian dan peduli terhadap lingkungan serta ikut arahan pemerintah," ujar Myrna.
Adapun Kegiatan yang sudah di plot antara lain pembangunan mini demplot Rp300 juta, pembangunan kebun perkarangan (donor) Rp450 juta. Pembangunan Insfrastruktur Pembasahan Gambut (IPG) Rp248,88 juta, pembangunan Revitalisasi Sumber Mata Pencaharian Masyarakat (R3) sebesar Rp300 juta dan rehabilitasi mangrove Rp230 miliar.
Menanggapi besarnya anggaran pihak BRG, Bupati Bengkalis Kasmarni mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pihak BRG, karena sebagai upaya untuk memperdayakan lahan gambut maupun masyarakat di kawasan gambut.
“Alhamdulillah, tahun ini kita akan mendapatkan anggaran hampir setengah triliun atau tepatnya Rp462.202.836.844. Anggaran ini diperuntukan untuk pengelolaan lahan gambut di Kabupaten Bengkalis,” ungkap Bupati Bengkalis Kasmarni
Lebih lanjut Kasmarni mengatakan, selama ini gambut tidak hanya menjadi persoalan daerah, namun sudah menjadi persoalan dan kewenangan pemerintah pusat. Terlebih lagi, kata mantan Camat Pinggir ini, gambut akan menjadi persoalan besar bahkan menjadi pembahasan internasional, terutama ketika terjadi kebakaran.
Berdasarkan informasi, kedepan pihak BRG juga akan mengusulkan kawasan perdesaan Agro Fisher yang meliputi 19 desa di Kecamatan Bengkalis. Yakni Desa Penampi, Pendekik, Wonosari, Senggoro, Air Putih, Sungai Alam, Kuala Alam, Damai, Tameran, Pematang Duku, Pematang Duku Timur, Ketam Putih, Sungai Batang, Kelemantan Barat, Kelemantan, Palkun dan Desa Sekodi.
Usai acara DR Myrna didampingi Kabid Perencanaan Program Suhairi Aan melanjutkan kunjungan langsung ke lokasi dan desa yang akan dilaksanakan program kegiatan diantaranya lokasi penanaman Talas Meksiko di Jalan lintas Bengkalis Bantan, Desa Penampi dan lainnya. **prc4
Mobilitas Warga Meningkat, Polantas Karib Hadir Hingga Malam Hari
PELITARIAU, Pekanbaru – Meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir pekan membuat Kota Pekanba.
Kejutan Hangat Kapolres Inhil Untuk Dandim 0314 di Hari Ulang Tahun ke-42, Wujud Soliditas TNI-Polri
PELITARIAU, TEMBILAHAN – Momen penuh kehangatan dan keakraban mewarnai Makodim.
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
PELITARIAU,Jakarta - Audiensi Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, de.
Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
PELITARIAU,Meranti - Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulau.
Perdagangan Karbon Diusulkan Jadi Solusi Ekonomi Pascapenutupan Panglong Arang di Kepulauan Meranti
PELITARIAU,Meranti - Penutupan panglong arang ilegal di Kabupaten Kepulaua.
Lapas Narkotika Rumbai Tebar Kepedulian Lewat Bhakti Sosial, Dukung 15 Program Aksi Kemenimipas 2026
PELITARIAU, Pekanbaru - Komitmen untuk menghadirkan pemasyarakatan yang humanis .









