• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1185 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2594 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2963 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5533 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2492 Kali

  • Home
  • Riau Raya

Pembantaian Kilat di Rengat

Bambang S

Rabu, 10 Maret 2021 07:36:01 WIB
Cetak
Pembantaian Kilat di Rengat
Peta Sungai Rengat, 1935. Sumber : KITLV.

PELITARIAU, Rengat - Operasi militer Belanda paling berdarah di Sumatera. Tak banyak tercatat dalam sejarah resmi kedua negara.

Fajar menyingsing di Kota Rengat, ibukota Kabupaten Indragiri, Riau. Pagi hari sekira pukul 06.00, Wasmad Rads prajurit TNI dari Batalyon III, Resimen IV, Divisi IX Banteng Sumatera, berjalan-jalan menyusuri kota.

Dari arah tenggara kota, tiba-tiba sepasang pesawat “bercocor merah” terbang rendah. Pesawat penempur-pembom jenis Mustang P-51 itu berpanji triwarna: Merah, Putih, Biru. Belanda datang menyerang.

“Mereka menjatuhkan bom di jalan-jalan, alun-alun pasar di mana orang-orang berbelanja, dan rumah penduduk. Mereka bahkan menembaki orang-orang yang berdiri di atas tanah,” kenang Letnan Muda Wasmad Rads dalam memoarnya Lagu Sunyi dari Indragiri.

Berondongan peluru menghujani seisi kota. Markas tentara, pasar, permukiman penduduk, dan basis sipil lainnya diterjang “si cocor merah” dari atas udara. Hari itu, 5 Januari 1949, tercatat sebagai peristiwa berdarah di Rengat. Hingga kini, setiap tahun masyarakat Rengat memperingatinya sebagai hari berkabung.

Menumpah Darah, Menciduk Minyak

Serangan udara berlangsung hingga menjelang tengah hari. Namun derita rakyat Rengat belum tamat. Sejurus kemudian, tujuh pesawat pengangkut jenis Dakota membawa 180 pasukan khusus Belanda (Korps Speciale Troepen/KST) yang diterjunkan untuk menduduki Rengat.

Operasi penerjunan dengan sandi “Mud Operation” (Operasi Lumpur) berlangsung pada pukul 11.00 dengan titik pendaratan di area rawa-rawa sekitar Kampung Sekip. Pemimpin pasukan Baret Hijau itu adalah Letnan Rudy de Mey yang tak lain kompatriot kepercayaan Kapten Raymond Westerling, mantan komandan KST.

Menurut buku Sejarah Daerah Riauyang diterbitkan Depdikbud tahun 1987, ada dua motif di balik aksi ofensif militer Belanda di Rengat. Pertama, menurut perkiraan dinas intelijen Belanda (Nefis), kekuatan tentara Indonesia di Indragiri adalah yang terkuat di Riau. Selain itu, di daerah Air Molek, sebelah barat Rengat, terdapat pabrik senjata. Sejak masa agresi militer I, beberapa kali Belanda menyita kapal motor Indonesia yang memuat pasokan senjata dari kawasan itu. Kedua, adanya kilang minyak di desa Lirik, utara Rengat. Minyak dibutuhkan mesin-mesin perang Belanda untuk meneruskan penetrasinya ke pedalaman Sumatra.

Ketika Para KST mendarat di Rengat, pertahanan tentara Republik tak sekuat dugaan Nefis. Hal ini berkenaan dengan kebijakan Reorganisasi dan Rasionalisasi (ReRa) angkatan perang pada 1948.

Namun Jaap de Moor dalam Westerlings Oorlog menyebut, de Mey menghadapi perlawanan sengit dari tentara Indonesia yang mencoba melarikan diri dari Rengat. Kontak senjata itu memakan korban bukan hanya kombatan melainkan warga sipil, terutama wanita dan anak-anak.

Sementara itu, tim penyusun pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu mengungkap, tentara Belanda dengan seragam loreng-loreng itu memasuki inti kota dalam waktu singkat. Pusat-pusat pemerintahan dikuasai. Pendudukan Rengat diikuti dengan penangkapan dan pembantaian terhadap penduduk.

“Tentara Para menyapu habis segala yang bergerak. Prajurit atau rakyat biasa yang bersembunyi di bawah gorong-gorong atau parit yang digenangi air ditembak habis. Air parit yang berwarna keruh berubah menjadi merah,” tulis tim penyusun dalam Peristiwa 5 Januari 1949 di Kota Rengat Indragiri Riau suntingan Suwardi.

Wasman Rads dalam memoarnya memaparkan, mereka yang tertangkap pasukan Belanda dikumpulkan dan dibariskan di bantaran sungai Indragiri. Kemudian, satu per satu ditembaki dari belakang hingga tercebur ke air. Wasmad sendiri berhasil melarikan diri ke hutan, sebelum akhirnya ditangkap seregu tentara KNIL dan dipenjara hingga pengakuan kedaulatan.

Menjelang sore, penduduk yang tersisa dipaksa membuang mayat yang berserakan di jalanan kota ke Sungai Indragiri. Pembunuhan sistematis masih berlangsung. Satu orang mengangkat tangan, seorang yang lain mengangkat kaki. Dalam hitungan ketiga, mayat dilempar menyusul kemudian terjangan peluru menyasar kedua orang tersebut dan semuanya masuk ke sungai.

Salah satu tokoh sipil yang menjadi korban adalah Tulus, bupati Indragiri. Tulus –yang merupakan ayah kandung penyair Chairil Anwar– terbunuh saat rumahnya disatroni tentara Belanda. Selain Tulus, Abdul Wahab (wedana), Korengkeng (kepala polisi) dan wakilnya yang bernama Kasim turut tewas dalam pembantaian.

Pukul 16.00, Kota Rengat jatuh ke tangan Belanda. Ibu Miri seorang saksi mata yang kala itu masih bocah menggambarkan petaka di Rengat. Marwoto Saiman dalam laporan penelitian, “Semangat Nasionalisme Rakyat Rengat” di Universitas Riau mencatat kesaksian itu.

“Kota Rengat waktu itu seperti kota mati. Sungai Indragiri berwarna merah akibat darah tentara dan rakyat. Selama dua bulan penduduk tidak mau makan ikan sungai karena menemukan jemari manusia dalam perut ikan. **prc4



 Editor : Orlando

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Riau Raya

Mobilitas Warga Meningkat, Polantas Karib Hadir Hingga Malam Hari

Sabtu, 25 Juli 2026 - 16:56:45 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Meningkatnya mobilitas masyarakat pada akhir pekan membuat Kota Pekanba.

Riau Raya

Kejutan Hangat Kapolres Inhil Untuk Dandim 0314 di Hari Ulang Tahun ke-42, Wujud Soliditas TNI-Polri

Sabtu, 25 Juli 2026 - 01:02:20 WIB

PELITARIAU, TEMBILAHAN – Momen penuh kehangatan dan keakraban mewarnai Makodim.

Riau Raya

Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti

Jumat, 24 Juli 2026 - 22:28:17 WIB

PELITARIAU,Jakarta - Audiensi Bupati Kepulauan Meranti, AKBP (Purn) H. Asmar, de.

Riau Raya

Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:20:16 WIB

PELITARIAU,Meranti -  Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kepulau.

Riau Raya

Perdagangan Karbon Diusulkan Jadi Solusi Ekonomi Pascapenutupan Panglong Arang di Kepulauan Meranti

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:09:07 WIB

PELITARIAU,Meranti -  Penutupan panglong arang ilegal di Kabupaten Kepulaua.

Riau Raya

Lapas Narkotika Rumbai Tebar Kepedulian Lewat Bhakti Sosial, Dukung 15 Program Aksi Kemenimipas 2026

Jumat, 24 Juli 2026 - 18:49:18 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru - Komitmen untuk menghadirkan pemasyarakatan yang humanis .

Terkini

  • +INDEX
Mobilitas Warga Meningkat, Polantas Karib Hadir Hingga Malam Hari
25 Juli 2026
Kejutan Hangat Kapolres Inhil Untuk Dandim 0314 di Hari Ulang Tahun ke-42, Wujud Soliditas TNI-Polri
25 Juli 2026
Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
24 Juli 2026
Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
24 Juli 2026
Perdagangan Karbon Diusulkan Jadi Solusi Ekonomi Pascapenutupan Panglong Arang di Kepulauan Meranti
24 Juli 2026
Lapas Narkotika Rumbai Tebar Kepedulian Lewat Bhakti Sosial, Dukung 15 Program Aksi Kemenimipas 2026
24 Juli 2026
Polsek Batang Cenaku Dampingi Petani Cabai, Wujudkan Ketahanan Pangan Nasional
24 Juli 2026
39 Pejabat Pemko Pekanbaru Dilantik, Wali Kota Agung Nugroho Tekankan Pelayanan Masyarakat
24 Juli 2026
Kapolda Riau Turun Langsung ke Rohil Dua Kasus Perusakan Mangrove 118 Hektare Terbongkar, Dua Tersangka dan Dua Excavator Diamankan
24 Juli 2026
Tanamkan Tertib Lalin Sejak Dini, Satlantas Polres Inhil Sapa Ceria Anak TK Kemala Bhayangkari 07 Tembilahan Hulu
24 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Audiensi Bupati Asmar Berbuah Komitmen BNPP RI Kawal Pembangunan Kawasan Perbatasan Meranti
  • 2 Dua Terduga Pengedar Sabu Ditangkap di Banglas, Satresnarkoba Polres Meranti Amankan Barang Bukti
  • 3 Perdagangan Karbon Diusulkan Jadi Solusi Ekonomi Pascapenutupan Panglong Arang di Kepulauan Meranti
  • 4 Wabup Muzamil Ajak Masyarakat Doakan Perjuangan Percepatan Pembangunan Jembatan Selat Akar pada HUT ke-14 Tasik Putri Puyu
  • 5 Dirlantas Polda Riau Kombes Pol Jeki Rahmat: Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan di Hari Anak Nasional 2026
  • 6 DPP PKB Lantik H. Asmar Sebagai Ketua DPC PKB Kepulauan Meranti Periode 2026–2031
  • 7 Aslim SPd MM : Berani Bertarung Untuk Berprestasi

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved