• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1108 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2386 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2751 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5308 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2432 Kali

  • Home
  • Sindikat

Menanti Terdakwa ‘Lain’ Kasus Dugaan Korupsi GORR

Bambang S

Jumat, 12 Februari 2021 13:56:36 WIB
Cetak
Menanti Terdakwa ‘Lain’ Kasus Dugaan Korupsi GORR

PELITARIAU - KASUS pengadaan tanah pembangunan jalan lingkar dari Bandara Jalaludin Gorontalo menuju Kota Gorontalo semakin menarik untuk diurai. Betapa tidak, kasus yang merugikan negara berkisar 43,2 milyar itu mulai disidangkan di Pengadilan Tipikor Gorontalo. 

Beberapa saksi kunci yang memberikan keterangan di depan majelis hakim Tipikor mengungkap kejanggalan pengadaan tanah tersebut. Semua keterangan mengarah kepada sang pengambil kebijakan. 
Ridwan Yasin mantan Kepala Biro Hukum Pemprov blak-blakan dihadapan majelis hakim soal alur pengadaan tanah ini. Dirinya mengaku tidak pernah dilibatkan soal penentuan lokasi GORR. Padahal dirinya merupakan bagian dari pengadaan proyek tanah itu. 

Dalam kesaksiannya, Ridwan mengatakan jika alur surat pengadaan tanah GORR tidak melalui disposisinya di Biro Hukum. Padahal, sebagai Lembaga pemerintah dikenal ketatnya birokrasi dalam pemerintahan soal alur surat masuk dan keluar. Ini menggambarkan sebuah pola yang tidak biasanya. Yah, seperti manajem perusahan yang dibawah ke dalam pemerintahan. Soal melangkahi satu devisi dengan devisi lain merupakan hal yang lumrah.
Pernyataan lain yang cukup mengagetkan dari Ridwan Yasin yakni penjelasannya ke Jaksa Penuntut Umum (JPU) bahwa surat pengadaan tanah itu cacat formil. 

Dari penelusuran saya pada kamus hukum di google, cacat formil diartikan catat hukum yakni suatu perjanjian, kebijakan atau prosedur yang tidak seuai dengan hukum yang berlaku. Pernyataan ini membuka mata kita semua bahwa persoalan GORR secara adminstrasi sudah keliru. Dampakanya bisa nyerembet kemana-mana.

Parahnya lagi, dalam fakta persidangan lainnya mengungkap jika pembayaran tanah negara itu melebihi harga normal. Jika dikalkulasikan, harganya capai 90 persen dari harga yang wajar. Ini benar-benar keterlaluan jika terbukti demikian. Harga yang harus dibayar itu sekitar 5.000 atau 10.000 per meter. Namun, faktanya, pembayaran dilakukan hingga mencapai 100.000 per meter. Harga yang cukup fantastis bukan? 

Disatu sisi, ada beberapa orang yang mengaku jika pembayaran tidak sesuai dengan pembicaraan. Ada pula yang fiktif. Mereka menerima pembayaran ganti rugi tanah GORR meski tidak memiliki lembaran sertifikat atau bukti kepemilikan tanah. Tak punya tanah, uang pun diterima. Mereka tidak pernah berpikir jika kondisi itu akan membahayakan pada masa mendatang.

*Dewilmar Lupa atau Pura-pura Lupa?*
           
Sejak kasus ini digelar di Kejaksaan Tinggi Gorontalo 2019 lalu, semua informasi sangat tertutup. Tak ada yang dapat memberikan keterangan sejernih di Pengadilan ini. Beruntung, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Gorontalo saat itu, Firdaus Dewilmar, sedikti memberikan bocoran ihwal kasus yang telah menyeret mantan Kepala BPN Gorontalo ke terali besi. 

Peran Kajati saat itu sangat bagus mengungkap kasus ini. Padahal dirinya dengan Gubernur Rusli Habibie cukup dekat, apalagi mereka tergabung dalam Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Suasana itu tidak mempengaruhi independensi Kejati dalam mengungkap kasus ini.

Dewilmar dikenal sosok yang dekat dengan wartawan. Keakrapan ini dimanfaatkan media untuk menggali kasus yang menyeret sejumlah pejabat di Pemrpov. Dirinya suka berbicara panjang lebar dengan orang yang dianggapnya cocok. Sesekali dia memberikan kelonggaran untuk menayakan sesuatu yang masih dianggap samar-samar alias kabur. Ketika kesempatan itu ada, kasus ini naik ke permukaan, meski pergerakannya cukup lambat. Wartawan tak sabar untuk mengungkap actor dibalik dugaan korupsi pengadaan tanah jalan lingkar ini.

Kita berterima kasih kepada Kajati Sulsel saat ini. Kemampuannya bersikap independent dalam mengungkap kasus ini layak mendapat pujian. Meski persoalan ini seolah menampar wajah kita juga. Dirinya telah membuka jalan untuk membongkar kasus dugaan korupsi ini. Sayangnya, jabatan Kajati Gorontalo berakhir seiring dirinya ditugaskan menjabat Kajati Sulawesi Selatan.

Satu hal yang lupa terealisasi hingga pergantian jabatan Kajati Gorontalo dari Dewilmar ke Jaja Subagja. Itu adalah rekomendasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait adanya money laundering (pencucuian uang) kasus ini. KPK menilai ada dugaan upaya pembuatan untuk menyembunyikan atau menyamarkan asal usul uang/ dana atau harta kekayaan tersebut tampak seolah-olah berasal dari kegiatan yang sah atau legal.   

DR. Jaja Subagia, SH., MH pengganti Dewilmar diharapkan mampu menjalankan peran rekomendasi itu. Sebagai seorang Doktor yang memiliki disertasi tentang Anti Korupsi, diharapkan dapat menindaklanjuti rekomendasi KPK. Belum juga kita melihat hasil dari persidangan kasus ini digelar di Pengadilan Tipikor Gorontalo, Jaja Subagja malah mendapat penempatan baru sebagai Kejaksaan Tinggi Riau.

*Asas Manfaat dan Nilai Korupsi*
   
Bergulirnya kasus dugaan korupsi GORR mendapat reaksi dari pihak lain. Mereka menganggap jika pembangunan GORR memiliki manfaat yang besar dari pengguna jalan. Akses dari dan menuju Bandara Jalaludin Gorontalo cukup bagus. Meskipun jalannya belum 100 persen bisa dilalui akibat masih terkendala dengan pembangunan jembatan yang belum rampung.

Dari sisi manfaat, tidak bisa dipungkiri GORR memiliki keunggulan yang cukup baik. Kemacetan diruas jalan Limboto-Telaga-Kota bisa teratasi dengan baik. Kita tidak bisa menutup mata dengan keadaan itu. Kondisi ini menjadi senjata yang digunakan untuk menetralisir persoalan hukum yang melilit GORR. Tidak ada yang salah dari situasi itu. Namun, kita juga jangan menutup mata jika pembanguan jalan lingkar ini menimbulkan kerugian negara yang mengakibatkan mantan Kepala BPN, 2 staf appraisal serta mantan Kepala Biro Pemerintahan Pemprov harus mendekam di balik terali besi.

Kasus dugaan korupsi ini masih cukup panjang untuk disidangkan. Perhatian publik cukup tinggi. Banyak yang menyaksikan secara langsung jalannya siding di Pengadilan Tipikor Gorontalo. Agar tidak terjebak dengan issu yang menyesatkan, mereka mendengar langsung dari semua orang yang terlibat dalam kasus ini melalui keterangan di depan majelis hakim. 

Adakah oknum lain yang bisa diseret lagi dalam kasus ini? Bisahak para saksi lainnya ditingkatkan statsunya menjadi Terdakwa? Atau adakah aktor intelektual dibalik kasus ini? Semua akan terjawab pada persidangan nanti. Semoga saja keputusan majelis hakim berpihak kepada kebenaran yang hakiki.


Oleh : Mahmud Marhaba (Pemred kabarpublik.id) **prc4



 Editor : Orlando

[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Sindikat

Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan

Senin, 29 Juni 2026 - 23:44:30 WIB

PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.

Sindikat

Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan

Ahad, 28 Juni 2026 - 13:19:08 WIB

PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.

Sindikat

Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya

Jumat, 19 Juni 2026 - 19:01:17 WIB

PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.

Sindikat

Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung

Rabu, 17 Juni 2026 - 13:46:24 WIB

PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.

Sindikat

Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam

Ahad, 14 Juni 2026 - 16:38:42 WIB

PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .

Sindikat

Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi

Rabu, 10 Juni 2026 - 21:27:14 WIB

PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.

Terkini

  • +INDEX
27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Waspada !!! Polres Meranti Imbau Masyarakat Waspada Penipuan Catut Nama Kapolres dan Pejabat Kepolisian
03 Juli 2026
Menjaga Wajah Riau di Era fyp TikTok dan Gelombang K-Pop
03 Juli 2026
PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
03 Juli 2026
Kapolres Pelalawan Pimpin Upacara Sertijab 5 Pejabat, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik
03 Juli 2026
Lapas Pekanbaru Gelar Kegiatan Jumat Berkah dan Kasih, Wujud Kepedulian Sosial kepada Masyarakat
03 Juli 2026
47 Personel dan 1 PNS Polri Polres Indragiri Hilir Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Amanah untuk Tingkatkan Pengabdian
03 Juli 2026
Pemkab Tegaskan Komitmen Perkuat Tata Kelola Pemerintahan, DPRD Bentuk Pansus Bahas Tujuh Ranperda
03 Juli 2026
Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
03 Juli 2026
Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
03 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 27 Personel Polres Kepulauan Meranti Naik Pangkat, Kapolres: Jadikan Motivasi Tingkatkan Pengabdian
  • 2 PWI Meranti Dukung Promosi Pariwisata Daerah
  • 3 Polsek Tebing Tinggi Bekuk Pengedar Shabu 5,55 Gram di Selatpanjang Timur
  • 4 Meranti Terima Alokasi 967 Bantuan Rumah dari BNPP dan Kementerian PKP, Bupati Asmar Sampaikan Terima Kasih
  • 5 Seluruh Fraksi DPRD Meranti Setujui Tiga Ranperda Pemkab Dibahas ke Tahap Lanjut, Sampaikan Beragam Catatan Strategis
  • 6 Datuk Seri Afrizal Cik Terima Penghargaan Dari Kapolres Kepulauan Meranti
  • 7 Bupati Asmar Sampaikan Tiga Ranperda, DPRD Meranti Usulkan Empat Regulasi Strategis Untuk Perkuat Tata Kelola Daerah

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved