• Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
  • Home
  • Sindikat
  • Politik
  • Riau Raya
    • Pelalawan
    • Kuantan Singingi
    • Rokan Hilir
    • Rokan Hulu
    • Bengkalis
    • Dumai
    • Kepulauan Meranti
    • Indragiri Hilir
    • Indragiri Hulu
    • Kampar
    • Siak
    • Pekanbaru
  • Legislator
    • DPRD Pelalawan
    • DPRD Kuantan Singingi
    • DPRD Rokan Hilir
    • DPRD Rokan Hulu
    • DPRD Bengkalis
    • DPRD Dumai
    • DPRD Kepulauan Meranti
    • DPRD Indragiri Hilir
    • DPRD Indragiri Hulu
    • DPRD Kabupaten Kampar
    • DPRD Kabupaten Siak
    • DPRD Pekanbaru
  • Ekonomi & Bisnis
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • More
    • Sastra & Budaya
    • Nasional
    • Tausiah
    • Sosialita
    • Tokoh
    • Kopi Paet
    • Pelitariau TV
    • Pilihan Editor
    • Terpopuler
    • Galeri
    • Indeks
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Info Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kontak Kami
Masukkan Kata Kunci atau ESC Untuk Keluar

Pilihan

  • +INDEX
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
Dibaca : 1131 Kali
Dheni Kurnia Kembali Pimpin JMSI Riau, Perkuat Media Siber Untuk Jurnalime Berkualitas
Dibaca : 2442 Kali
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Dibaca : 2813 Kali
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Dibaca : 5376 Kali
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Dibaca : 2454 Kali

  • Home
  • Nasional

Mengejutkan, Pelaku yang Jagal Kucing di Medan Ternyata Potong Kucing Untuk Ini..

Bambang S

Ahad, 31 Januari 2021 17:45:55 WIB
Cetak
Mengejutkan, Pelaku yang Jagal Kucing di Medan Ternyata Potong Kucing Untuk Ini..
Kasus pemotongan kucing

PELITARIAU - PELAKU yang menjagal banyak kucing di sebuah rumah jagal di Jalan Tangguk Bongkar VII Nomor 50, Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai, Kota Medan diketahui berinisial MS.

Dari hasil pemeriksaan polisi di lokasi kejadian, diketahui para tetangga MS sudah tahu kalau MS memang sudah belasan tahun memotong kucing dan menjual dagingnya.

Daging kucing itu dijual seharga Rp70 ribu per kilogram, dan biasanya dipasok ke lapo-lapo tuak.

Menurut penuturan tetangga MS, Anggiat Sipahutar, MS memotong kucing dan menjual dagingnya sebagai caranya mencari nafkah.

“Itu ajalah kerjanya. Orang lajang, dia motong kucing. Untuk dijualnya, untuk cari makannya. Tadi pun dia baru siap motong,” kata Anggiat.

Sejak kasus ini mencuat ke permukaan dan jadi konsumsi khalayak ramai di media sosial, beredar kabar kalau pelakunya sudah tertangkap. Namun, informasi tersebut tidak benar.

“Tadi udah nelpon polisi juga, dan PELAKU BELUM TERTANGKAP :), Media please, jangan bohong dong,” ujar Sonia Rizkika Rai, perempuan yang awalnya mengunggah kasus ini di media sosial hingga jadi perhatian publik ramai.

Dalam laporan pihak kepolisian, Sonia diketahui merupakan mahasiswa, warga Jalan Tangguk Bongkar VII Nomor 50, Kelurahan Tegal Sari Mandala II, Kecamatan Medan Denai.

Saksi yang mengetahui kasus itu adalah Rania Br Nababan. Sementara terduga pelaku adalah Nenok Simanjuntak.

Ada empat anggota Polsek Medan Area yang melakukan olah TKP. Mereka adalah Iptu R Ginting, Aiptu R Siahaan, Aipda P Pasaribu, dan Bripka Daniel Julian.

Mereka berempat datang ke lokasi pada Kamis (28/1/2021) sekitar pukul 11.00 WIB. Setibanya di lokasi, mereka menemukan karung berisi potongan tubuh banyak kucing seperti yang dilaporkan oleh Sonia.

Selanjutnya, mereka mengamankan karung tersebut sebagai barang bukti. Sedangkan Sonia diarahkan untuk membuat pengaduan ke Polsek Medan Area.

Sebelumnya diberitakan, jagat media sosial dibuat gempar oleh kabar tentang adanya pembunuhan sadis terhadap kucing-kucing di Kota Medan. Kucing-kucing dikuliti hidup-hidup, dipotong kepalanya, dan dagingnya dijual ke pasar.

Kabar tersebut dibagikan oleh akun Instagram @soniarizkikarai pada Rabu (27/1/2021). Terbongkarnya kasus ini bermula dari pemilik akun yang mengaku kehilangan kucingnya yang bernama Tayo.

Diceritakannya, Tayo sudah hilang sejak tiga hari yang lalu. Si pemilik, Sonia Rizkika Rai, sudah mencari ke sana-sini namun tak juga menemukan kucingnya.

“Akhirnya ada yang liat kucing saya dimasukkan ke goni sama orang yang katanya udah sering ngambilin kucing untuk dibunuh lalu dijual dagingnya dengan per kg 70.000,” tulisnya.

Setelah mengetahui kucingnya dibunuh, Sonia lantas mendatangi rumah si pelaku, yang ia sebut berinisial A, bersama seorang perempuan yang ia sapa dengan Bu Wulan. Ia dan Wulan sempat kesulitan mencari rumah A, sebelum akhirnya diberitahu oleh seorang anak kecil.

Setelah cekcok dengan tetangga pelaku, Sonia diberitahu bahwa ada goni berisikan potongan daging. Pelaku sempat berbohong dengan mengatakan bahwa daging dalam karung itu adalah daging anjing. Namun setelah dibuka, ternyata goni tersebut berisi banyak kepala kucing.

Sonia langsung menangis begitu tahu bahwa salah satu kepala kucing dalam goni itu adalah kepala kucing piaraannya. Tak cuma itu, ada juga kepala kucing yang ia ketahui tengah bunting.

“Ibu wulan yang ada di gambar ngeliat ada goni dan pas ditanyak jawaban mereka itu anjing, tapi buk wulan izin bukak dan setelah membuka nya kami melihat banyak kepala kucing bahkan kucing yang sedang hamil juga ada, dan setelah itu saya lemas gabisa sambil nangis, lalu buk wulan bilang “nia ini ada kepala tayo” saya pun tak sanggup lagi berdiri dan menangis sejadi jadinya,” kisahnya.

Di tengah-tengah tangisnya, seorang pria kemudian menghampiri Sonia dan Wulan sambil marah.

“Bising katanya. Dia maki maki kami juga ditempat dan sempat hampir adu tangan sama buk wulan, dan dia bilang kalau saya ngomong lagi dia bakal ludahi muka saya,” kata Sonia.

Tak terima atas apa yang menimpa kucingnya, Sonia lantas sudah melapor ke banyak orang, termasuk kepada pihak kepolisian. Namun, reaksi polisi justru berkebalikan dari ekspektasinya.

Saya udah bawak kepala kucing saya sebagai bukti ke polsek tapi sampai di polsek polisinya gatau pasal tentang kucing dan abis itu mereka ketawa ketawa gajelas. Ga lama kemudian saya dipanggil masuk ke dalam polsek dan ditanyain dan akhirnya mereka nyuruh saya ke polsek satunya lagi karena mereka bilang itu bukan daerah mereka,” katanya.

Sampai keesokan harinya, Sonia masih tidak percaya bahkan kucingnya ikut menjadi korban kebiadaban pelaku. Apalagi, sulit membedakan kepala kucing yang sudah mati, apalagi sudah dikuliti.

“Kepala kucing biasa sama kucing persia biasa beda, apa lagi tayo bigbone yang badannya besar, dan diantara kepala kepala disitu tadi semua kecil kecil kecui satu , dan kemungkinan besar itu kepala tayo,” tulisnya. **prc4

sumber: indozone.com



[Ikuti PelitaRiau.Com


pelitariaumedia

BERITA LAINNYA +INDEKS

Nasional

GREAT Insitute: Perubahan Pradigma Pembangunan Indonesia Diakui Dunia

Selasa, 07 Juli 2026 - 01:54:33 WIB

PELITARIAU, JAKARTA — Perubahan paradigma pembangunan Indonesia di era pemerin.

Nasional

Program JKN Terus Berkembang, BPJS Kesehatan Perkuat Layanan dan Tata Kelola

Kamis, 02 Juli 2026 - 15:56:13 WIB

PELITARIAU, Jakarta - Program JKN menunjukkan perannya sebagai fondasi dalam mem.

Nasional

Presiden Prabowo Beri Nugraha Sakanti kepada Polda Riau, Kapolda: Penghargaan Ini Milik Seluruh Personel

Rabu, 01 Juli 2026 - 10:33:46 WIB

PELITARIAU,  Bogor -  Polda Riau menjadi salah satu dari 12 satuan ker.

Nasional

Ketua JMSI Inhu Hotli Maruli Sirait Dinobatkan sebagai Tokoh Bisnis dan Advokasi Terbaik Daerah

Sabtu, 27 Juni 2026 - 12:18:41 WIB

PELITARIAU, Pekanbaru – Dedikasi dan konsistensi Ketua Jaringan Media Siber In.

Nasional

Menko PMK:Tekankan Peran Keluarga Sebagai Benteng Perlindungan Anak

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:05:32 WIB

PELITARIAU, JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebuday.

Nasional

Gubernur Khofifah Terima Pengurus JMSI Jatim di Kantornya

Kamis, 25 Juni 2026 - 17:12:43 WIB

PELITARIAU, Surabaya - Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menerima pengurus.

Terkini

  • +INDEX
Ditlantas Polda Riau Sapa Warga di Car Free Day, Gaungkan Budaya Tertib Berlalu Lintas
12 Juli 2026
Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Tanaman P2B Warga
11 Juli 2026
Dukung Asta Cita Presiden, Polsek Mandah Bersama Forkopimcam Tanam Jagung di Lahan PT. RSA
11 Juli 2026
Bupati Buka Pelalawan Boat Racing 2026 di Desa Wisata Kuala Terusan, 63 Racer Adu Kecepatan di Sungai Kampar
11 Juli 2026
Wujudkan Warga Binaan yang Sehat, Lapas Pekanbaru Gelar Senam Pagi Rutin
11 Juli 2026
Polresta Pekanbaru Perkuat Ketahanan Pangan Melalui Pendampingan Kebun Warga di Cinta Raja
11 Juli 2026
Polsek Mandah Koordinasi dan Cek Lahan Jagung di Desa Bente, Dukung Swasembada Ketahanan Pangan
10 Juli 2026
Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
10 Juli 2026
KADIN Riau Perkuat Ekosistem Usaha Inklusif, Masuri Dorong UMKM Naik Kelas dan Hilirisasi Komoditas Unggulan
10 Juli 2026
Resmikan Mako Baru Polsek Rangsang Barat, Kapolres Meranti Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Profesionalisme Personel
10 Juli 2026

Terpopuler

  • +INDEX
  • 1 Bhabinkamtibmas Polsek Rangsang Barat Tinjau Tanaman P2B Warga
  • 2 Bupati Asmar Minta OPD Prioritaskan Tindak Lanjut Temuan BPK
  • 3 Resmikan Mako Baru Polsek Rangsang Barat, Kapolres Meranti Tekankan Peningkatan Pelayanan dan Profesionalisme Personel
  • 4 Bupati Asmar Percepat Persiapan Lahan Gudang Bulog di Dorak, Targetkan Pembangunan Segera Dimulai
  • 5 Pemkab Meranti dan Konsulat Malaysia Perkuat Kerja Sama, Buka Peluang Kerja, Beasiswa, hingga Pasar Produk Lokal
  • 6 Bupati Asmar Lepas Kontingen E-Sport Meranti, Targetkan Tembus Tiga Besar dan Lolos ke Tingkat Nasional
  • 7 Diduga Jadi Korban Begal, Pria di Selatpanjang Akui Rekayasa Cerita Karena Terlilit Utang

Ikuti Kami

Tentang Kami
Redaksi
Pedoman Pemberitaan
Info Iklan
Kontak
Disclaimer

PelitaRiau.Com ©2014 | All Right Reserved