Pilihan
Kejari Inhu Rilis Capaian Kinerja 2025, Ungkap Sejumlah Perkara Strategis
PT Inecda Bangun Jalan 6 KM, Wujud Komitmen Pada Masyarakat dan Pemda
Pansus DPRD Riau Kunjungi Rohul, Bahas Ranperda Penyelenggaraan Perhubungan
Sidang Gugatan PMH PT SBP Dihantui Ketidakhadiran Kades dan Turut Tergugat
Gantung Diri dan Bunuh 2 Anaknya, Ibu Muda ini Tinggalkan Pesan di Secarik Kertas
PELITARIAU, Pekanbaru - Warga Perumahan Mutiara Kulim, Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Tenayan Raya, Pekanbaru, Senin (16/11/2020) dihebohkan dengan penemuan seorang perempuan yang meninggal dunia karena gantung diri.
Perempuan bernama NSW alias Neneng (27) tersebut tak hanya mengakhiri hidupnya sendiri, mirisnya ia juga diduga membunuh dua anak-anaknya yang masih kecil.
Kedua anak korban tersebut ditemukan meninggal dunia di tempat kejadian perkara (TKP) yang sama.
Kapolresta Pekanbaru Kombes Pol Nandang Mu'min Wijaya mengatakan, kejadian berawal saat suami korban, PNG (28) pulang ke rumah dan melihat kondisi rumah dalam keadaan gelap. Alangkah terkejutnya sang suami melihat di dalam rumah istrinya terlihat tergantung.
"Kemudian suami korban berteriak minta tolong dan keluar rumah untuk mencari bantuan, karena melihat istrinya meninggal dalam keadaan gantung diri," kata Nandang.
Sejumlah warga yang mendengar teriakan PNG langsung datang dan masuk ke dalam rumah korban. Mereka terkejut, di dalam dapur melihat korban NSW sudah tergantung. Warga langsung menurunkan korban dan meletakkannya di ruang tengah.
Sementara itu saat ditelusuri di dalam kamar utama, anak korban yang bernama Nara Atila Gandi (2) dan bayi bernama Dafa Atila Gandi berumur 6 bulan ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan mulut berbusa. Sementara satu anaknya yang juga berusia 6 bulan masih ditemukan selamat.
"Namun ada 1 bayi bernama Dafi Atila Gandi berumur 6 bulan masih dalam keadaan selamat. Bayi bernama Dafi ini masih dalam keadaan bernafas dan langsung di bawa ke klinik," lanjutnya.
Selain itu, ditemukan barang bukti berupa kain panjang dan kertas HVS bertulisan "Maaf aku pergi biar anak-anak ikut bersamaku". Surat itu diduga ditulis oleh Neneng sebelum mengakhiri hidupnya. Surat itu ditemukan polisi ketika melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Dalam kasus ini, sejumlah barang bukti turut diamankan, berupa kain panjang, kertas HVS bertulis permohonan maaf dari korban, satu unit kursi, susi bayi dan handphone milik korban.
"Kita masih belum bisa menyimpulkan apakah anak-anak ini dibunuh oleh ibunya sendiri. Kita masih menunggu hasil autopsi," pungkasnya. **prc4
sumber: cakaplah
Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Ungkap Curat Mobil di RSUD Selasih, Pelaku dan Barang Bukti Diamankan
PELITARIAU, Pelalawan - Unit Reskrim Polsek Pangkalan Kerinci Kepolisian Resor (.
Satresnarkoba Polres Inhil Ungkap Peredaran 280,7 Gram Sabu, Seorang Pengedar Diamankan
PELITARIAU, Indragiri Hilir – Satuan Reserse Narkoba Polres Indragiri Hilir ke.
Polres Pelalawan Gelar Konferensi Press Kasus Pembunuhan Disertai Kekerasan di Desa Kiyap Jaya
PELITARIAU, Pelalawan – Polres Pelalawan menggelar konferensi pers terkait pen.
Satresnarkoba Kampar Bongkar Jaringan Sabu Pasangan Kekasih di Tapung
PELITARIAU, Kampar – Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Kampar.
Tindak Tegas Pelaku Penganiayaan, Kasat Reskrim Polres Inhu Instruksikan Pengejaran Hingga Ke Batam
PELITARIAU, Batam – Komitmen penegakan hukum ditunjukkan Kasat Reskrim Polres .
Kurang dari 24 Jam Maling Bobol Rumah di Rohul Diciduk Polisi
PELITARIAU, ROKAN HULU – Unit Reskrim Polsek Ujung Batu kembali menunjukkan ke.









